The Troblemaker Is My Boss

The Troblemaker Is My Boss
S2 kencan?



Jika Ray berpikir, pergi berdua itu pasti seperti kencan kebanyakan. Maka pikiran Ray sama sekali salah. Disini Ray dan Berta memang duduk berdua, namun mereka saling berhadapan dan yang mereka obrolkan tak jauh dari pekerjaan. Jika biasanya saat berbincang dengan pekerja nya, kebanyakan pegawai wanita akan mengobrol jauh dari pekerjaan dan lebih ke pembicaraan pribadi dan Ray selalu menanggapinya acuh tak acuh.


Disini Ray malah berharap jika Berta akan meninggalkan obrolan seputar pekerjaan sejenak dan mengobrol lainnya seperti kencan normal lainnya.


‘sial.’ batin Ray menyeruput jus- nya.


“ lho? Ta?” panggil sebuah suara.


“ Daniel?” jawab Berta.


‘ siapa?’ batin Ray pada sosok pria.


“ aku pikir kau masih di LN.” ucap pria itu.


“ ya, kebetulan aku sedang ada tugas lapangan di sekitar sini.” ucap Berta tersenyum.


“ ini.” tanya Pria itu menatap Ray tidak suka.


“ ini..., atasanku di kantor.” ucap Berta.


“ mr. Ini Daniel.” ucap Berta kepada Ray.


“ dia kekasihku.” ucapan Berta membuat Ray menatap kembali wajah pria yang di katakan kekasih Berta.


‘ dia sudah memiliki kekasih? Apakah itu sebabnya ia tak terpengaruh pesonaku.’ batin Ray kecewa.


“ Daniel, ini atasanku di kantor.” ucap Berta.


“ Daniel.” ucap Daniel menjulurkan salam.


“ Ray.” ucap Ray menerima uluran tangan Daniel.


“ sedang apa kau disini?” tanya Berta.


“ aku menemani Fredy mencari makan.” ucap Daniel jujur.


Tampak setelahnya seorang pria- mungkin teman dari Daniel.


“ aku sudah selesai membeli, ayo pulang, Lho Berta?” ucap teman pria dari Daniel.


“ hai Fredy.” ucap Berta melambaikan tangan.


“ kau disini?” tanya Fredy.


“ hem, ada urusan proyek di sekitar sini.” ucap Berta.


“ begitu, ya sudah. Lagi pula niat kita hanya membeli untuk di bungkus, kita tinggal dulu ya, ayo bro.” ucap Fredy.


“ ya. sudah dulu ya.” ucap Daniel.


“ dia kekasihmu?” tanya Ray.


“ ehem.” ucap Berta santai.


“ dia tampak lebih tua darimu.” tanya Ray menatap Daniel yang mulai menjauh.


“ ya, dia beda sepuluh tahun dariku.” ucap Berta jujur.


“ what? Sepuluh? Dia lebih tua dariku?” ucap Ray tak percaya.


“ sudahlah, ayo kita bahas pekerjaan kita, tuan.” ucap Berta menatap Ray jengah.


Setelahnya tampak jika Ray terlihat lebih diam dari biasanya, ia bahkan memilih menghentikan peninjauan proyek lebih cepat dari yang dia ingini. Ray memang sengaja memilih memajukan peninjauan proyek karena ingin tahu tempat tinggal Berta sekaligus mengunjungi keluarga Berta serta menarik perhatian orang tua Berta tentu saja. Tapi semua rencana itu harus pupus karena ternyata Berta sudah memiliki kekasih. Ia memang menyukai Berta, tapi tak ingin memaksanya.


“ kenapa adikku ini jadi lebih lesu dari biasanya?” tanya Emily melihat wajah adiknya yang terlihat lesu, padahal sebelum berangkat ke Indonesia untuk meninjau proyek di sana Ray terlihat sangat semangat.


“ aku sedang tak ingin bertengkar, Em.” ucap Ray memilih menutupi wajahnya dengan selimut.


“ apa ini ada hubungannya dengan Berta?” tanya Emily.


