
“ apa? Pria itu sungguh keterlaluan!” kesal Emily.
“ kasihan Berta. Apakah ia baik- baik saja?” tanya Rena.
Ya, setelah Ray menenangkan Berta- Ray telah memberi kabar jika ia ingin segera melamar Wanita itu- kepada keluarganya.
Saat ini, Ray tengah rapat dengan keluarganya di sebuah hotel yang di sewa mereka di dekat rumah Berta.
“ setelah menenangkannya, saat ini Berta tengah tidur, mom. Itu sebabnya aku langsung kemari- saat kalian mengatakan jika kalian telah tiba di sini.” ucap Ray.
“ apakah keluarganya juga memandang gadis itu dengan sebelah mata?” tanya Allan yang telah di beritahu keadaan sesungguhnya oleh Ray.
“ kau akan tahu sendiri setelah melihat dengan mata dan mendengar dengan telinga kepala kalian sendiri, dad.” ungkap Ray.
“ jadi.., apa rencanamu?” tanya Rena.
“ aku ingin kalian tidak mengatakan soal siapa kita sesungguhnya, aku yakin Berta pun tidak suka menyombongkan siapa kita sesungguhnya. Aku ingin kalian melihat betapa angkuhnya keluarga Berta. Dan saat tahu siapa kita sebenarnya, aku yakin keangkuhan itu membuat mereka terjatuh yang bahkan tak bisa mendongak lagi- hanya untuk menjilat kaki Berta.” ucap Ray menceritakan rencanya.
“ baiklah, kebetulan Andre pun telah pulih. Setelah menunggu keluarga mereka kita segera akan melamar Berta.” ucap Allan.
**🌸🌸
Ting! Tong! Suara bel rumah di bunyikan.
“ lho? Ada apa? Apakah Berta tidak memberi kunci cadangan?” tanya ayah Berta. Ya, yang membukakan pintu memang ayah Berta.
“ saya hanya ingin melamar Berta.” ucap Ray.
‘ melamar?’ apa yang di pikir ayah Berta sangat berbeda jauh dengan lamaran pernikahan yang di maksud Ray- pria itu berpikir jika yang di masud Ray adalah soal pekerjaan.
“ Berta!” panggil Ayah Berta.
“ lho? R.., maksudku tuan? Kenapa anda datang dengan keluarga anda?” tanya Berta. Ada ayah Berta sekarang- pria itu hanya tahu jika Ray adalah atasan Berta- saat ini.
‘ lho? Mereka keluarga atasan Berta?’ heran ayah Berta saat melihat keluarga Ray. Tak heran jika ayah Berta tidak mengira maksud dari kata- kata lamar yang Ray maksud. Rena dan Allan masih terlihat sangat muda meski telah memasuk kepala 5.
Ayah Berta hanya mengira jika Allan dan juga Rena hanyalah teman sekerja Ray dan Berta.
‘ jadi maksud lamaran adalah..’ batin ayah Berta.
“ saya ingin melamarmu.” ucap Ray.
“ lamar? Kita akan berkencan?” tanya Berta.
‘ kenapa ia santai sekali?’ tanya Emily.
‘ antara ia yang terlalu polos atau Berta sudah tahu perasaan Ray.’ bisik Rena.
“ tidak! Aku ingin langsung menikahimu.” jelas Ray.
“ Apa!” Berta terkejut. Pasalnya, ia memang tahu jika Ray menyuka wanita itu- namun, Berta tak menyangka jika Ray akan langsung melamar wanita itu.
“ kau tak mau?” tanya Ray.
” bu..., bukan itu maksudku! Kita bahkan belum berkencan! Bagaimana bisa kita langsung menikah?” heran Berta.
“ kita sudah mengenal lama. Dan aku rasa aku sudah cukup mengenalmu untuk sebelum akhirnya menikah.” ucap Ray.
“ ta..” ucapan Berta terbungkam karena Ray segera mencium Berta- tepat di hadpan kelurga mereka.
‘ dalam hal ini ia mirip denganmu, kak.’ bisik Patricia kepada Allan.
“ terima kasih.” ucap Allan.
Berta tak tahu harus melakukan apa. Ia memang biasa berciuman dengan Daniel- namun ini kali pertama ia berciuman dengan orang lain- apa lagi di depan orang banyak seperti yang terjadi saat ini.
“ nah, sudahkan? Anggap saja itu sebagai tanda jika kita sudah jadian. Makanya sekarang aku mau
melamarmu.” cap Ray mengajak Berta untuk duduk di tengah- tengah orang tuanya.
“ aku hanya tak ingin kehilangan kesempatan.” jawab Ray mudah.
“ apa dulu uncle Allan juga seperti Ray, Aunt?” tanya Berta kepada Rena.
“ keberaniannya sie sama.” jawab Rena.
“ dari pada berani Allan itu lebih cenderung ke nekad.” jawab Alan.
“ uhuk.” ayah Berta berdehem. Ia memang melihat jika atasan Berta ini menyukai Berta- namun, ia tak menyangka jika Berta sudah dekat dengan keluarga atasannya.
“ jadi kedatangan kalian kemari untuk melamar Berta?” tanya ayah Berta.
