The Troblemaker Is My Boss

The Troblemaker Is My Boss
S2 bertemu ayah Berta



“ maafkan aku.” ucap Berta tertunduk lesu.


“ apa kau tak membawa kunci rumahmu?” tanya Ray.


“ aku melupakannya di hotel. Apa kita langsung makan di restoran saja?” tanya Berta.


“ tidak perlu, kita sudah sampai sini, kita tunggu ayahmu sebentar.” ucap Ray.


“ kita sekalian membahas soal Proyek tadi saja.” ucap Ray menenangkan Berta yang tampak merasa bersalah.


Dan tidak sampai 10 menit Ayah Berta pulang kerumahnya.


“ lho, Ta? Sudah pulang? Ayah pikir kau masih di LN?”ucap ayah Berta.


“ iya, kebetulan aku sedang ada proyek di dekat sini. Oh iya kebetulan ini Ray, atasanku.” ucap Berta.


‘ kenapa kau tak bilang aku Direktur?’ heran Ray dengan suara rendah, setelah menerima salam dari ayah Berta.


‘ jika aku mengatakan kau direktur, ayah akan menjodohkanmu padaku dan memamerkannya pada seluruh keluargaku.’ bisik Berta.


‘ bukannya itu bagus?’ heran Ray. Karena memang itu tujuan Ray datang ke rumah Berta.


‘ kau mau ayahku menyukaimu karena pangkatmu, bukan karena benar- benar menyukai mu?’ tanya Berta. Ray tak bisa menjawabnya. Benar, jika ia mengakui jika ia direktur, apa yang ia lakukan tak ada bedanya dengan orang lain yang berusaha mendekatinya karena statusnya.


“ ngomong- ngomong setelah ini aku masih mau membicarakan bisnis dengan atasanku, ayah tolong temani dia, sementara aku berganti baju.” pinta Berta.


“ setelah ini kau tak usah memakai baju formal, pakai baju bebas saja.” pinta Ray.


“ tidak enak rasanya, jika anda memakai baju formal sementara saya memakai baju bebas.” ucap Berta.


“ tenang saja, aku membawa baju ganti di bagasi mobil.” ucap Ray.


“ tuan, anda mau saya di bicarakan tetangga saya karena berkencan di luar sana dan menjadi berita yang menyebar sampai ke Negeri kita?” tanya Berta.


“ kau benar! Gosip bahkan lebih cepat dari pada paket kilat. ” ucap Ray dengan kengerian arti kata gosip.


“ welcome to Indonesia.” tawa Rena meninggalkan Ray dengan ayah nya.


“ maafkan sifat Berta yang suka blak- blakkan padahal anda atasan dia.” ucap Ayah Berta setelah Berta masuk kedalam rumah.


“ tidak masalah.” ucap Ray.


“ ngomong- ngomong, anda sangat suka tanaman, ya?” tanya Ray yang melihat beragam tanaman di rumah Berta.


“ bisa di bilang begitu, saya sudah tua, dan ingin menghabiskan masa tua saya dengan memanfaatkan title saya.” ucap ayah Berta.


“ apa title anda?” tanya Ray.


“ Sarjana pertanian, meski kebanyakan ilmu saya memang saya serap kembali dari YT.” ucap ayah Berta.


“ menurut saya, itu tetap keren, anda bisa lebih mengembangkannya dan menjual bibit hasil tanaman anda.” ucap Ray yang melihat hasil tanaman di rumah Berta lebih subur juga lebih besar dari tanaman biasa.


“ yah, sebenarnya ini cuma sekedar hobby. Jika ada yang menginginkannya, bisa mengambilnya, lagi pula semua bibit ini gratis. Terkadang saat saya bepergian dan melihat biji tanaman berserakan saya akan mengambilnya, misal seperti di sekitar orang berjualan jus atau mungkin tumbuh liar di jalanan.” ucap Ayah Berta.


Akhirnya cerita mereka mengalun- hingga Berta selesai berganti baju dan mungkin membenarkan riasannya.


“ luar biasa.” keluar dari mulut Ray.  Sementara pikirannya berkata‘ Cantik.’


“ kalau begitu kita berangkat dulu, ayah.” ucap Berta mencium tangan ayahnya.


“ kita berangkat dulu.” ucap Ray melakukan hal yang sama kepada ayah Berta.


“ kenapa kau mencium tangan ayahku?” heran Berta.


“ kau juga melakukannya.” ucap Ray ringan.


“ karena dia orang tuaku,  sedangkan kau itu bukan keluarga ku.” ucap Berta.


“ oh, begitu, ya.., maaf.” ucap Ray dengan senyum kikuk.


“ tak usah pedulikan dia, ia memang sedikit somplak bin koplak.” ucap Berta menyender pada pagar besi yang tingginya hanya sebatas dada Berta.


“ apa itu somplak bin Koplak?” tanya Ray.


“ artinya ganteng dan tampan.” ucap Berta tersenyum dan Ray pun membalas dengan senyuman juga. Namun sedetik kemudian tangan besar Ray meraup wajah mungil Berta.


“ kau pikir aku tak tahu artinya?” tanya Ray menguyel wajah Berta.


“ aku cuma bercanda, boss. Ampun.” ucap Berta tertawa sambil mengatupkan kedua tangannya.


“ jangan bercanda begitu pada atasan Ta. Tidak sopan.” ucap ayah Berta menasehati Berta.


“ tidak apa- apa, pak. Biar tidak terlalu suntuk, lagi pula kita berada di luar kantor.” ucap Ray membela.


“ ya sudah kita benar- benar pergi dulu, yah.” ucap Berta.


“ Ta. Nanti ayah akan mengunjungi apartementmu di LN, masih sama dengan yang dulu, kan?” tanya Ayah Berta.


“ ya, main saja. Ayah masih punya kunci cadangannya, kan?” tanya Berta.


“ ya.” ucap ayah Berta.


“ kau tinggal di apartement?” tanya Raysaat sudah di dalam mobil.


“ ya, apartement murah meriah, aku tak yakin seorang direktur sepertimu mau mengunjungi nya.” ucap Berta basa- basi setelah agak menjauh dari rumahnya.


“ aku bertanya karena aku ingin mengunjunginya.” ucap Ray jujur.


“ apa setiap direktur memang ingin tahu tempat tinggal pegawainya?” tanya Berta.


“ erm.., ya?” tanya Ray ragu.


“ jangan terlalu sering mengunjungi tempat tinggalku, aku tak ingin para pegawai mengataiku, bisa berada di posisi ini karena dekat dengamu.” ucap Berta mengawasi tab nya.


‘ lagi pula, aku tak yakin- apa saudariku yang tak bisa dekat dengan orang asing itu bisa dekat denganmu.’ batin Ray membenarkan kata- kata Berta.


0o