The Troblemaker Is My Boss

The Troblemaker Is My Boss
The End



Awalnya, keluarga besar Berta sedikit heran mengapa dalam undangan tersebut ada sebuah ticket keluarga.


Adapun melihat tempat pesta akan di adakan.


Tak heran, karena pesta pernikahan akan di adakan di pelabuhan di kota yang memiliki pelabuhan terbesar di Indonesia.


Hingga akhirnya mereka mengerti alasan mengapa ada sebuah ticket kapal dan mengapa pesta tersebut di adakan di pelabuhan. Tentu karena pesta Ray dan Berta di adakan di sebuah kapal Pesiar. Yang bukan hanya mewah namun sangat mewah.


Tak heran, ibarat hotel di atas laut- itulah suasana kapal yang menjadi tempat pesta pernikahan Ray dan Berta.


Ada kolam renang pribadi, kamar untuk menginap, restaurant, ballroom, dan sebagainya dan sebagainya.


Selama ini, keluarga Berta selalu melihat Berta yang kebingungan saat keluarganya menyewakan hotel padanya ketika mengunjungi mereka. Dan sekarang?


Mereka bagaikan sebutir debu di bawah kekuasaan kelarga Ashtoon. Tak heran ballrom kapal pesiar ini di sewa keluarga Ashtoon- ralat, maksudnya satu kapal ini telah disewa keluarga Ashton. Bahkan keluarga Berta juga mendapatkan satu kamar setiap satu kepala keluarga.


Masih menyewakan beberapa kamar untuk karyawan keluarga Ashtoon dan teman- teman keluarga Ashtoon.


Dan kini, tampak jika Ray dan Destara kini berdiri di belakang Altar sedang menunggu para mempelai wanita.


Dan konsep pernikahan kali inipun mereka menggunakan baju pengantin kembar. Dan luar biasanya adalah; Berta sendiri yang mendesign baju pengantin miliknya.


Di tenun dan di bentuk sedemikian rupa menyerupai bunga mawar yang terangkai satu persatu membentuk sebuah gaun yang melekat pada tubuh Emily dan Berta.


Menonjolkan kelebihan sang pengguna dan menutupi kekurangan sang pengguna. Di tambah sedikit rumbaian bagian lutud kebawah menambah kesan mewah dan sederhana dalam waktu bersamaan.


Lalu di setiap inch rangkaian bunga itu juga di sematkan mutiara putih terbaik yang akan semakin berkilau ketika terkena cahaya flash ketika mereka terfoto.


Ya, tak heran tentu saja ada juga wartawan yang berbondong- bondong mengabadikan fenomena pernikahan sang direktur utama Ashton sekaligus pewaris dari Ash-Group.


Kesal?


Itu tampak telihat di wajah adiknya yang awalnya besar kepala dan sombong. Dan Ray yakin jika ada seorang lagi yang kesal mengetahui jika Berta menikah dengan orang lain hari ini. Siapa lagi jika bukan mantan kekasih Berta- Daniel. Sayangnya pernikahan kami di lindungi oleh hukum dan agama.


Dan ya, Ray sudah mengantisipasi apa yang akan di lakukan pria gila itu- membawa Berta langsung ke rumahnya setelah perniahan dan takkan kebali kerumah Berta yang ada di Indonesia.


*


“ setelah ini kalian akan bulan madu kemana?” tanya keluarga besar Berta saat Ray dan Berta sudah resmi menjadi suami istri.


“ entahlah, srsuai kapal ini berlayar saja.” ungkap ray santai.


“ maksudnya?”


“ kami akan berkeliling dunia menggunakan kapal ini. Turun ke negara yang kami ingin turun dan berkeliling lagi menggunakan kapal ini.” ucap Ray santai.


“ eh? Bu.., bukankah kapal pesiar itu mahal biaya sewanya?” tanya adik Berta.


“ sewa? Siapa yang mengatakan kami menyewanya?” heran Emily.


“ ya, kapal pesiar ini milik kami.” ungkap Ray membuat keluarga besar Berta tak lagi bisa berucap.


“ Hei- Hei! Mengapa pengantin baru hanya berada di pojokan?” Andre menyela.


“ benar! Pengantin baru itu harus menikmati pesta dan jadi bintang Pesta.” ungkap Denny menyela lalu menggotong Ray dan Destara menuju kolam outdoor.


“ saudara dan uncle lucknut kalian, ya!” kesal Emily.


Destara hanya tertawa berbeda dengan Berta dan Ray yang masih ada di dalam air.


Berciuman tentu saja, sampai Berta kehabisan nafas- baru Ray mengangkat Berta menuju kamar pengantin yang sudah di siapkan.


“ apa kita perlu melakukan hal yang sama dengan yang merek lakukan?” tanya Destara.


“ tidak perlu, tapi kita juga harus segera menyusul mereka ke kamar pengantin.” ucap Emily. Destara pun mengikuti jejak Ray yang menggendong Emily keluar dari air dan menuju kamar pengantin mereka.


*


“ kenapa?” heran Ray yang melihat Berta menutup wajahnya.


“ Ray..” lirih Berta.


“ ada apa, hem?” heran Ray karena Beta tampak merasa bersalah pada pria itu.


“ I’m not still a Virgin, Ray.” lirih Berta. Mendengarnya, Ray hanya menatap Berta.


“ apakah kau marah padaku?” tanya Berta.


Namun reaksi Ray selanjutnya sangat tidak terduga bagi Berta.


“ kenapa kau tertawa? Kau tidak marah? Harusnya kau kecewa, Ray.” lirih Berta.


“ ayolah, Berta. Kau tahukan? Aku ini adalah orang barat yang menganut paham kebebasan. Tidak heran jika seorang wanita tak lagi Virgin. Aku tidak masalah.” ucap Ray menciumi air mata Berta.


“ Yang terpenting setelah menikah hanya aku yang boleh menemani kasurmu, hem?” goda Ray.


“ Ray.” ucap Berta terharu dan memulai malam pertama dengan Ray.


Entah karena milik Ray yang terlalu besar atau milik mantan kekasih Berta yang kecil namun entah bagaimana Ray tetap merasa nikmat saat bersatu dengan Berta.


Ibarat milik Berta hanya di peruntukkan untuk Ray.


Milik Berta seolah mencengkram erat milik Ray sehingga membuat segalanya terasa nikmat.


Berta pun untuk pertama kali mengerti arti nikmat dari bercumbu. Mungkin karena selama ini, mantan kekasihnya tidak dapat membuat Berta merasakan nikmat- bahkan selalu membuat Berta Frustasi karena ujung dari itu semua adalah;


Berta yang harus memuaskan dirinya sendiri dengan tangannya.


Lagi dan lagi, entah sudah berapa kali Berta mendapatka pelepasannya namun bahkan tak terlihat jika Ray ingin mengakhiri segalanya dengan mudah.


Bahkan meski keringat telah membasahi tubuh mereka sekalipun dan nafas mereka seolah tercekik karena berbagi udara- tidak ada yang mau mengakhiri segalanya dengan mudah.


“ aku mencintaimu, Roberta.” ucap Ray dalam pelepasannya.


“ aku juga mencintaimu, Raymond Ashtoon.” balas Berta.


Sementara itu, orang yang hanya dapat melihat pernikahan Berta dan ray hanya bisa menggertakkan giginya karena telah memberi pilihan yang salah kepada Berta.


Sekarang, wanita itu bukan saja dapat hidup tanpanya bahkan tampak bahagia dengan pria yang melebihi segalanya dari Daniel.