The Troblemaker Is My Boss

The Troblemaker Is My Boss
Episode 10 Perasaan Alan



Satu- satunya kesalahan Rena adalah meski di berlakukan oleh Nina sedemikian kasar wanita itu tak bisa membenci Nina. Mungkin bagi sebagian orang ada yang bilang dia munafik, namun begitulah dia. Ketika ada orang yang menganggu Rena, ia hanya akan mengeluarkannya lewat tangis setelah tangisnya reda jika orang yang tidak ia sukai tidak mencari gara- gara ia akan dengan segera melupakan kekesalannya bahkan menganggap semua yang terjadi hanya masa lalu. Mungkin itu sebabnya kenangannya dengan Allan di masa lalu dapat dengan gampang di lupakannya, selain kejadian itu terjadi sudah sangat lama tentu saja.


Akhir pekan. Allan sedang mengunjungi Alan di rumahnya, perusahaan Allan memang memberi libur 2 hari untuk pekerjanya setiap minggu. Setelah mengatakan akan mengunjungi rumah Alan, ia sekarang sedang berada di ruangan kerja Alan bersama sahabatnya itu.


Didepan Allan terdapat beberapa berkas laporan tentang Nina yang telah di kumpulkan Alan karena diminta oleh sahabatnya itu. Allan sendiri tidak mengerti mengapa ia melakukan ini.


“ kenapa kau tiba- tiba meminta mencari tahu perihal gadis ini?” heran Alan.


“ aku hanya ingin mencari tahu.” ucap Allan masih fokus pada berkas didepannya.


“ benarkah? Bukankah dia tidak ada masalah denganmu?” tanya Alan. Allan memilih tidak menjawabnya, ia tahu jika ia menjawabnya, sahabatnya ini tidak akan berhenti bertanya, ia dan adiknya sama- sama keras kepala.


“ kau menyukainya? Rena. Kau mencari tahu wanita ini karena Rena- kan.” ucap Alan mengintrogasi.


“ bukan, Alan. Aku hanya ingin mencari tahu saja.” mendengarnya Alan menarik nafas kasar. Ia akhirnya memikirkan ide cara agar melihat reaksi sahabatnya ini tanpa memaksakan dengan bertanya.


“ apa kau tahu Rena sedang sakit?” ucap Alan.


“ apa?” mendengarnya tampak wajah Allan yang terkejut.


“ badannya memang lemah, ingat? Dulu saat masih sekolah juga dia sering mimisan. Setelah ia mendapatkan tamu bulanannya ia memang akan sakit, meski jarang terjadi, hanya saat ia kelelahan atau berpikir terlalu keras.” ucap Alan melihat reaksi Allan yang terkejut. Alan bahkan melihat raut wajah cemas di wajah sahabatnya itu. Tentu saja itu bukan berita bohong, Alan telah menempatkan beberapa anak buahnya untuk menyelidiki Rena di rumahnya dan mengetahui jika wanita itu memang sedang sakit sekarang.


“ aku pulang.” ucap Allan bergegas pulang.


“ hanya untuk bertemu Rena dan memastikan wanita itu baik- baik saja?” ucap Alan memancing.


“ aku hanya ingin pulang.” ucap Allan benar benar beranjak dari rumah Alan. Melihatnya Alan tersenyum meski berulang kali sahabatnya itu membantah, apa yang ia lakukan ini jelas sudah menjelaskan segalanya.


“ sayang, Allan kemana? Aku baru saja ingin mengajaknya makan bersama tadi.” ucap Alicia, istri Alan yang tengah hamil besar.


“ kelihatannya ia sedang menemui kekasihnya.” ucap Alan merangkul istrinya agar masuk kedalam rumah mewahnya lagi.


“ Allan? Memiliki kekasih? Siapa dia sayang?” tanya Alicia penasaran.


“ haha, kau akan mengetahui- nya saat Allan menikah nanti, melihat wataknya aku yakin ia bahkan tak mengetahui perasaanya sendiri.” canda Alan.


