
Jam menunjukkan pukul 6 sore, setelah selesai menyelesaikan beberapa urusan akhirnya Allan memilih pulang. Rena lebih dulu pulang saat jam pulang kantor dan juga karena telah menyelesaikan document yang harus ia urus. Allan benar- benar tidak menemukan cara untuk memecat Rena, progres yang bagus, disiplin datang bahkan sebelum jam masuk kantor dan belum pernah absent setelah hampir sebulan bekerja di kantor.
Dalam perjalanan pulang, ia tidak sengaja melihat siluet Rena dan seorang lelaki.
‘ huh! Apakah itu kekasih yang dia ceritakan?’ batin Allan. Namun baru mau mobilnya melintasi sepasang kekasih itu, mata Allan juga melihat sosok perempuan lain memarahi Rena.
Seketika itu juga, Allan menghentikan mobilnya dan mendekat ke arah 3 orang yang sedang bertengkar itu.
“ Rena.” panggil Allan mendekat kearah Rena.
“ Tuan?” jawab Rena tampak bulir air mata keluar dari mata Rena.
“ siapa dia Ren?”
“ ia atasan- ku, Dika.” ucap Rena.
“ kenapa ia menangis?” tanya Allan.
“ ini urusan kita, tuan. Bawahanmu ini telah merebut kekasih saya.” ucap seorang wanita yang tadi kelihatan meneriaki Rena.
“ kita telah berakhir, Nina!” teriak pria yang Allan yakini kekasih Rena.
“ tapi aku masih menyukai- mu, Bae. Aku tahu kau hanya menggunakan Rena untuk membalasku.” ucap Nina merangkul Dika, kekasih Rena.
“ jadi,Mr Dika, anda mau memilih siapa? Rena atau wanita itu?” ucap Allan menengahi.
“ tuan tidak mengerti. Wanita ini menuduh saya selingkuh padahal dia- lah yang selingkuh.” ucap Dika menceritakan masalahnya.
“ saya tidak peduli, yang saya tanyakan anda memilih wanita itu atau Rena?” ucap Allan dengan aura yang menekan. Dika tidak menjawabnya.
“ bagaimana denganmu Rena?” tanya Allan menatap Rena yang masih menangis.
‘ ia tidak mungkin menangis hanya karena pertengkaran di jalan seperti ini, apa yang wanita itu katakan sampai Rena menangis?’ batin Allan menatap wanita yang masih meneraki Dika.
“ mr Dika, sekali lagi aku bertanya, kau mau memilih Miss Nina atau Miss Rena?” ucap Allan dengan bahasa yang sopan namun penuh penekanan.
“ anda harus memilih Mr Dika, atau anda akan kehilangan keduanya.” Dika tidak menjawab.
“ Dika, jika kamu tidak bisa mengatakan perasaanmu mungkin lebih baik kita kembali menjadi teman, Dik. Soal uang yang pernah aku pinjamkan aku tidak memaksamu melunasi- nya, jika kamu ada uang dan mau menyerahkannya aku akan menerima, atau kau memilih untuk melupakannya juga aku tidak masalah.” ucap Rena meninggalkan Dika tanpa menunggu laki laki itu menjawab.
“ huh, wanita murahan, sudah kuduga alasan Dika tidak mau berpisah karena pernah meminjam uangmu.” ucap Nina menyunggingkan senyum mengejek. Karena sedang berdebat dengan Dika dan Rena, Nina tidak menyadari soal Allan, setelah memenangkan pertengkaran ini ia baru menyadari sosok Allan yang tampan.
Allan mengejar langkah Rena.
“ kau kesini naik apa?” tanya Allan.
“ diantar Dika, tuan. Saya berniat membeli camilan untuk di makan sepulang kerja namun saya malah bertemu teman seangkatan saya dulu.
“ kau dan dia pernah berteman?” tanya Allan tak percaya.
“ iya, tapi saya beda jurusan dengannya, dan yang tuan lihat penyebab saya bertengkar karena saya berkencan dengan Dika.” ucap Rena menghapus air matanya.
“ ayo pulang, aku akan mengantarmu.”
“ tidak usah tuan, saya bisa naik ojek online.”
“ ayo, aku sedang berbaik hati mau mengantar- mu.” ujar Allan merangkul pundak Rena, akhinya mau tidak mau Rena menurut ikut ke mobil Allan. Dan hal itu tidak luput dari pengamatan Nina, bahkan Nina cukup terkejut karena kendaraan yang di naiki Allan sangat mewah.
‘ sial, bagaimana wanita murahan itu bisa mengenal pria setampan itu, bahkan dilihat dari kendaraan yang di kendarainya ia pasti orang kaya, tapi dia bilang dia atasan Rena- kan? Apa aku harus kekantor Rena? Tapi aku tidak begitu suka pekerjaan kantor, kelihatannya aku harus menunggu di depan kantor Rena.’ batin Nina menyeringai, bahkan setelah membuat Rena dan Dika putus wanita itu berniat mendekati atasan Rena.
Setelah Rena dan Dika putus, bukan berarti Dika dan Nina kembali berkencan, seperti yang dikatakan Rena, Dika berkencan dengan Rena karena untuk menghindari Nina sehingga setelah Rena meninggalkannya, Dika memilih pulang sendiri meninggalkan Nina yang masih menatap mobil Allan yang meninggalkan taman kota.
“ kau sudah makan?” tanya Allan melihat Rena yang masih diam melihat Handphone- nya.
“ belum tuan.” jawab Rena menatap Allan.
“ ayo kita makan dulu baru aku akan mengantarmu pulang.” ucap Allan mengantar Rena ke resto LL.
---
yang jadi Rena