
Setelah perbincangan itu kini Patricia dan Denny sedang berjalan- jalan di halaman belakang rumah Allan.
“ kau ini seolah tak mau melepas tanganku saja.” ungkap Patricia karena Denny terus menggenggam tangannya.
“ kau tahu? Dari dulu aku ingin menggandeng tanganmu.” ungkap Denny menatap lurus ke depan.
“ benarkah?”
“ hem. Namun aku malu.”
“ malu?”
” ya, aku malu. Aku malu karna aku hanya seorang bawahan sementara kau adalah adik dari atasanku. Aku merasa jika aku tak pantas untukmu. “
“Namun perasaan ini sungguh menyiksa. Aku menyukaimu, namun aku tak bisa menyentuhmu. Kau tahu?ketika kau di pesta kemarin betapa marahnya aku? Aku terbakar api cemburu karena para pria yang mendekatimu, namun aku tahu jika aku tak memiliki hak apapun padamu.” lanjut Denny.
“ apa maksudmu? Saat di pesta bukankah kau juga dikelilingi gadis- gadis? Kau bahkan meninggalkan aku.” geram Patricia.
“ aku dikelilingi gadis- gadis tapi yang jadi perhatianku dirimu. Dan aku meninggalkanmu karena aku ke toilet.” ungkap Denny.
“ be.., benarkah? Aku pikir kau berdua dengan salah satu wanita yang mengelilimu.” ucap Patricia tak percaya karena telah salah sangka.
“ jangan tertawa!” geram Patricia melihat Denny terkekeh mendengar penjelasan Patricia.
“ kenapa kau cemburu? Kau juga dikelilingi banyak pria dan tertawa riang disana?” ungkap Denny.
“ aku tidak tertawa riang, aku tertawa hambar.” ungkap Patricia.
“ kenapa?”
“ aku tidak dekat dengan mereka, aku bahkan lupa nama mereka. Aku hanya tertawa lantaran mereka tertawa. Padahal aku sendiri tak tahu apa yang mereka bicarakan.” ungkap Patricia tertawa kecut.
“ tidak apa- apa, jangan diingat lagi. Jika orang- orang itu mendekati mu karena ingin kenal dengan Mr Allan, biar aku yang mendekatimu karena menyukai pesonamu.” ungkap Denny tersenyum.
“ gombal.” ungkap Patricia tampak wajahnya yang bersemu merah. Denny hanya terkekeh pelan sambil mengeratkan pegangan tangannya.
---
“ jadi sebenarnya kalian berencana menjodohkan Denny dan Patricia?” tanya Allan sepulang dari perusahaan.
“ Hem.” jawab Rena mengambil jass Allan agar di simpan di walk in closet.
“ dan aku tak masuk dalam rencana kalian?” geram Allan.
“ karena kau terlalu cuek pada Patricia seolah tak mempedulikannya, sayang.” ungkap Rena mengendurkan dasi Allan.
“ karena aku memang tak mempedulikannya.” ungkap Allan mendekati Rena.
“ benarkah? Aku tahu kau menyayanginya seperti adik mu sendiri.” goda Rena.
“ tidak.” ungkap Allan memeluk Rena dari belakang.
“ aku tidak bohong.” ungkap Allan.
“ oh ya?” ucap Rena mulai berbalik menatap Allan.
“ ehem.” ucap Allan menangkap pinggang Rena.
“ Jangan sampai kau menyesal sama seperti kau yang tak mau mengakui perasaanmu padaku!” ungkap Rena mulai membuka kancing Allan satu persatu.
“ baiklah! Aku kalah, aku memang menyayanginya, kau puas?” ungkap Allan ia tak mau harus puasa malam ini setelah di goda istrinya sedemikian rupa.
“ sure.” kekeh Rena
END
yah, koq tamat, thor?
ya mau gimana lagi memang cerita thor memang sampai disini saja ^_^ semoga kalan tetap mendukung sang penulis amatir ini dengan membaca karya author yang lain\, ya. >_<
jangan lupa ninggal jejak ya, jika kalia memang pernah mampir ke karya Author.
buat kalian yang tanya, kenapa nama Allan juga Alan mirip,
karena memang kisah ini di ambil dari kisah author sendiri dan kebetulan teman author memenag memiliki nama yang sama, kalau di dunia nyata nama mereka di panggi Allan kecil dan Allan besar, diambil dari tubuh mereka yang gemuk juga yang kurus, tapi kan ga mungkin buat nama panggilan seperti itu, nanti wibawa Allan jadi hilang jadi Author ganti menjadi nama Allan dengan Alan.
dan siapa dari kalian yang awalna Su'udzon sama Patricia? hayoo ngaku.
mungk sekian dulu dari author, salam sayang buat kalian.
thank you.
arigatou gonsaimasta.
Xie Xie
terima kasih
see you next time bye bye