The Troblemaker Is My Boss

The Troblemaker Is My Boss
s2 Berta



Ray hanya mendengarkan beberapa kolega Berta yang menyombongkan tentan kehidupan masing- masing, lalu arah matanya menatap ke calon istrinya yang tampak bosan mendengar para keluarga besarnya menyombongkan dirinya masing- masing, sekarang Ray mengerti mengapa Berta tak begitu dekat dengan keluarga besarnya.


Ray hanya tak percaya; bagaimana bisa sikap dan sifat keluarga Berta bisa sangat erbeda dengan wanita itu?


***


“ Apakah kau sudah mempersiapkan segalanya?” Tanya Ray yang menatap ke arah Berta. Tampak wanita itu tengah memakai pakaian yang rapi namun bukan pakaian kantor. Hanya kaos lengan panjan yang melekat pada tubuhnya dengan rok span yang menonjolkan pantat sekalnya di tambah dengan highell sungguh menopang pesona Berta meski saat ini wanita itu hanya menggenakan riasan tipis sekalipun.


“Sudah! Sesuai perjanjian awal, jika perjanjian ini berhasil teman saya akan memberi komisi sebesar 10% dari banyaknya saham yang anda beli.” Ungkap Berta menatap layr tablet nya.


“Kenapa kau memakai bahasa yang Formal lagi? Ini bukan di kantor.” Geram Ray.


“Maaf, kebiasaan ketika menatap Tab kerja.” Ucap Berta sebagai alasan. Wanita ini memang berdedikasi tinggi pada pekerjaannya sehingga ketika di hadapkan pada pekerjaanya- otomatis ia akan memperlihatkan profesionalitasnya.


“Baiklah, karena ini memang menyangkut pekerjaan jadi aku maafkan. Apakah masih jauh kantor tempat temanmu bekerja?” Tanya Ray mengendarai mobil yang baru saja di belinya, namun pria itu hanya beralasan jika ia menyewanya pada Berta. Karena Ray tahu jika Berta tak suka hal- hal yang mewah dan boros. Ray yakin jika wanita itu akan menolak naik mobil yang di kendarai Ray saat tahu pria itu langsung membelinya untuk memudahkan Ray mengantar Berta kemana- mana.


“Tidak, tepat setelah melompati Rel kita telah sampai di perusahaanya. Perusahaannya memang hanya menyewa tempat di sebuah mall dan tidak memiliki perusahaan sendiri.”


Tak butuh lama bagi Ray sampai di tempat yang di tujukan Berta. Sementara Berta menunggu temannya, Ray memilih menunggu di dalam mobil Sport nya. Tampak Ray yang mengintip ke arah Berta yang di hampiri temannya.


‘ tunggu! Teman yang di maksud ternyata seorang pria?’ ucap Ray kesal. Belum selesai Ray pada kekesalannya namun Berta segera menghampiri Ray yang hanya berdiri di depan pintu ruangan para karyawan.


“ namanya Arie. Ia yang akan menangani dalam proses pembelian saham anda.” ucap Berta sekali lagi menunjukkan ke profesionaitasnya.


Tampak terlihat jelas rasa tak pecaya di wajah teman pria yang di bawa Berta ini- ketika Berta berhasil membawa salah seorang untuk di ajak bekerja sama dalam proses pembelian saham ini.  Terlebih melihat mobil yang di kendarai Ray saat ini. Bugatti Chiron berwarna hitam dop yang di datangkan langsung dari Perancis. Memang sedikit mahal, tapi lebih baik memesan langsung pabriknya dari pada memesannya dari sales di Indonesia. Selain karena ada kemungknan onderdil nya akan di curangi- Ray malas berurusan dengan cara sales yang berputar- putar agar mendapat untung lebih.


‘ jelas saja, wanita ku lebih banyak bekerja bukan banyak bicara.’ batin Ray yang sudah meng klaim jika Berta adalah wanita nya. Ray yakin jika teman dari Berta ini tak percaya jika wanita itu sungguh- sungguh berhasil membawa klien untuk perusahaan saham mereka.


 Sementara entah mengapa Berta merasa merinding seolah merasa ada yang membicarakannya.


0o