The Troblemaker Is My Boss

The Troblemaker Is My Boss
S2 menjilat ludahnya sendiri



“ apa kau sudah selesai bersiap- siap?” tanya Patricia pada Andre di rumah Denny yang sebelumnya di tempati oleh Jack. Setelah Denny menikahi Patricia awalnya ia berniat untuk tinggal di Apartement sendiri, namun setelah Jack meninggal yang menempati rumah Rena yang di bawa Allan adalah Deny juga Patricia sementara Andre tinggal di Apartement sendiri, hanya terkadang saja ia mengunjungi rumah untuk bersiap pesta, karena aunt nya- Rena mempunyai segudang design baju- baju di rumahnya yang bersebelahan dengan rumah yang di tempati Denny juga Patricia.


“ sudah.” ucap Andre memasangkan kancing kemejanya.


“ kemana Tama?” heran Patricia yang tak melihat dimana Tama.


“ mommy, aku sudah besar, tak perlu lagi di dampingi seseorang, kau lupa jika uncle juga melatihku dengan latihan yang sama dengan pelatihan bodyguard di tempatnya?” ucap Andre yang kesal karena Patricia menyuruh seseorang mengawasinya.


“ karena ini bukan pesta biasa, son. Perusahaan Long adalah perusahaan yang berasal dari china dan perusahaan itu sama besarnya dengan perusahaan sekeleas  perusahaan Ash-group yang dulunya di bawahi Allan. Mommy tak ingin kau mengacau di sana.” ucap Patricia.


“ lalu kenapa harus orang seperti Tama? Mommy tak bisa mencari wanita yang lebih baik?” geram Andre.


“ kenapa? Bukankah kau itu besar dengan Tama? Ibu pikir kau takkan masalah jika yang mendampingimu itu dia.” ucap Patricia.


“ lagi pula jika yang mengawasimu seorang wanita yang cantik, dia pasti akan menjadi korban rayuanmu.” ucap Ray.


“ oh, hai, Ray?” ucap Patricia mencium pipi Ray.


“ Hay, aunt.” ucap Ray tertawa.


“ kenapa kau kemari? Kau mau ke pesta juga? Bukankah kau mengatakan tidak suka menghadiri pesta semacam ini?” heran Andre.


“ tentu saja tidak, aku datang mengantar Tama untukmu.”  ucap Ray.


“ huh! Harusnya kau tetap membawanya seharian dan tak usah membawanya ke sini.” ucap Andre.


“ tunggu sampai kau melihat dia.” ucap Ray duduk di kursi tamu Apartement Andre.


“apa yang bisa di lihat dari dia?” ucap Andre mendengus kasar.


Setelahnya ada suara stiletto yang terdengar memasuki ruangan Andre dan seketika Andre membulatkan matanya- tatkala melihat Tama dalam balutan mini dress spann yang membalut tubuhnya. Andre meneguk salivanya tat kala melihat tubuh Tama yang selama ini tertutupi jass kebesaran kini dalam balutan  mini dress bewarna navy yang melekat pada tubuhnya. Dress-nya yang tebuka pada pundaknya menampilkan pundak Tama yang tegap di tambah karena dress itu melekat pada tubuh wanita itu sehingga Tama menampilkan secara nyata pinggulnya yang ramping. Jangan lupakan riasan tipis yang membuat wajah Tama tampak mempesona. Rambut hitamnya yang panjang di biarkan menjuntai melewati dadanya namun tak dapat menutupi dada indahnya.


“ kelihatannya ada yang menjilat ludahnya sendiri.” ucap Ray yang melihat jika Andre terus- terusan menatap Tama.


“ ap.., apa!” ucap Andre menatap Ray.


“ Astaga, Tama? Kau cantik sekali! Kenapa kau tiba- tiba berdandan? Aunt selalu ingin mendadanimu, kau tak pernah mau.” ucap Patricia menangkup wajah Tama.


“ aku tak ingin merepotkan Mrs, anda sudah merawat saya hingga seperti ini saja saya sudah sangat berterima kasih.” ucap Tama merasa tak enak.


“ sudahlah, ayo, temani Andre ke pesta, sebentar lagi acara akan di mulai.” ucap Patricia mendorong Andre dan bersama.


tanpa banyak kata, Andre langsung menuju mobil bersama Tama menuju tempat di adakannya pesta.



( contoh dress yang di pakai Tama)


***


Setelah sosok Andre juga Tama menghiang Patricia kembali menatap Ray.


“ jadi..., katakan kepadaku, apa rencanamu.” ungkap Patricia menyilangkan lengannya di depan dadanya.


“ tidak ada Aunt, aku hanya ingin casanova itu menjilat ludahnya sendiri.” ucap Ray santai.


“ apa aunt juga merancanakan itu? Jadi itu sebabnya aunt mengirim Tama?” heran Ray.


“ ya, ia sudah dewasa namun selalu bermain dengan perasaan wanita, aku tak ingin itu berimbas pada perusahaan yang di bangun daddy mu.” ucap Patricia menghela nafas berat.


“ ya, sebagai sahabat sekaligus saudara jauhnya tentu aku takkan membiarkan Andre semakin jauh melangkah Aunt.” ucap Ray.


" ya, sayang sekali karena Tama tak mau ku dandani, aku sudah melihat sendiri jika Tama sebenarnya adalah gadis yang manis. Dan aku menyukai kepolosannya- aku yakin ia dapat merubah Andre." ungkap Patricia.


" ya. Aunt lihat sendiri bagaimana reaksi Andre melihat Tama yang sudah di dandani, aku yakin ia sudah menjilat ludahnya sendiri." ucap Ray tertawa.


“ ngomong- ngomong, siapa yang mendadani Tama?” heran Patricia.


“ Berta, seketaris pribadiku.” ucap Ray jujur.


“ wanita yang katanya kau sukai itu?” heran Patricia.


“ ehem.” ucap Ray singkat.


“ katakan kepadaku, berapa yang kau keluarkan untuk mendadani Tama, aku akan menggantinya.” ucap Patricia.


“ tidak usah Aunt.” ucap Ray menolak.


“ hei! Meski aku ini aunt mu aku tetap tak merasa enak jika aku tak menukar apa yang kau beli untuk Tama.” ucap Patricia.


“ apa aunt menyayangi Tama?” tanya Ray.


“ ya, meski dia bukan anakku dan aku tak tahu asal usulnya, ia adalah gadis yang baik, aku selalu ingin mendadaninya namun ia selalu menolak karena tak ingin merepotkanku- katanya.” ucap Patricia.


“ ngomong- ngomong kemana uncle Denny?” tanya Ray.


“ seperti biasa dia sedang bertugas di tempat kak Alan.” ucap Patricia.


" jadi, berapa biaya yang kau keluarkan untuk Tama." tanya Patricia.


' sial, aku sudah berkali- kali mengalihkan namun aku masih tidak dapat menipu pengamatan Aunt Patricia.' batin Ray.


0o0


hai! hai! hai


penulis amatir hadir disini. ^_^


siapa yang setuju jika Andre dengan Tama nie?


jawab di komentar ya.


sebenarnya ide seorang Casanova tertarik dengan wanita yang jauh dari seleranya secara tiba- tiba tercetus sie. >_<


karena memang niat awal author hanya menceritakan soal Ray saja. Dan saat Author sedang tidur untuk mencari ide, entah mengapa malah tercetus ide soal Andre. ^_^