The Troblemaker Is My Boss

The Troblemaker Is My Boss
s2 i'm a direct



Ini kali pertama, Ray bertemu dengan wanita seperti Berta. Di saat para wanita lain berlomba- lomba mendekati Ray, Berta satu- satunya wanita yang tak tertarik akan hal itu- bahkan Berta sampai sekarang tak tahu seperti apa rupa Ray.


“ aku dengar Direktur itu seorang pria yang tampan.” ucap Rey masih mencoba mempengaruhi.


“ apa bedanya? Semua pria itu sama saja, jika tidak tampan ya rupawan.” ucap Berta sekenanya.


‘ benar, dia bahkan tak terlihat menyukaiku, meski telah melihat wajahku.’ batin Ray.


“ aku masih heran dengan para wanita di kantorku, yang berloma- lomba ingin agar terlihat menarik agar menarik perhatian si Direktur kita, mereka bahkan selalu berias diri kapanpun di saat mereka senggang. Mereka mengatakan jika sang direktur sangat tampan, apa bedanya memangnya dengan para pria lainnya?” Heran Berta.


“ mungkin karena ia lebih tinggi dan gagah?” ucap Ray sekenanya.


“ Apa yang menarik? Masih sama- sama manusia, sama- sama tinggal di planet yang sama? Kecuali jika di rektur kita itu Alien mungkin aku baru akan tertarik untuk mencari tahu- apa bedanya para manusia bumi dengan cara hidup Alien itu.” ucapan Berta yang tanpa jeda itu membuat Ray menahan tawa nya, ini kali pertama Ray bertemu dengan wanita seperti Berta. Tanpa terasa Lift telah hampir sampai ke lantai yang di tuju Berta.


“ ngomong- ngomong, kau dari divisi apa?” tanya Ray dan tepat pada saat itu Lift terbuka.


“ Divisi perancangan, Kau?” tanya Berta melangkah keluar setelah menerima semua berkas nya kembali yang tadinya di bawa Ray.


“ aku?” ucap Ray, dan saat itu, pintu Lift akan menutup.


“ Aku seorang Direktur utama sekaligus pewaris Ash- Group.” ucap Ray dengan tersenyum, sayangnya pada saat Itu pintu Lift akan menutup sehingga hanya samar- samar yang di dengar Berta.


‘ pria itu pandai bercanda.’ batin Berta yang masih mendengar suara Ray yang masih sayub- sayub.


***


“ aku tidak seperti mu, yang ada di pikirannya hanya bersenang- senang dengan para wanita di luar sana.” ucap Ray.


“ hei! Apa maksudmu? Jangan menuduhku sembarangan! Aku ini tipe pria setia!” ucap Andre menampilkan tawa konyol. Yang hanya di jawab tatapan meremehkan dari Ray.


“ apa?” ucap Andre tak terima.


“ tidak ada seorang casanova yang setia, bro.” ucap Ray memilih menanggapi sahabat sekaligus saudara jauhnya itu dengan memeriksa beberapa berkas.


“ kata- katamu menusuk sekali.” ucap Andre merajuk.


“ ayolah, jika kau setia, takkan ada  berganti- ganti wanita yang naik ke ranjangmu. Bahkan saat aku ke apartementmu- ada wanita yang keluar dari kamarmu dengan hanya dengan berbalut selimut.” ucap Ray mengenang kejadian tadi pagi.


“ bukan aku yang merayu- nya, bro. Ini gara- gara kamu.” ucap Andre duduk di depan meja Ray.


“ maksudmu?” hera Ray.


“ ini gara- gara kamu yang tak pernah mau ketika di ajak ke pesta berkedok bisnis itu, sehingga para pebisnis itu mengira aku sebagai kau, dan ujung- ujungnya mereka menjebakku dengan memasukkan obat ke minumanku.” ucap Andre jujur.


“ kau kan di latih oleh uncle mu sendiri dalam pelatihan yang sama dengan latihan menjadi bodyguard, harusnya cuma obat saja kau bisa menahannya.” ucap Ray yang tahu jika Uncle Alan selalu melatih anak juga keponakan nya tersebut.


“ ya\, itu sebabnya\, aku selalu menyiapkan pengaman dimanapun dan kapanpun\, juga penggugur Sp***a.” ucap Andre gampang.


“ itu sama saja kau yang memang sengaja ingin menikmati para wanita itu.” ucap Ray geram dengan kelakuan sahabat sekaligus saudara jauhnya ini. Yang hanya di jawab kekehan oleh Andre.