The Troblemaker Is My Boss

The Troblemaker Is My Boss
Episode 17 Allan dan Rena



Allan Ashton terlahir dari keluarga yang tidak harmonis, ayahnya adalah pemilik sekaligus pendiri dari Ash group dan ibunya adalah perancang design ternama, orang tuanya menikah bukan lantaran cinta, melainkan karena pernikahan bisnis semata sekaligus pernikahan untuk menjalin kerjasama kontrak dari kedua belah pihak. Lantaran menikah bukan karena cinta, kehamilan ibu Allan adalah kehamilan yang tidak di inginkan. Namun ibu Allan tetap tidak mau menggugurkannya karena tidak mau namanya tercoreng dan tidak ingin publik tahu jika dirinya pernah menggugurkan anaknya sendiri.


Di mata publik mereka terlihat satu keluarga yang utuh, namun tidak dengan didalam, ayah dan ibunda Allan selalu sibuk dengan pekerjaannya masing- masing, Allan kecil hanya di urus oleh baby sister yang juga tidak mengasuhnya dengan kasih sayang. Lantara tidak pernah mendapatkan kasih sayang itulah Allan kecil selalu melampiaskan kekesalannya di sekolahnya.


Ia selalu membuat onar, tidak ada guru yang tidak takut dengannya, bagaimana tidak, sedari kecil Allan sudah berani dengan orang dewasa dan yang pasti tidak ada guru yang berani menegurnya lantaran orang tua- nya adalah donatur utama sekolah Allan. Kebanyakan anak laki- laki seolah mengatakan dia pemimpin mereka karena keberaniannya melawan orang dewasa dan Allan selalu senang dengan perhatian yang mereka berikan seolah memuja Allan. Namun berbeda dengan Rena, Rena kecil seolah acuh atau mungkin sebenarnya takut pada Allan dan tidak berani memuja Allan dari dekat.


Namun bukan hanya itu saja yang membuat Rena selalu menjadi korban pembully- an Allan. Allan selalu kesal jika mengetahui Rena selalu di jemput oleh keluarganya- nya. Ayah Rena selalu datang saat pembagian Raport Rena dan selalu mengelus kepala Rena dengan sayang saat Rena mendapat nilai bagus. Segala perlakuan yang tidak pernah di dapat dari orang tuanya, bahkan saat Allan kecil menerima pembagian raport yang datang adalah asisten dari ayahnya, padahal yang di inginkan dari Allan kecil adalah pujian dan jika pujian itu sangat mahal keluar dari mulut orang tuanya, Allan kecil juga ingin mendapatkan perlakuan seperti yang Ayah Rena lakukan, Allan ingin sekali kepalanya di elus oleh orang tuanya sendiri.


Hal itu seolah menjadi momok yang menyebalkan bagi Allan ketika melihat Rena, mengapa harus Rena? Tentu saja karena Rena berbeda dari teman- temannya, berbeda dengan teman- temannya yang orang tuanya juga pebisnis dan selalu sibuk, Allan tak pernah melihat orang tua lain memperlakukan anaknya seperti yang orang tua Rena lakukan pada Rena, jika tidak di tunggu baby sister- nya, para orang tua kaya hanya akan memberikan uang yang banyak dan membelikan apa yang mereka mau. Sementara mereka sibuk dengan gadget- nya.


Keluarga Rena memang sederhana, namun kesederhanaan itu selalu terlihat membahagiakan di mata Allan. Tawa Rena saat bersama dengan keluarganya selalu membuat Allan iri dan mungkin itu sebabnya Allan selalu menargetkan Rena menjadi korban pembully- an. Pernah suatu kali Alan kecil menuduh Rena mengambil barangnya, hal itu di lakukan Allan untuk menghajar Rena, mendangnya, Rena kecil hanya menangis.


Dan hal itu selalu menjadi penyesalan ketika Allan dewasa, kelakuannya saat kecil selalu di tutupi Allan agar tidak merusak kolerasi bisnis yang kini sedang di bangun Allan. Semenjak ayahnya tiada, Allan- lah yang menggantikan ayahnya. Allan dulu memang pembuat onar namun meskipun begitu dirinya adalah pribadi yang cerdas, tidak sampai 1 tahun ia berhasil mengembalikan perusahaan ayahnya seperti sedia kala, bahkan di tangan Allan perusahannya menjadi lebih berkembang seperti sekarang. Allan mencari teman- teman semasa SD- nya dan mengancam untuk tidak membocorkan masa lalu Allan, namun sepertinya Allan melupakan Rena.