----


Allan memang tidak pernah kerumah Rena langsung, namun bukan hal yang sulit bagi Allan mengetahui rumah Rena. Setelah didepan rumahnya ia langsung memencet bell, sekali dua kali tak kunjung di buka. Baru yang ketiga kali baru dibukakan, itupun yang bukakan adalah ayah Rena.


“ iya, siapa?” tanya ayah Rena.


“ ah, saya atasan Rena, saya dengar dia sedang sakit sekarang, itu sebabnya saya datang menjenguknya.”


“ oh, bentar. Rena. Ada atasan kamu datang.” panggil ayah Rena, ternyata kamarnya cuma beda 1 kamar setelah pintu masuk.


“ lho? Tuan? Dari mana anda tahu saya sakit? Hari ini, kan memang perusahaan sedang libur.” tanya Rena melihat Allan yang hanya menggunakan baju santai namun tetap terlihat rapi.


“ apa karena aku mengajakmu pergi hingga larut malam kemarin?” tanya Allan lagi.


“ ha ha ha, tuan. Saya memang seperti ini, jika anda tidak mengajak saya mungkin sakit saya menjadi lebih parah.” ucap Rena mempersilahkan Allan duduk di ruang tamu rumahnya.


“ ngomong- ngomong, tuan mau minum apa? Tea? Coffee?” ucap Rena menawarkan.


“ coffee gulanya 2 sendok.” ucap Allan. Baru mau Rena berbalik, kepalanya terasa ringan dan menjadi keseimbangannya menjadi limbung.


“ Rena?” ucap Allan menangkap tubuh Rena yang hampir terjatuh.


“ kau tidak apa- apa? Kepalamu sakit? pusing?” ucap Allan khawatir.


“ tidak tuan, terimakasih.” ucap Rena hendak bangun.


“ ayo kita kedokter.”


“ buat apa? Saya biasa seperti ini, istirahat satu hari juga sembuh.” ucap Rena merasa tidak enak.


“ aku memaksa, jika kau sakit bisa bisa mempengaruhi progress kerjamu.” ucap Allan memaksa.


“ ba.., baiklah, saya ijin ayah saya dulu setelah itu berganti baju.” ucap Rena mengalah.


---


Jika pakaian kantor membuatnya terlihat mempesona dengan balutan rok ketat yang memperlihatkan lekuk tubuhnya, Rena yang menggunakan celana panjang terlihat lebih segar namun tak menyurutkan pesonanya, meski wajahnya terlihat sedikit pucat karena tekanan darah Rena yang sangat rendah. Dokter mengatakan jika Rena harus istirahat selama 3 hari full. Setelah di beri obat, Allan mengantar Rena pulang.


“ saya sudah mengatakan jika saya tidak apa- apa, saya hanya perlu istirahat.” ucap Rena setelah diantar pulang.


“ aku hanya khawatir pada karyawan- ku.” ucap Allan mengalihkan pandangannya yang merah merona. Melihatnya Rena tertawa.


“ kenapa kau tertawa.” tanya Allan.


“ apa anda selalu seperti ini pada karyawan?”


“ tentu saja.”


“ tidak ada maksud lain?” ucap Rena memancing.


“ jangan berpikir macam- macam, sudah. karena aku sudah mengantarmu, aku akan pulang.” ucap Allan hendak beranjak pergi.


“ ha ha benar, anda hanya peduli pada karyawan, ya. Bodohnya saya berharap.” ucap Rena menutup pintu. Mendengarnya Allan berbalik,ingin mengetuk pintu memastikan apa yang baru saja didengarnya. Namun disisi lain hatinya penuh kebimbangan.


Apa arti dari yang dirasakannya. Kenapa ia khawatir ketika Rena sakit.Kenapa ia bisa sesenang itu mendengar apa yang di katakan Rena. Apa Allan benar- benar menyukai Rena? Gadis yang dulu cuppu? Gadis yang dulu pernah d bully Allan.