
Akhirnya Patricia menceritakan segalanya, soal dirinya yang ingin mendekatkan Tama pada Andre karena ingin merubah sifat anaknya yang seorang casanova hingga kejadian yang menimpa Tama atas apa yang di lakukan Andre, dan Tama yang memutuskan untuk pergi dari negeri nya untuk terlepas dari Andre.
“ ia mengingatkan aku pada kisahmu dulu, kak. Dulu kau juga nekat ke Indonesia sendirian hanya untuk mencari kak Rena.” ungkap Patricia menyeruput coffee nya.
“ ya, anakmu itu juga sama- sama menyangkal perasaannya dan menyesal karena telat menyadari perasaannya.” ucap Allan tertawa karena mengenang masa lalu.
“ yang berbeda hanya Andre itu seorang casanova sementara anda itu orang yang menganggap cinta itu suci dan sakral.” ungkap Denny ikut menimpali.
“ kisahnya juga mengingatkan aku akan kata- kata Rena soal kata daerah di Indonesia.” ucap Allan mengingat- ingat.
“ maksudnya geting nyanding? Yang katanya benci jadi cinta?” tanya Denny.
“ yap.” ucap Allan yang tahu jika Andre awalnya menolak kehadiran Tama.
“ ngomong- ngomong kenapa kalian tak mengatakan saja dimana gadis itu melakukan study nya?” heran Allan.
“ kami ingin ia berusaha dulu dan merasakan perjuangan mencari cintanya.” jawab Patricia.
“ ya, kami hanya ingin agar ia lebih menghargai apa yang ia miliki. Dan kami juga ingin ia mengetahui betapa beratnya jika kita sudah merasa kehilangan.” timpal Denny.
“ ya. Kalian benar. Ngomong- ngomong, ini sudah jam 7. aku harus kembali atau nyonya besar akan marah karena aku tak menyantap masakan buatannya.” ucap Allan melihat jan di tangannya.
“ ya, sampaikan salamku pada kak Rena dan anak- anak kalian.” ucap Patricia.
***
sementara itu di belahan bumi lainnya, atau lebih tepatnya di Swiss.
Swiss, Negara yang berbatasan dengan Jerman, Prancis, Italia dan Austria kerajaan kecil Liechtenstein. Negara yang menggunakan 4 bahasa dalam 1 negara- bahasa Jerman, Prancis, Italia, dan bahasa Romansh. salah satu negara maritim di Eropa.
Tepat jam 10 pagi Andre tiba di bandara International di Swiss. Beruntung Swiss sedang mengalami musim semi meski Andre masih merasakan udara dingin menyambutnya begitu tiba di negara maritim tersebut.
Andre menatap berlembar- lembar nama univeritas yang memiliki jurusan Kedokteran juga Psychology. Ada juga beberapa lembar print- printan Apartement yang berada di sekitar campus yang akan di tuju Andre.
‘ sebenarnya, kenapa aku harus sampai melakukan ini? Hanya untuk minta maafkah?” batin Andre.
Pikiranya memang bertanya begitu, namun tubuhnya seolah bertentangan dengan pikirannya. Tanpa lelah Andre bertanya dari satu campus ke campus yang lain. Dari satu apartement menuju apartement yang lain. Tak mempedulikan bagaimana keadaannya sekarang, yang ia ingini hanya satu yaitu menemui Tama.
Entah sudah berapa hari Andre terus mencari, berapa campus yang ia temui- hanya untuk mencari satu wanita. Hanya satu wanita tak ingin yang lain. Wanita yang di akui Andre bukan seleranya namun dapat membuat Andre tak lagi ingin wanita yang lain. Semenjak ia merasakan darah pertama wanita itu- ia tak lagi haus akan wanita. Hanya ada satu wanita yang begitu di damba seorang casanova- Andre Wijawa dan itu adalah Tama- hanya dirinya.
‘ suatu hari nanti..., suatu hari nanti aku akan menambahkan nama belakangku di belakang namanya.’ batin Andre sambil terus mencari keberadaan wanita yang begitu ia rindukan. Yang ia cari- cari tanpa mempedulikan dirinya. Seorang casanova yang di kenal tampan itu seolah menghilang dalam diri Andre hanya karena darah pertama seorang wanita.
0o0
hayati author lelah jadi ga ada sapa seperti biasa ya hanya ada up >_<