Yang awalnya ingin mengancam Rena yang bagi Allan hanya butiran debu berubah menjadi rasa terpesona apa lagi melihat Rena yang dengan mudahnya menenangkan anak kecil hanya dengan menggendongnya. Seumur hidupnya bahkan dalam pikiran Allan sekalipun Allan tak menyangka bisa jatuh hati pada Rena yang dulu pernah di bully- nya.


Dan kini Allan mengajak Rena bermain lagi kerumah Alan untuk bermain dengan Angelica, anak Alan.


“ kelihatannya Angelica benar- benar menyukai Rena.” ucap Alicia yang melihat monster kecil- nya itu menangis karena Rena hendak pulang.


“ bagaimana jika kau menginap disini, nanti kalo Angelica sudah tidur kau akan di antar oleh Allan.” goda Alan yang hanya di balas tatapan menusuk dari Allan namun tidak dihiraukan.


“ tapi ayah saya menunggu di rumah.” ucap Rena jujur.


“ tidak, awalnya ayah saya sangat galak apa lagi ketika saya nakal waktu kecil.” ucap Rena jujur. Tatapan tak percaya datang dari Allan.


“ apa? Kelihatannya ayahmu sangat sayang padamu.” ucap Allan yang ingat betul alasan dirinya dulu selalu membully Rena kecil. Membuat Rena sedikit terkejut karena seolah Boss- nya itu tidak terima.


“ maksudku waktu aku kerumah- mu, ayahmu tidak terlihat galak.”


“ ah.., itu baru belakangan ini saja. Sebenarnya cara ayah saya dalam mendidik cukup keras, pernah saya di pukul dengan rotan hingga menangis. Itu sebabnya saya berusaha keras agar ayah saya tidak sampai kecewa, apa lagi dulu saya tidak suka belajar.” ucap Rena tertawa, kelihatannya keluarganya juga tidak seharmonis yang Allan kira, ia jadi merasa bersalah karena dulu membully- nya karena mengira dirinya memiliki keluarga yang bahagia.


Mendengar Rena mengatakan ‘ tidak suka belajar’ membuat Allan tersenyum simpul, ia jadi ingat betapa teledornya Rena kecil dulu, bahkan saat pelajaran komputer di saat yang lain sudah masuk ia bisa tidak sadar dan malah asik meneruskan bermain pasir- nya.


“ kau tidak suka belajar? Tapi aku dengar kau adalah seketaris Allan. Bukankah itu berarti kau cukup mampu sampai di angkat Allan sebagai Asisten.” ucap Alicia yang tidak tahu duduk perkara- nya. Allan sedikit memalingkan muka, merasa tidak enak karena awal ia menerima Rena hanya ingin mengancamnya.


“ ah? Setelah saya lulus kuliah, ibu saya tiada, selama ini ; dimana saya sekolah, mau melakukan apa atau kapan boleh menjalin asmara semua di tentukan oleh ibu saya. Dan saat ibu saya tiada saya baru mulai menyadari bakat saya, apa yang saya inginkan dan karena saya melakukannya karena saya menyukainya saya menyerap segalanya dengan cepat satu hal yang saya ketahui bahwa saya sangat suka hal yang berhubungan dengan pekerjaan saya sekarang.” ucap Rena, membuat Allan menjadi semakin merasa bersalah. Ternyata selama ini apa yang ia pikirkan tentang Rena salah.


“ bahkan menjalin asmara saja juga di batasi ibumu? Aku yakin Allan adalah satu- satunya kekasihmu.” ucap Alicia. Rena hanya tertawa seolah mengiyakan.


“ ehem, ini sudah sore lebih baik aku membawanya pulang.” ucap Allan membawa Rena menuju mobilnya, akhirnya Alan dan Alicia melambaikan tangan melihat Allan membawa Rena pulang.


“ kita malah tidak jadi bekerja, tuan. Apa saya harus lembur?” ucap Rena tersenyum. Allan bersyukur membawa Rena kerumah Alan, meski Allan menjadi sasaran ribuan pertanyaan setidaknya ia jadi tahu siapa Rena sebenarnya, salah dulu jika dirinya membenci Rena hanya karena keluarganya terlihat bahagia, ternyata ada drama tersendiri di keluarga Rena yang tidak semua orang tahu, ternyata semua keluarga punya drama- nya sendiri.


Hanya saja Rena tampak lebih tegar saja, berbeda dengan Allan yang selalu melampiaskannya dengan kekerasan.