The Troblemaker Is My Boss

The Troblemaker Is My Boss
S2 apa yang terjadi?



“ ngomong- ngomong bagaimana hubunganmu dengan wanita yang kau sukai?” tanya Patricia.


“ ya, begitulah, Aunt. Ia sudah memiliki kekasih jadi aku hanya bisa mendekatinya sebagai atasan dan bawahan dan jika di luar urusan kantor aku berusaha dekat dengan nya sebagai teman.” ungkap Ray.


“ kau tidak mencoba mendapatkan Berta dengan cara curang kan?” ucap Patricia mencoba menyelidik keponakannya itu.


“ tentu saja tidak Aunt. Ia bisa membenciku. Aku menyukainya namun tak ingin memaksanya. Kata kakakku- Ia memang memiliki kekasih namun bukan terikat hubungan pernikahan, aku akan terus di sampingnya sekalian menghalau para pria yang berusaha mendekatinya dan saat kata putus ada di antara hubungannya dengan kekasihnya aku akan langsung melamarnya.” ucap Ray.


“ bagus, aku tidak ingin kau merusak hubungan wanita itu dengan  kekasihnya. Kalau kau sampai melakukan itu, akan sangat menyakitkan jika itu terjadi juga dalam kisahmu.” ungkap Patricia.


“ ya, itulah yang di ajarkan orang tuaku. Daddy bahkan menganggap cinta itu sakral.” ucap Ray tersenyum.


“ ya, kau benar, selama hidupnya kak Allan tak pernah memiliki kekasih hanya mommy mu saja satu- satunya wanita yang bisa memasuki hati daddy mu.” ungkap Patricia.


“ ngomong- ngomong kakak siapa yang kau maksud?” heran Patricia.


“ Emily.” ucap Ray.


“ ayolah, kau dan dia hanya terpaut 10 menit saja.” ucap Patricia menatap heran.


“ dia yang ingin di panggil kakak.” ucap Ray tertawa melihat pandangan bibinya.


Namun tawa renyah itu hilang tatkala mendengar tangisan seorang wanita.


“ Tama?” heran Patricia juga Ray. Melihat Patricia, Tama yang kala itu datang dengan penampilan berantakan langsung memeluk Patricia.


“ apa yang terjadi, nak?” heran Patricia memeluk Tama yang bergetar ketakutan. Saat Tama terus menangis Ray melihat Andre yang datang dari pintu masuk rumah Patricia.


“ apa yang sudah kau lakukan padanya, hah!” ucap Ray mendorong bahu Andre. Andre tak menjawabnya hanya menatap Tama dan berjalan ke arah wanita yang ketakutan itu.


“ Ta.., Tama.” panggil Andre. Melihat Andre yang mendekatinya, Tama seketika lari kebelakang tubuh Patricia.


“ apa yang sudah kau lakukan padanya, son?” ucap Patricia melindungi Tama.


“ mom, aku hanya...” ucap Andre hendak berkilah.


“ pergilah! kau tak lihat Tama ketakutan?” gertak Patricia.


Andre menarik nafas berat dan mengusap wajahnya dengan kasar. Ray menarik Andre keluar dari rumah Patricia.


“ aku hanya....” ucap Andre mengusap tengkuknya.


“ kau hanya apa?” geram Ray.


***


Lalu Andre menceritakan segalanya pada Ray.  Andre yang kala itu mengetahui jika ia telah di beri obat dari perwakilan perusahaan Long- menarik Tama keluar dari pesta itu. Setelah mengusir sopir yang di utus Mommy nya- Andre mengendarai mobilnya dengan tergesa menuju Apartement pribadinya dan ketika mereka telah sampai di Flat apartemennya, dengan segera Andre menarik Tama, mengukungnya di dinding dan dengan segera melahap bibir tipis Tama. Namun entah karena terkejut atau karena baru pertama kali, sehingga Tama tak membalas ciuman tiba- tiba Andre. Andre menarik wajahnya;


“ balas ciumanku!” geram Andre- meminta Tama untuk membalas ciuman pria itu. Tanpa mendengar penjelasan Tama, Andre kembali ******* bibir  wanita itu.


“UKH! Kau!” geram Andre karena Tama menggigit bibir pria itu.


“ tuan! Aku mohon sadarlah! Ini aku, Tama. Bukan para wanita yang berada di sekelilingmu!” ucap Tama ketakutan. Ia memang di dasari ilmu beladiri, namun ia juga tahu Andre menjalani latihan yang sama dengannya, dan ia sadar jika ia takkan bisa menandingi kekuatan laki- laki itu.


“ I don’t care.” ucap Andre mendekati Tama. Tama yang ketakutan memilih lari dari pada melakukan perlawanan yang sia- sia. Ia berencana lari menuju pintu keluar, namun Andre menghalanginya dan seketika mengunci pintunya dan menarik kuncinya, melemparkan kunci itu ke sembarangan arah.


“ aku hanya memerlukanmu untuk mengatasi pengaruh obat ini, kemarilah dan jadi pengawal yang baik. Bukankah kau di suruh mommy ku untuk selalu senantiasa berada di dekatku?” ungkap Andre dengan nafas memberat.


“ tidak! Aku lebih memilih di marahi Mrs Patricia dari pada menuruti Anda.” ungkap Tama dengan badan bergetar dan mulai menitikkan air mata.


Tama berusaha menghindar, namun Andre berhasil menangkap mini dress Tama- membuat wanita itu terjatuh karenanya. Andre mulai mengukung Tama dan merobek dress nya, melempar sembarangan sisa kain yang melekat di tubuh Tama ke lantai.


“ tuan.., aku mohon hentikan!” Ucap Tama dengan suara bergetar- saat Andre mulai melaksanakan aksinya. Entah karena reaksi obat hingga seolah ia tidak mendengar suara teriakan Tama atau mungkin karena ia yang ingin menikmati wanita yang selama ini di akui Andre tak sesuai dengan seleranya ini namun dapat membuat hati Andre bergetar tatkala melihat rupa elok wajah cantiknya ketika berdandan, juga membuat kali pertama dalam hati Andre merasa mendidih ketika ia di dekati pria lain- yang bahkan tak pernah di rasakan Andre sebelumya pada semua wanita yang pernah di temui pria itu.


Setiap gigitan yang di berikan wanita itu seolah tak menimbulkan rasa sakit pada Andre- hanya ada rasa nikmat saat milik Tama seolah mencengkram erat milik Andre. Dan saat milik wanita itu berkedut, secara reflek Andre semakin mempercepat pacu pinggulnya, menumpahkan semuanya dalam erangan dan peluh keringat, di akhiri dengan lenguhan panjang.


Dan kesadaran Andre seketika kembali, tatkala melihat miliknya yang meluber  di sertai dengan darah segar di sela milik Tama sebagian menempel di miliknya juga lantai tempat ia memadu kasih dengan wanita yang menjadi pengawal Andre tersebut.


***


hai! hai! hai!


penulis amatir udah nepati janji ya ^_^


jangan lupa reader juga ninggalin jejak ya jika udah mampir ke karya author yang jauh dari kata sempurna ini >_<