The Troblemaker Is My Boss

The Troblemaker Is My Boss
Episode 34 spesial story 9 entah sejak kapan kau ada di hatiku



“ apa kita perlu membangunkan mereka?” ungkap Robert melihat pasangan didepannya ini masih tertidur dengan nyenyaknya.


Saat mengetahui Patricia dan Denny belum pergi dari hotel ini Allan dan Robert hendak melihat keadaan Patricia dan meminta resepsionist hotel memberikan kunci cadangan tempat mereka menginap. Mereka sendiri tak menyangka jika hal pertama yang mereka lihat saat membuka pintu kamar hotel adalah baju mereka yang berserakan di pintu masuk menuju kasur mereka dan pasangan yang bergelung d bawah selimut yang membungkus seluruh badan mereka. Tanpa perlu ada penjelasan pun, kedua pria dewasa tersebut pastilah tahu apa yang telah terjadi di antara kedua orang dewasa berbeda jenis kelamin tersebut.


“ biar aku yang membangunkan, kau berjaga saja di depan pintu masuk jangan sampai Alan mengetahui adik nya ini bersama bawahannya.” bisa syok dia nanti. Batin Allan.


Setelah Robert meninggalkan kamar para pasangan ini, Allan kemudian duduk di sisi ranjang dan menatap seorang pria yang memejamkan matanya ini.


“ aku tahu kau sudah bangun.” ungkap Allan kepada Denny.


“ apa anda akan mengadukan saya pada Boss Alan?” ungkap Denny masih belum merubah posisi namun telah membuka matanya.


“ tentu saja, kau tetap harus mempertanggung jawabkan apa yang telah kau perbuat.” ungkap Allan tangannya bertumpu pada kedua kakinya. Denny terdiam.


“ tapi bukan berarti aku melarangmu berhubungan dengan Patricia.” ungkap Allan membuat Denny menatap sahabat dari atasannya ini.


“ aku tahu cinta kalian tulus, meski kalian berbeda dalam artian derajat, namun aku tak bisa sepenuhnya melarang kalian.” ucap Allan terhenti.


“ Aku akan meminta Robert membawa baju ganti untukmu, setelan yang kau beli di hotel ini tak pantas untukmu.” ungkap Allan beranjak pergi dan melihat setelan baju yang masih terbungkus rapi.


Selepasnya Denny menatap kepergian Allan dari ruangan tempat mereka memadu kasih ini, ia berbalik pada seorang wanita yang beberapa menit yang lalu masih merupakan gadis. Melihat perawaiannya pasti orang menyangka jika ia adalah wanita jalang yang suka menjajakkan tubuhnya, tak jarang orang yang mengira ia adalah pembuat onar, baby sugar dan sebagainya, namun kenyataanya Patricia masih seorang gadis sebelum akhirnya Denny lah orang pertama yang membuktikan nya bahwa apa yang dikatakan orang padanya itu salah.


Perjumpaannya pertama kali setelah Rena memboyong dirinya dan Jack, selaku pamannya ke LN atau lebih tepatnya di sebelah rumah Allan dan bekerja dengan Alan.


 Awalnya pun Denny mengira Patricia hanyalah pembuat onar namun semakin mengenalnya, ia seperti melihat cermin dirinya dalam diri Patricia. Entah semenjak kapan atau mungkin juga karena selalu mengikuti gadis itu kemana Patricia melangkah, Denny mulai jatuh hati pada gadis- adik dari atasannya itu. Ingin selalu memuji namun saat mulut ini hendak berucap selalu ada kata makian dan hinaan.


Awalnya Denny merasa biasa, karena Patricia tak pernah menampilkan raut wajah sedih, bahkan selalu membalas kata- katanya dengan tak kalah sengit, siapa tahu ternyata gadis yang terlihat kuat ini hanyalah gadis rapuh.


Denny menatap kembali wajah Patricia yang masih tertidur pulas. Tangannya terulur ke dahi Patricia yang masih mengeluarkan peluh keringat dan meyibakkan anak sulur rambut yang menutupi wajahnya. Tampak pipinya masih memerah karena bekas tamparan. Denny mencium pipi Patricia, berharap sakit nya akan segera sembuh.


“ entah sejak kapan kau selalu ada di hatiku, namun aku terlalu malu mengakui mengingat aku dan kamu yang sangat berbeda. Aku hanya berharap jika jalan kita tak semakin di persulit.” bisik Denny lirih mengecup dahi Patricia, sebelum ia beranjak kekamar mandi untuk menganti bajunya.