“ ya, sebagai orang tua kami tidak akan memaksa untuk melangsungkan pernikahan dengan adat manapun. Jika Berta ingin menggunakan adat Jawa kamipun akan menerima. Namun karena saudari kembarnya ingin menikah bersama- sama dengan Ray, setelah melakukan pernikahan adat kami akan melakukan pernikahan bersama dengan pernikahan modern.” ucap Allan berbicara.
“ saudari kembar?” heran Ayah Berta.
“ a.., kita belum saling berkenalan. Saya adalah Allan- saya adalah ayah dari Ray. Dia Rena istri saya, lalu ini adalah Emily saudari kembar dari Ray. Lalu ini adalah sahabat saya, Alan, lalu ini adiknya; Patricia. Ini anak mereka Andre. Lalu yang sedang mengandung itu adalah calon istri dari Andre.” ucap Allan panjang lebar.
‘ calon istri? Mengandung? Mereka belum menikah namun sang wanita sudah mengandung?’ batin ayah Berta heran.
“ sebenarnya kami masih memiliki anak lagi, namun karena ia masih bekerja- saya rasa ia baru akan datang saat pernikahan kakak nya.” ucap Rena.
” begitu.., tapi, bukankah kalian melamar Berta sangat mendadak sekali, apakah kalian sudah memiliki tabungan untuk menikah?” tanya ayah Berta.
“ tabungan? Kami memiliki uang yang lebih dari cukup untuk menikahkan kedua anak kami, tuan.” heran Allan.
“ uncle. Bukan begitu maksud ayah saya.” ucap Berta bingung menjelaskan. Tentu saja untuk seorang Allan Ashtoon tak perlu menabung dulu untuk menikahkan 2 orang. Untuk menikahkan satu kampung saja- pria itu lebih dari kata mampu.
“ honey, orang indonesia- terutama yang memiliki adat jawa; para wanita lah yang membayar pernikahan.” ucap Rena menenangkan suaminya.
“ apa? Wanita yang membayar pernikahan? Lalu apa yang laki- laki lakukan? Hanya menyumbang s****a begitu?” ucapan Allan yang ceplas- ceplos membuat ayah Berta yang malu.
“ di jawa, itu sebagai adat untuk melepas anak perempuan. Karena setelah pernikahan itu, para keluarga perempuan sudah menyerahkan tanggung jawabnya kepada mempelai pria. Itu sebabnya sebagai gantinya- pihak keluarga perempuan akan memberi pernikahan yang mewah dan meriah sebagai ganti tanggung jawab terakhir mereka.” jawab Berta menjelaskan.
“ oo, kalau soal itu, anda tidak perlu khawatir, tuan. Meski nanti Berta akan memilih pernikahan adat Jawa, kami tetap yang akan membayari pernikahan sepenuhnya.” ucap Allan.
“ begitu? Ta, bukankah kau masih memiliki kekasih?” heran Ayah Berta.
“ kemarin ia membuat masalah di rumah, yah. Lalu meminta putus.” ucap Berta kesal.
“ baru putus sehari lalu menikah dengan orang lain?” heran ayah Berta.
“ jangan salahkan Berta. Sesungguhnya, saya sudah menyukai Berta sedari lama, namun saya tidak ingin merebut Berta karena tak ingin ia membenciku. Itu sebabnya aku selalu menunggu ia pisah dari kekasihnya.” ucap Ray menggenggam tangan Berta.
“ kenapa tidak minta putus saja dari Daniel dari dulu, ta?” heran Ayah Berta.
“ ayah, Daniel itu orang yang keras kepala. Aku sudah berkali- kali ingin putus namun ia menolak. Itu sebabnya aku satu- satunya cara adalah mengeluarkan kata putus itu sendiri dari mulutnya.” ucap Berta.
“ yang berlalu biarlah berlalu. Sekarang, yang penting kita menikahkan anak kita.” ucap Rena menengahi.
“ kau mau menikah pakai adat jawa? Atau Modern, Berta?” tanya Allan.
“ saya rasa adat Modern saja, uncle. Meski saya tinggal di jawa, ayah saya orang Bali. Sementara, saya juga tidak terlalu begitu fasih bahasa keduanya.” ucap Berta.
“ kalau begitu, ada baiknya kita memberikan langsung undangan sekaligus memberi tahu para keluarga besar, Ta.” ungkap Ayah Berta.
“ soal itu tenang saja, kita sudah menyiapkan undangannya. Hanya soal nama dan tempat mereka tinggal sekarang.” ucap Emily menunjukkan beberapa undangan. Sebenarnya, bisa saja Ray meminta bantuan Alan- uncle nya, namun, tidak sopan namanya jika Ray sampai melakukan hal itu. Lagi pula, Ray tak ingin Berta membenci nya karena mengetahui jika Ray telah menyelidiki wanita itu dan keluarganya.
“ kalau begitu, kalian menginaplah, setelah itu besok kita berangkat.” ucap Ayah Berta.
“ besok? Kenapa tidak sekarang saja? Kita membawa mobil dan bila lelah, kita bisa menyewa hotel.” begitu ucap Ray.
“ baik- baik, aku rasa ada yang tidak sabar, ha?” ucap Berta.
Ray hanya tertawa.