
Ada yang bilang jika buah jatuh tak jauh dari pohonnya- dan itu adalah kata yang cocok untuk anak- anak Allan. Siapa yang menyangka jka Emily lah yang meneruskan sifat Allan yang seorang troublemaker. Meski tak bisa di bilang benar- benar si pembuat masalah.
Karena kebiasaan keluarganya yang keras membuat Emily enggan berdekatan dengan lawan jenis. Berbeda dengan Ray adik kembarnya yang menanggapi lawan jenis yang berusaha mendekatinya dengan senyuman dan berusaha menolak dengan halus- Emily memilih memberi penolakan secara nyata kepada orang yang mendekatinya.
Masalahnya adalah; Emily itu mewarisi wajah yang rupawan seperti Allan dan tubuh berisi dengan pundak yang tegak dan senyum yang manis seperti Rena namun memiliki sifat yang arogan yang di warisi oleh Allan. Hanya kepada keluarganya dan orang yang disukainya saja- Emily menunjukkan kelembutannya namun kepada orang yang tak di sukainya Emily menunjukkan taringnya seolah tak ingin di dekati. Emily dan Raymond sedari kecil memang di sekolahkan di sekolah yang berbeda, Emily yang menyukai seni sedari dalam kandungan memilih untuk bersekolah khusus seni saat masuk ke sekolah menengah pertama berbeda dengan Ray yang memilih bersekolah di sekolah umum.
Meski tak bisa di bilang pembully seperti Allan namun Emilly masih ingat betul jika pada saat sekolah dulu ia sering di sebut penguasa. Ia di sukai hampir oleh semua wanita karena berani pada semua orang dewasa juga berani pada para anak lelaki yang berusaha mengganggu para wanita. Namun hanya satu pria yang selalu menarik perhatian Emily kecil.
Emily hampir tak mengingat namanya karena memang waktu yang sudah berlalu lama sekali. Emily hanya ingat jika pria kecil itu dulu sangat gendut dan jadi korban bully- berbeda dengan Allan kecil yang menjadi pelaku pembullyan- Emily paling benci dengan pembullyan sehingga Emily memilih membela sang pria gendut itu dan menghajar para pembully yang membully pria gendut itu.
“ kau tak apa- apa?” tanya Emily kecil setelah para pembully itu kabur.
” a..., aku, aku tak apa- apa.” ucap Pria gendut itu.
“Kau harusnya melawan! Badan mu bahkan lebih besar dari mereka.” ucap Emily menyilangkan lengannya di dada nya.
“ tapi tak ada yang berakhir baik melawan dengan kekerasan.” ucapan pria gendut itu membuat Emily menjadi kesal dan memarahi pria gendut itu.
“pengecut! Selamanya kau akan memilih lari dari pada menghadapi.” ucap Emily kesal dan memilih meninggalkan pria gendut tersebut.
Setelahnya selama beberapa hari Emily tak lagi tahu bagaimana kabar si gendut itu di karenakan menemani Rena dalam kelahiran Erick. Yang Emily tahu adalah pria gendut itu secara tiba- tiba menyatakan perasannya kepada Emily yang kala itu masih berumur 15 tahun. Emily bukan membeda- bedakan orang namun sedari dulu ia memang enggan berdekatan dengan lawan jenis, meskipun kenyatannya Emily juga bukan pecinta sesama jenis namun sekali lagi rasa enggan hadir di dalam hati Emily karena takut jika orang- orang yang mendekatinya hanya karena ia adalah saudara dari penerus juga direktur dari Ash group.
Allan dan Rena pun tak pernah memaksa Emily untuk mencari kekasih karena mereka tahu itu semua tergantung dari hati dan mereka juga tahu jika kebanyakan orang yang mendekati Emily bukan karena cinta namun ingin menggaet keluarga Ashton dan menjadikan bank berjalan mereka.
***
Sekarang bertahun- tahun setelah, Emiy menatap pada selembaran undangan Reuni.
“ bagaimana kabar si gendut sekarang? Apakah ia akan kembali di bully pada saa reuni nanti?” tanya Emily bermonoloq.
‘ kurasa aku tak perlu memakai hal yang rumit seperti Dress, cukup dengan terusan baju China Modern yang memiliki belahan kaki di kedua sisi untuk berjaga jika si gendut akan kembali di bully.’ batin Emily mencari terusan yang di maksud. Meski dinamakan terusan China, baju yang di design oleh Rena ini lebih seperti Dress kebanyakan namun memang memiliki hiasan khas China dengan kedua belahan kaki di kedua sisinya namun pada bagian atasnya sangat melekat pada tubuh dan tanpa lengan. Emily juga memilih Blazer bewarna senada untuk di pakai menutupi pundaknya dengan stocking tebal menutupi pahanya jika ia benar- benar harus melakukan aksi membela diri.
“ kau mau kemana sayang?” tanya Rena pada putrinya tersebut.
“ pesta reuni mom.” ungkap Emily mencium pipi Rena.
“ pesta? Kau lebih terlihat mau bersiap perang, Em.” ungkap Rena.
“ memang mom.” ucapan Emily membuat Rena terkejut.
“ astaga! Kau mau berperang dengan siapa, Em? Kenapa tidak tunggu daddy atau saudara mu?” ucap Rena panik.
“ come on, Mom. Kau tidak lupa jika daddy sedang sibuk bolak- balik dari perusahaan ke Swiss untuk menjenguk Andre begitu juga dengan Erick yang masih di Swiss mengurus Andre sementara Ray kini di Indonesia karena meninjau proyek perusahaan kita yang ada di sana. Lagi pula yang aku maksud perang karena teman sekolahku dulu merupakan korban pembully an. Aku hanya berjaga- jaga jika ia akan di bully lagi di reuni nanti.” ucap Emily menjelaskan.
“ oo. Kau bukan jadi pelaku pembully an kan?” tanya Rena.
“ tentu saja tidak, memangnya aku daddy?” geram Emily membuat Rena tertawa kecil melihat putri satu- satunya itu meninggalkannya menuju garasi mobil.
“ ayah dan anak sama saja.” ucap Rena tertawa geli melihat tingkah Emily semakin mirip dengan Allan- bahkan arogansinya saja sama.
‘ sekarang apa yang harus kulakukan? Patricia menemani Andre. Panggil Alicia atau Angelica saja buat menemaniku.’ batin rena mengambil handphone nya.
0o0
hai hai hai
sebenarnya setelah ini author mau buat kelanjutan kisah Ray dan kisah Emily akan author buat seasson sendiri. tapi kisah Ray sedikit buntu sie jadi author nyisipin kisah Emily langsung.
sementara Ray malah menjadi selingan. niat utama author sie buat ray dan Berta menjadi tokoh utama namun mengingat judul karya adalah the troubemaker atau sang pembuat masalah maka cerita ini di buat lebih meluas dengan beberapa generasi si pembuat masalah. sementara Ray sendiri adalah pria yang perfeksionis sehingga rasanya kurang tepat kalau jadi the troublemaker makanya kisah Emily yang meneruskan sifat Allan juga Andre yang seorang Casanova ikut Author masukkan.