“ ap? Bagaimana kau tahu? Apa Andre yang memberi tahumu?” ucap ray tak percaya.


“ tidak, aku sudah menemuinya lebih dahulu ketika melukis ditaman, sebelum bertanya pada Andre untuk mengetahui di bagian mana ia bekerja.” ucap Emily duduk di kasur Ray.


“ apa tanggapanmu mengenai Berta, Em.” tanya Ray yang melihat Emily tidak terganggu dengan keberadaan Berta.


“ dia orang yang tulus, aku menyukainya.  Kau tahu? Ia berbeda dengan orang kebanyakan yang ingin mendekati kita karena status keluarga kita. Ia bahkan enggan ketika aku membelikannya barang mahal.” ucap Emily mengenang.


“ dia memang istimewa.” ucap Ray tersenyum.


“ lalu apa yang membuat adik kembarku ini bersedih? Kau harusnya senang- untuk pertama kalinya kau bisa berdekatan dengan lawan jenismu.” ucap Emily menepuk pundak Ray.


“ dia sudah memiliki kekasih.” ucap Ray lirih.


“ hum? Tak heran, ia manis dan bentuk tubuhnya memang bagus.” ungkap Emily bersandar pada sandaran kasur.


“ apa itu sebabnya ia tak terpengaruh pada pesonaku?” tanya Ray.


“ kurasa bukan karena itu. Kau tak melihat jika meski pandai, ia sedikit polos? Ia bahkan tak menyadari ada banyak pasang mata meliriknya ketika aku mengajaknya ke mall. Ia bahkan tak tahu jika Erick menyatakan perasaannya dan mengira jika adik kecil kita itu memujinya cantik.” ucap Emily.


“ ia sudah bertemu dengan Erick?” tanya Ray.


“ ia sudah bertemu dengan keluarga kita- daddy juga Mommy yang kebetulam mengunjungi mall yang sama dengan yang aku kunjungi karena ingin membuat pesta penyambutan kepulangan Erick.” ucap Berta.


‘ bagus, itu berarti aku tak perlu bingung tentang tanggapan keluargaku. Nilai Berta sudah positif di mata mereka.’ batin Ray.


“ apa aku masih memiliki kesempatan, Em?” tanya Ray.


“ tentu, mereka hanya sepasang kekasih belum pasangan sehidup semati yang terikat tali pernikah. Asal kau tidak menikung hubungan mereka dan bersikap layaknya teman atau sahabat.


Dekati Berta dan buat nilai baik di hatinya. sehingga ketika mereka putus suatu hari nanti- tak ada perselisihan karena kamu melamar Berta.” ucap Emily.


Ray hanya menatap langit- langit kamarnya. apa yang di katakan kakak kembarnya itu benar, dengan menjadi teman- itu bisa membuatnya menjauhkan Berta dari orang yang ingin mengganggunya- ralat maksudnya menjauhkan Berta dari para lelaki yang Menyukai Berta. Sebenarnya bisa saja ia langsung menyingkirkan kekasih Berta sekarang- yang bagi seorang Raymond Ashton hanya butiran debu, namun ia tak ingin membuat Berta membencinya.


“ oke, mungkin hanya itu yang bisa kukatakan, kau tahu sendiri aku juga tak pernah memiliki kekasih.” ucap Emily turun dari kasur king size Ray.


“ tak apa, itu sudah membuat hatiku menjadi lebih baik, sister.” ucap Ray.


“ you’re welcome.” ucap Emily tersenyum.


“ ngomong- ngomong, akhir pekan Mommy mengadakan pesta penyambutan Erick- mungkin kau bisa menggunakan kesempatan itu untuk dekat dengan gadis pujaanmu.” ucap Emily sebelum menutup kamar Ray.


Ray hanya tersenyum seolah memikirkan rencana yang akan ia lakukan untuk mengajak Berta ke pesta yang akan di adakan Rena.


0o0


hai! hai!


tak lupa author menyamampaikan untuk tak lupa ninggalin jejak ya ^_^