The Troblemaker Is My Boss

The Troblemaker Is My Boss
Episode 11 Nina



Di sisi lain ada Nina teman sekaligus musuh dalam selimut Rena yang sudah mencari tahu dimana Rena bekerja. Nina dan Rena sama- sama berada di campus yang sama namun jurusan yang berbeda. Jika Rena sangat ahli dengan mengetik computer, Nina berkebalikannya, ia termasuk wanita yang gagap teknologi, bahkan meski ia menggunakan handphone keluaran terbaru, ia masih bingung menggunakannya, dan semua aplikasi di handphone- nya itu tentu saja hasil dari meminta tolong pada temannya. Nina bahkan pernah meminta tolong pada Rena untuk membantunya membuat kartu absent- nya.


Itu sebabnya di saat Rena lulus ia bisa bekerja sebagai seketaris dan Nina yang tidak yakin bisa mengimbangi kehidupan kantor yang serba canggih dan modern memilih menjadi pengajar. Dan disinilah dia sekarang. Setelah mencari cave dekat tempat Rena bekerja, ia menunggu atasan Rena yang dilihatnya kemarin.


Dan tepat saat Allan keluar untuk istirahat Nina mengikutinya dan membuat skenario tidak sengaja bertemu.


“ ya, ampun. Kalau tidak salah anda atasan Rena- kan?” ucap Nina sok akrab.


“ kebetulan aku tidak ada teman makan, maukah anda menemani saya?” ucap Nina, ia yakin jika Atasan Rena akan menyukainya.


Karena begitulah dasar dari kepercayaan diri Nina. Wanita itu cukup cantik, berbeda dengan Rena. Nina memiliki tinggi yang semampai, kulit putih dan bentuk wajah yang oval.


Namun kelihatannya pesona Nina tidak mampu mempengaruhi hati Alan, mendengar Nina mengatakan hal itu, Allan hanya menyunggingkan tawa mengejek dan tak mempedulikan Nina.


“ nona, masih banyak bangku kosong disekitar sini.” ucap Allan tanpa memandang wajah Nina.


“ ap? Tuan. Saya sudah berada disini, kalau anda tidak ingin menemani saya biarkan saya duduk disini.” ucap Nina. Allan memilih tidak mempedulikan Nina.


“ kak Allan.” pengacau lainnya datang.


“ apa yang kakak lakukan disini?” ucap Patricia.


“ seperti yang kau lihat aku sedang makan siang.” ucap Allan tak kalah acuh. Nina hanya memandang wanita yang terlihat akrab dengan pra yang didepannya ini.


‘ kak? Oh adiknya. Bagaimana kepribadiannya bisa begitu berbeda?’ batin Nina melihat pakaian yang digunakan Patricia.


“ ah, saya Nina teman wanita kakak- mu.” ucap Nina berbohong.


“ ah, bohong. Bukankah kekasih kakak itu yang kemarin, siapa? Rena?” ucap Patricia, ia memang menyukai Allan, namun Allan hanya menganggapnya adiknya. Dan wanita ini memang bukan perempuan jahat yang akan merebut sahabat kakaknya itu. Sejujurnya patricia juga hanya menganggap Allan hanya kakaknya namun sebagai wanita ia juga mengagumi wajah Allan yang tampan itu sebabnya mengetahui Allan belum memiliki kekasih ia mengejar Allan.


“ ia hanya bawahan kakak, mu.” ucap Nina tertawa mengejek.


“ nona, jika kau berbohong, bukankah seharusnya kau bekerja sama dengan partnermu, aku bahkan tidak menyetujui kata- katamu. Dan lagi pula dia bukan adikku.” ucap Allan meneguk coffee- nya.


“ ayo patricia.” ucap Allan meninggalkan Nina yang bahkan belum memesan makananya. Nina melirik Allan yang merangkul Patricia meninggalkan cave dan terlihat Patricia yang menjulurkan lidah mengejek padanya.


“ aku tidak suka wanita itu.” ucap Patricia duduk di kursi penumpang.


“ aku tidak menyuruhmu menyukai wanita itu.” ucap Allan tanpa menatap Patricia.


“ kakak memang lebih baik bersama dengan Rena, wajahnya memang tidak secantik wanita ular itu tapi setidaknya sifatnya lebih terhormat. Wanita tadi bahkan sempat meneriaki- ku sebelum kita pergi meninggalkan cave itu.” adu Patricia, karena memang begitulah yang terjadi.


“ aku tidak perlu restu darimu untuk berkencan dengan siapapun Patricia, aku akan mengantarmu pulang, biar kakak- mu yang memarahi mu keluar dengan pakaian seperti itu.” geram Allan meski dalam hati ada perasaan senang. Bukan hanya dia saja yang menyukai sifat Rena. Patricia bukanlah wania yang mudah menyukai seseorang, tentu karena sifanya yang bebas. Jika Patricia bisa menyukai Rena berarti ada sesuatu yang ada dalam diri Rena yang pantas dicintai.


‘ wanita menyebalkan itu tidak terlihat seperti Rena yang gampang dikerjai.’ batin Patricia yang tidak diketahui Allan.