The Troblemaker Is My Boss

The Troblemaker Is My Boss
pov Patrucia kelanjutan hubungan



“ apa kita perlu membangunkan mereka?” sampai suara yang kuyakini dari salah satu anak buah kakakku terdengar di telingaku.


‘ ini gawat, apa kak Alan ada disini?’ batin Patricia pura- pura tertidur.


“ biar aku yang membangunkan, kau berjaga saja di depan pintu masuk jangan sampai Alan mengetahui adik nya ini bersama bawahannya.”


‘ itu suara kak Allan? Berarti kak Alan belum tahu hal ini kan?’ batinku was- was.


“ aku tahu kau sudah bangun.” ungkap Allan.


‘ ap.., apa itu ditujukan untukku?’ batinku gelisah.


“ apa anda akan mengadukan saya pada Boss Alan?” rupanya itu untuk Denny.


‘ jadi Denny juga telah bangun?’ batinku yang mengenal dengan pasti suara Denny meski pria itu belum merubah posisinya sekarang.


“ tentu saja, kau tetap harus mempertanggung jawabkan apa yang telah kau perbuat. tapi bukan berarti aku melarangmu berhubungan dengan Patricia. aku tahu cinta kalian tulus, meski kalian berbeda dalam artian derajat, namun aku tak bisa sepenuhnya melarang kalian.” ucap Allan terhenti.


“Kalian mengingatkan aku dengan hubunganku dan Rena. Dan aku tahu sendiri rasa di pisahkan dengan orang yang kucintai apa lagi hingga perasaan kami ditentang. Dan aku tak ingin Patricia mengalami hal yang sama, mungkin aku terlihat cuek padanya. Namun sejujurnya aku menyayanginya seperti adik ku sendiri.”


‘ kak Allan aku juga menyayangimu.’ batinku terharu. Setelah itu hening. Kurasa kak Allan meninggalkan kami berdua.


‘ apa yang akan terjadi setelah ini? Apakah kau akan pura- pura semua ini tak pernah terjadi?’ batinku ketika mendapati Denny hanya terdiam tak melakukan apa- apa. Sampai aku merasakan tangannya terulur ke dahiku dan menyibakkan anak sulur rambut yang menutupi wajahku.


“ entah sejak kapan kau selalu ada di hatiku, namun aku terlalu malu mengakui perasaanku mengingat aku dan kamu yang sangat berbeda. Aku hanya berharap jika jalan kita tak semakin di persulit.” ucap Denny lirih. Sangat pelan namun aku dengan jelas mendengar apa yang ia ucapkan.


Hatiku bergemuruh. Aku baru tahu jika ia juga menyimpan perasaan yang sama denganku. Tapi apakah kak Alan mau menerima Denny yang notabene hanya seorang bawahan kak Alan? Aku menangkap tangan pria itu ketika Deny hendak berlalu kekamar mandi.


“ kau sudah bangun?”tanya Denny lembut. Patricia hanya mengangguk pelan.


“ kau lelah? Mau aku pesankan makanan? Kau tadi belum makan kan?” ucap Denny lagi.


“Den..” ucapku mengantung.


“ hem?” heran Denny.


“ setelah ini bagaimana kelanjutan hubungan kita?” ucapku takut. Denny hanya terdiam,mungkin tak menyangka jia aku akan menanyakan hal itu.


“ kau khawatir?” tanya Denny lembut. Aku mengangguk. Denny menarik nafas berat.


“ patricia.” ucap Denny.


“ ya?” tanyaku menatap Denny.


“ apa kau mencintaiku?” ucapan Denny membuatku terkejut.


“ apa kau mencintaiku, Patricia?” ulangnya lagi. Aku menunduk malu.


“ jika kau memiliki perasaan yang sama denganku aku akan mempertahankanmu, namun jika kau tak memiliki perasaan padaku…”ucapnya mengantung, aku menatap wajahnya takut.


“ aku akan rela meninggalkanmu.” ucap Denny benar- benar membuatku takut. Tanpa sadar aku kembali memeluknya dengan posesif. Aku mengglengkan kepalaku.


“ jangan! Jangan tinggalkan aku.” ucapku. Tubuhku gemetar. Denny membalas pelukanku, merengkuh daguku agar menatapnya.


“ katakan kau mencintaiku, Patricia. Agar aku ada alasan untuk tetap bertahan.” ucap Denny dengan tatapan sendu.


“ I love you, Denny. So much.” ungkapku. Tanpa terasa air mata mengalir membasahi kembali pipiku.


“ kenapa kau menangis?” tanya Denny.


“ aku takut kau akan meninggalkanku.” ucap ku.Denny tertawa kecil kemudian memeluk tubuh polosku lagi.


“ sejak kapan ku menyukaiku?” ungkap Denny.


“ sejak kapan, ya? Aku sendiri tak tahu.” ungkapku masih setia memeluk tubuh Denny. Sepertinya aku akan memiliki kebiasaan baru yaitu membenamkan mukaku di dada bidangnya.


“ apaan itu?” tawa Denny.


“ aku memang tak tahu. Yang pasti saat kau tak ada aku terus mencarimu.” ungkapku malu.


“ kurasa aku juga sama, perkatan Rena yang mengatakan benci jadi cinta kurasa memang terjadi.” ungkap Denny tertawa. Sebelum akhirnya mengajak ku mandi bersama, masalah kakak mungkin bisa di bicarakan bersama kalau perlu Denny akan melakukan apa yang kak Allan lakukan. Berdiri dan memohon di depan rumahku.


0o0