
“Berta, keliatannya kau tidak terlalu terkejut ketika kami datang untuk melamarmu.” Heran Emily. Saat ini,
mereka sedang dalam perjalanan menggunakan mobil. Karena keluarga Alan ikut membawa Andre dan Tama, mereka memilih menggunakan dua mobil sekarang, Berta satu mobil dengan Ray dan Emily juga Allan dan Rena, Lalu, Ayah Berta. Lalu, mobil yang di kendarai Alan adaPatricia, Alicia, Angelica, Andre dan Tama.
“Erm.., ya.., karena saya juga erm menyukai Ray.” Jawab Berta malu.
“Apakah kau juga tahu jika Ray juga menyukaimu?” heran Emily. Ray pun juga ingin tahu. Apakah yang memberi tahu Berta adalah teman- teman Berta? Ancaman Ray tidak membuat teman- teman Berta takut?
“Saya tahu baru- baru saja.” jelas Berta
“Apa? Kapan?” Heran Ray.
“Saat kita berada di perusahaan saham teman ku. Saat setelah aku ke kamar mandi aku mendengar jika kau menyukaiku.” ucap Berta malu- malu.
‘Ap?’ Jadi itu alasan mengapa Berta tidak terlalu terkejut saat Ray melamarnya?
‘Aku meminta teman- temannya merahasiakan perasaanku namun ternyata aku yang membocorkan perasaanku sendiri.’ Batin Ray kesal.
*
“Ngomong- ngomong, kita mau kemana, tuan.” Tanya Rena.
“Jangan terlalu sopan begitu. Panggil saja saya pak Angga. Begitu ucap Ayah Berta.
” baiklah, sekarang, kita mau kemana, pak Angga.” Rena mengulangi ucapannya.
“Kita akan ke Boyolali. Di sana tinggal saudari dari mamanya Berta yang paling tua.” jelas Ayah Berta.
“Ibumu berapa bersaudara?” tanya Ray.
“Termasuk ibuku jadi 7 bersaudara. Namun, beberapa sudah tiada. Tinggal, Budhe Ani, Budhe Tatik, Budhe Diah dan pakdhe San. Yang berada di Boyolali adalah budhe Ani.” Jawab Berta.
“ budhe? Pakdhe? Heran semua orang bule tersebut.
“ budhe itu untuk panggilan Bibi dan pakdhe untuk panggilan paman.” jawab Rena.
“ ooo.” jawab mereka serempak.
“ Karena menikah, kebanyakan saudara jauh Berta semua tersebar ke seluruh Indonesia. Saya rasa untuk menyebarkannya butuh waktu tidak hanya satu atau dua hari saja.” ucap ayah dari Berta.
“Atau kita titipkan saja?” Saran Berta.
‘ lagi pula aku tidak begitu dekat dengan keluarga Ibuku.’ batin Berta.
“Aku rasa kita langsung memberikannya langsung saja. Akan lebih sopan seperti itu. Lagi pula, itu juga bisa memperkenalkan aku secara langsung ke keluargamu.“ ungkap Ray.
‘Dan dari sana aku bisa menilai sendiri seperti apa keluargamu. ‘Batin Ray.
**
“Wah, ada apa, Ngga? Oq, tumben mampir kemari?” Sapa bude Ani.
Ayah Berta pun menyampaikan maksud kedatangannya.
“Wah? Sekarang si Etta mau nikah.” Puji Bibi dari Berta tersebut.
“Makasih Bude.”
"Mana Bule lagi. Beruntung banget, Ta. Dah gitu ganteng banget lagi." Puji Bibi dari Berta sambil mencubit lengan Ray.
"Apa ia membenciku? Mengapa ia mencubitku?" heran Ray mengelus lengannya yang tercubit.
'Itu memang kebiasaan ibu- ibu di Indonesia- tandanya ia gemas padamu." jelas Berta.
"What? Aku bahkan sudah hampir berkepala 3." heran Ray.
'Itu hanya kebiasaan ibu- ibu di Indonesia- kau harus tahan, son." Ucap Allan.
"Apa daddy dulu juga merasakan hal yang sama?" tanya Emily.
"Kurang lebih." tapi tidak se- ekstream keluarga Berta. Batin Allan.
Setidaknya, keluarga jauh Berta yang satu ini tidak tinggi hati- Berta pun kelihatannya cukup sayang kepada bibinya yang satu itu.
"Keluarganya San udah kamu kabari, Ngga?" Tanya Bibi dari Berta tersebut.
"Oh? Belum. Kan sama- sama satu kota- jadi kasih undangannya terakhir saja." ucap ayah dari Berta tersebut.
'Pst..' Ray berbisik.
"Ada apa?" Heran Berta.
"Perasaanku ajah atau ayahmu memang tidak suka dengan keluarga paman mu?" Tanya Ray.
" Erm.., ya.
Dari nenek ku ada sudah tidak suka. Nama istri dari pamanku namanya adalah bibi Lis. Ia sombong dan katanya, pernah ada kejadian dimana mereka tidak pernah meminjam barang namun, tiba- tiba barang nenekku ada di kediaman mereka." Begitu jelas Berta dalam bahasa Ingrish- agar bibi Ani dan sepupu Berta tidak mengerti Berta berbicara apa.
'Mereka memiliki sifat kleptomania ya?' Geram Ray.
"Ya, sejujurnya, paman Santoso dulu dekat dengan ibuku, namun pada saat pembagian hak wariasa- pamanku yang awalnya dekat dengan mama ku malah menusuk mama ku dari belakang dan menjatuhkan mama ku. Itu sebabnya papa ku tidak menyukainya."
Mendengarnya, Allan dan Rena mulai mengerti mengapa Berta tidak bisa tidak dekat dengan keluarga nya sendiri.