The Troblemaker Is My Boss

The Troblemaker Is My Boss
S2 kejadian di Bar



“ hai!” sargah sebuah suara. Merasa yang dipanggil adalah dirinya- lantas Ray mencari sumber suara.


Ray melihat ada wanita yang tadi di belakang segerombolan pria.


“ sir, apa kau tahu jika kau telah salah menggoda wanita orang?” ucap salah satu pria yang memanggil Ray tadi.


“ menggoda? Bro, aku tidak tahu bagaimana ia mengadu kepadamu. Namun, asal tahu saja- ia lah yang mendekatiku dan sok akrab kepadaku.” ucap Ray.


“i.., ia bohong!” sangkal wanita yang menggoda Ray tadi.


“ bohong? Bagaimana jika kalian melihat ini?” Ray memperlihatkan rekaman dimana pihak perempuanlah yang terlebih dahulu mendekati Ray yang sedang duduk dan meminum beer nya.


“ apa? Bagaimna bisa?” ucap orang- orang tersebut.


Tentu saja bisa. Jika kalian lupa- perusahaan Alan memiliki perusahaan Bodyguard dan jago dalam meng- hack rekaman CCTV. Tanpa di minta pun, uncle nya itu selalu meng- Hack CCTV kapan pun dan dimanapun Ray berada- lalu mengirimkan langsung ke Handphone atau gadget yang di miliki oleh Ray.


“ aku terbiasa menghadapi orang berlidah dua. Jadi untuk berjaga- jaga, aku selalu membawa drone kecil kemana- mana untuk mengawasi pergerakan yang mencurigakan.” ucap Ray sebagai alasan. Tapi soal para orang berlidah dua itu adalah hal nyata. Itu juga yang menjadi alasan mengapa Ray selalu meminta di kirimkan rekaman CCTV dimanapun Ray berada.


“ Kau!” karena kesal. Pria yang mengaku sebagai kekasih wanita tersebut maju menghajar Ray.


Satu hal yang tidak di ketahui adalah;


Ray memiliki ilmu beladiri. Hal itu juga yang menjadi salah satu alasan mengapa, sebagai direktur utama Ash- Groups- Ray tidak pernah membawa bodyguards kemana- mana. Alasan lainnya sie, karena tidak ingin terlihat mencolok.


Tentangan kiri di halau tendangan kiri. Tendangan kanan di halau tendangan kanan juga. Kesal- pria itu hendak menghajar Ray. Namun dapat segera di hindarkan. Ray segera memukul menggunakan sikut di dada pria tersebut.


Memukul perut pria tersebut dan menghalau tendangan pria tersebut. Lalu mendorongnya menggunakan bahu hingga pria tersebut terdorong mundur hingga terjatuh.


Melihat temannya tersungkur- pria lainnya hendak menggunakan kursi kayu untuk memukul Ray. Namun secepat kilat- Ray mengambil Cue atau tongkat billiard dan menggunakannya untuk memukul lengan pria yang hendak memukul Ray. Bahkan suara tebasan tongkat kayu terdengar keras bersamaan dengan suara tongkat yang mengenai tulang.


Dapat di pastikan jika tangan pria itu patah sekarang.


Terlihat dari suara teriakan pria itu yang dapat mengalahkan suara music yang keras di bar tersebut.


Suara riuh terlihat jelas sekarang. Suara teriakan, suara orang berkerumun dan suara music disco yang tak juga di matikan meski tahu ada keributan yang terjadi di bar tersebut.


Satu- satunya yang membubarkannya adalah seorang Police yang tiba- tiba masuk.


‘ kenapa bisa tepat sekali- ketika aku telah mengalahkan semuanya?’ batin Ray dengan smirk smile nya.


Tentu saja karena ada yang membayar para aparat hukum tersebut.


“ tidak dimanapun, ya? Bahkan, sekarang hukum bisa di permainkan oleh siapapun yang bisa membayar hukum.” ucap Ray bergumam.


“ apa maksud kalian? Asal kalian tahu, kalian tidak bisa seenaknya menuduh orang. Aku ini hanya membela diri.” ucap Ray berdalih.


“ membela diri? Lalu bisa seenaknya melukai orang?” tanya Police tersebut. Melihat kantongnya yang tebal pasti ada yang sudah membayar police tersebut.


‘ tak heran jika police sekarang gendut- gendut.’ batin Ray remeh.


“ jika aku tidak membela diri- mereka lah yang akan melukai ku.” ucap Ray.


“ kau tidak bisa membantah, tuan turis asing!” kesal police tersebut.


“ Ada apa ini?!” ucap seseorang menghentikan aksi police gendut tersebut.


“ salam pak.” police tadi langsung memberi hormat. Kelihatannya police yang di beri hormat itu pangkat nya lebih tinggi dari Police yang ingin menahan Ray.


‘ sial! Kenapa atasan kemari? Aku terpaksa membagi dua uang ini agar ia melepaskan kedua pria tadi karena teman mereka membayarku tadi.’ batin Police tersebut.


” Pak, turis ini membuat kekacauan...” namun belum sempat police itu mengadu- sebuah tamparan di layangkan ke mukanya.


“ apa kau tak tahu siapa orang ini? Orang ini adalah orang penting! Salah satu pemilik dari perusahaan terbesar di Indonesia! Dan kau mau menangkapnya karena membela diri?” ucapan Jendral Police tersebut membuat Police yang hendak menangkap Ray menjadi pucat pasi. Ia sengaja meminta jendral police tadi tidak mengatakan identitas dirinya karena tidak ingin apa yang terjadi hari ini sampai bocor keluar.


“ tu.., tuan..., maaf.., maafkan saya. Saya terlalu buta untuk mengenali anda.” ucap Police tersebut dengan gugup dan gemetar.


“ tentu saja.” ucap Ray kepada Police tersebut lalu melirik para pria yang membuat gara- gara pada Ray.


“ asal kalian tahu saja! Jika kalian memiliki kenalan aparat hukum- apa kalian pikir aku tidak mengenal aparat hukum? Dan jika kalian membandingkan soal uang. Menurut kalian- apakah kalian bisa mengalahkan aku dalam hal keuangan?” ucap Ray remeh.


Mood Ray telah di buat semakin kesal di bar tersebut.


Padahal, niat awal Ray datang ke Bar tersebut adalah menenangkan dirinya. Setelah membayar pesanannya, Ray bergegas mengambil jass nya dan memilih keluar dari Bar tersebut. Ray sempat melihat Police tadi masih ada di depan Bar tersebut masih mengelus kedua tangannya. Ray yakin jika police tersebut baru saja menjilat seseorang.


Ray pun membisikkan sesuatu saat melewati police tersebut.


‘ tuan Police, kau pasti mendengar jika aku membawa Drone kecil yang dapat merekam kemanapun aku pergi.


Dan asal kau tahu, tuan- aku memiliki bukti jika kau di bayar seseorang untuk membela orang yang salah.’ bisikan Ray membuat police tersebut mundur menjahui Ray.


“ saya yakin jika anda masih ingin bekerja. Anda masih memiliki istri, anak dan orang tua yang harus di cukupi.


Jadi jika anda masih ingin bekerja- jadilah aparat yang jujur dan adil. Jika tidak, bukti rekaman tadi akan langsung membuatmu di mutasi ke pedalaman Papua..” ucapan Ray membuat police tadi tersungkur. Ia tahu, Ray memiliki Kuasa untuk membuat Police itu berada di ujung tanduk. Antara di pecat atau di mutasi ke pedalaman.


**