
*
Setelah dari Boyolali- mereka lalu melajukan mobil mereka menuju ibukota. Mengabarkan adik dan kakak kandung Berta yang berada di ibu kota. Sang kakak sudah menikah dan memiliki satu anak perempuan.
Terlihat jika Berta sedikit canggung pada kakak ipar nya- meski terlihat jika Berta cukup menghormati kakak kandungnya. Tak heran, terlihat jika kakak nya cukup bertanggung jawab dan Berta pun cukup menyukai keponakan kecilnya. Ya, Berta memang menyukai anak kecil. Bahkan keponakan kecilnya sampai menangis ketika Berta hendak pamit pulang.
Setelahnya lah yang membuat wajah keluarga Ashtoon dan keluarga Wijaya mulai berkerut.
Adik Berta yang sombong dan besar kepala- begitupun dengan beberapa keluarga besar lain nya yang mereka temui setelahnya.
Dan saat akhirnya saat mereka tiba di bandung, Ray mulai kehabisan kesabaran ketika kalurga Berta untuk kesekian kalinya bertanya;
“ apa pekerjaan Berta dan apa pekerjaan Ray.”
Biasanya, Ray akan berkata jika ia adalah atasan Berta.
Namun, karena ada salah satu anaknya yang ternyata juga bekerja di ASH- Group dan menyadari siapa itu Ray juga keluarga Ashton membuat Ray langsung menyilangkan kakinya dan menunjukkan jati dirinya.
“ dia adalah Ray Ashton, ma. Direktur utama sekaligus pewaris sah dari Ashgroup.” ucap anak tertua keluarga Berta di Bandung.
“ ap.., apa? Benarkah?” ucap bibi Berta dengan suara bergetar- tak percaya.
“ ya.” jawab Ray menunjukkan sifat asli nya.
“ Be.., Berta, bukankah kau bilang ia atasanmu?” heran ayah Berta.
“ bukankah direktur juga atasanku?” tanya Berta.
Membuat Andre menahan tawanya mendengar ucapan Berta.
“ kau memang luar biasa.” kekeh Andre membuat Patricia menyikut pinggang Andre.
Membuat semua orang yang berada di sana- ralat maksudnya keluarga Berta menjadi menciut. Tak heran sedari awal, mereka hanya tahu menyombongkan apa yang mereka miliki tanpa sadar jika apa yang mereka miliki hanya bagaikan sebutir debu di hadapan keluarga Ashton.
Dan yang awalnya menyombongkan apa yang mereka miliki pun berubah menjadi berbasa- basi menyanjung wajah keluarga Ashtoon. Dan Berta paling tidak suka dengan acara jilat- menjilat seperti yang dilakukan keluarganya saat ini.
Tampak jika Berta tengah menguap- entah karena bosan atau mengantuk. Membuat bibi nya menyadari dan berusaha tampak terlihat baik di hadapan keluarga Ashtoon.
“ Ta. Kalau kamu mengantuk tidur saja di atas.” ucap bibi dari Berta.
Berta tak menjawabnya hanya langsung pergi untuk ke atas lantai dua. Ray yang mengetahui jika Berta hendak ke pergi hanya mencekal tangannya dan menjatuhkannya ke pangkuannya.
“ ini acara kita, mau kemana kau?” tanya Ray.
“ aku mengantuk!” jawab Berta berontak.
“ tidurlah disini, jangan kemanapun.” jawab Ray membenamkan wajah Berta di pelukannya.
Alasan mengapa Ray melakukan hal ini agar memperlihatkan jika Ray memanjakan Berta dan agar keluarga Berta tidak lagi meremehkan Berta.
Jika kami sebagai orang luar saja bisa jengah terhadap keluarga Berta- bagaimana dengan Berta yang tahu seluk beluk keluarganya. Tidak hera jika Berta bisa tidak menyukai keluarga Besarnya.
Berta yang polos tentu saja tidak menyukai keluarga besarnya yang selalu memandang derajat sebagai strata. Di hadapan orang yang tampak di bawah kaki mereka- mereka akan mendongakkan wajah mereka dan tidak segan- segan merendahkan sesama keluarga namun di hadapan orang yang tampak berkuasa- mereka bagai anjig yang siap menjilat kaki kami.
...Mulai bosan?...
...Bentar lagi tamat koq😳...
...Tenang ajh...
...Maaf author jarang up...
...Soalnya fokus di karya author yang banyak peminat nya😅...