The Troblemaker Is My Boss

The Troblemaker Is My Boss
S2 orang Kaya yang aneh



“ apa kau sudah minta maaf pada gadis itu?” tanya Ray saat Andre masuk ke ruangan wakil direktur di sebelah ruangan Ray.


“ tidak!” ucap Andre malas.


“ ap? Kenapa? Kau tak mau minta maaf padanya?” geram Ray.


“ aku bukannya tak mau minta maaf, tuan direktur! Wanita itu sudah pergi!” ungkap Andre- kesal.


“ pergi?” haran Ray.


“ ya, mommy ku menyekolahkannya keluar negeri.” ucap Andre memilih menyalakan monitor laptop nya.


“ Aunt Patricia?” heran Ray.


“ ya! Siapa lagi?” geram Andre.


“ kemana?” heran Ray.


“ mommy tak memberi tahuku!” ungkap Andre dengan geram.


“ lalu kenapa kau kesal, hem? Bukankah harusnya kau senang karena kau tak lagi di ikuti wanita yang jelek dan tidak sesuai seleramu.” goda Ray yang melihat jika Andre merasa kesal. Ini kali pertama Ray melihat seorang Casanova; Andre Wijaya merasa kesal karena kehilangan satu wanita.


“ siapa yang kau bilang jelek? Hah!” ucap Andre yang kesal karena Ray mengatai Tama jelek.


“ wow! Kenapa kau marah, bro? Aku hanya mengatakan apa yang pernah kau katakan saja.” begitu bibir Ray berucap- meski pria itu kini tengah menertawakan saudara jauhnya ini dalam hatinya.


“ aku tak pernah mengatakan ia jelek. Hanya..., tidak cantik saja.” ucap Andre ragu di akhir.


Ray mencoba menahan tawanya melihat reaksi Andre.


‘ ia benar- benar telah menjilat air liur nya sendiri, huh?’


“ aku minta maaf, aku tak tahu jika Tama pergi kuliah di luar negeri. Baiklah aku akan kembali ke ruanganku, bekerjalah yang serius.” ucap Ray meninggalkan Andre yang untuk pertama kalinya terlihat serius pada layar laptopnya.


“ hum.” balas Andre sewajarnya.


‘ kurasa aku akan bertanya pada aunt Patricia langsung- apakah Tama benar- benar ke luar Negeri.’ batin Ray.


***


“ dia benar- benar aunt kuliahkan di luar negeri?” tanya Ray lewat telephone.


“ tentu saja, ini masih pertengahan bulan April sementara penerimaan mahaswa baru memulai kuliah pertama masih sekitar bulan July.” ucap Ray.


“ ya, sementara ia menginap di rumah temanku waktu aku kuliah dulu. Ia menempuh pendidikan doctor tahun lalu di Universitas yang sama yang akan di tempuh Tama, dan  ia mengambil jurusan Psychology. Aku sekalian memintanya untuk menangani Tama, aku yakin setelah kejadian itu, ada sedikit Trauma di dalam diri Tama.” ucap Patricia lirih.


“ apa ia pria?” tanya Ray.


“ tidak, ia wanita. Kau pikir aku gila? Setelah kejadian yang menimpanya ia pasti sedikit Trauma pada laki- laki- aku tak ingin ia memiliki penyakit yang sama denganmu.” ucap Patricia.


“ terima kasih pujiannya, Aunt.” ucap Ray jengah.


“ aunt bukannya mengejekmu, son. Kamu memiliki Agoraphobia- karena didikan keras Daddy mu, sehingga ketika kau menemukan wanita yang benar- benar kau sukai- yang tak mendekatimu karena tahu kau ini seorang direktur sekaligus pewaris Ash- group, kau tak merasakan phobia mu lagi. Namun jika Tama sampai memiliki Agoraphobia karena Trauma- aunt takut jika phobia nya tak bisa di sembuhkan dan membuatnya harus terus sendiri hingga masa tuanya.” ungkap Patricia.


“ ya, Aunt benar.” ungkap Ray merasa kasihan pada Tama.


Ray tak tahu jika di balik ruangan ada Andre yang berusaha mencuri dengar, dengan latihan yang sama dengan pelatihan yang di berikan seperti latihan bodyguard oleh Alan- bukan hal sulit baginya untuk mencuri dengar meski dari celah udara terkecil apapun.


‘ Swiss, ya’ batin Andre.


**


“ tuan.” panggil Berta ketika Ray telah selesai menelpon.


“ ya?” jawab Ray.


“ anda pasti sengaja membuka sedikit pintu ruangan direktur.” ungkap Berta yang melihat Andre yang berusaha mencuri dengar saat Ray ber telephone.


“ apa maksudmu? Aku tak tahu apa- apa.” ucap Ray bersenandung kecil.


‘ tak mungkin jika ia tak tahu apa- apa, ruangan ini hanya berdinding kaca. Tak mungkin kan, jika ia tak melihat wakil direktur- Andre yang terus berada di depan pintu masuk.’ batin Berta.


‘ perasaanku saja atau memang para pria kaya itu aneh?’


0o0


Hai! hai! hai!


yuk ninggalin jejak biar penulis amatir semangat upnya >_<