The Troblemaker Is My Boss

The Troblemaker Is My Boss
pov Patricia reuni



Dan aku akhirnya bisa menemukan cara agar aku bisa bebas menatapnya.


Aku mendapat undangan reuni teman sekolah ku, sebenarnya aku tak begitu tertarik, namun aku ingin membuat Denny melihatku berdandan juga menggunakan gaun, sebenarnya aku tak perlu menunggu pesta untuk berdandan, namun tak mungkin tiba- tiba aku menggunakan gaun dan berpenampilan cantik.


Aku mendesak kakak ku agar mau menjadikan Denny sebagai teman kencan ku, dengan alasan bahwa teman- temanku berasal dari kelas atas sehingga tidak bisa sembarangan menyadap CCTV yang ada atau sebagainya. Dan itu berhasil.


Aku meminta tolong kak Rena agar mau mendadani ku, aku tahu dulu ia dulu cupu dan sekarang bisa secantik sekarang ini bahkan bisa membuat hati keras seorang Allan menjadi tergila- gila seperti ini, hal itu membuatku yakin akan hasil dandanan nya nanti. Dan soal gaun, aku sendiri baru tahu jika gaun yang kubeli itu adalah buatan kak Rena. Satu- satunya gaun yang kurasa cocok untuk kulit coklat ku.


Aku sedikit penasaran akan seperti apa reaksi Denny melihatku. Dapat kulihat, jika Denny terus menatapku, bahkan tanpa sengaja ia menggangguk kecil saat Kak rena bertanya penampilanku. Aku berusaha sebisa mungkin terlihat cuek meski secara samar aku menyunggingkan senyum karena bisa membuat pria disampingku ini terpana akan penampilanku malam ini.


Namun begitu sampai di tempat acara entah mengapa aku dibuat sedikit kecewa pada pria satu ini, lantaran langsung meninggalkan ku sendirian. Tampak para wanita menggerubunginya dan tak menatap sedikitpun kearah ku.


‘ Cih! Senang sekali dia kerumuni para perempuan. Apa itu alasan ia mau menerima ajakan kak Alan untuk menemaniku pesta?’ batin ku kesal, aku bukanlah pecinta Alcohol, namun kurasa hari ini aku memerlukannya untuk melupakan pria yang bahkan tak pernah melihatku sebagai seorang wanita. Aku tak begitu mempedulikan orang- orang yang mengajak bicara, aku hanya tertawa hambar melihat orang- orang tertawa tanpa tahu apa yang mereka bicarakan.


Aku melirik lagi kearah Denny, pria itu menghilang entah kemana.


‘ kemana?’ batinku mencari sosok Denny keseluruh ruangan pesta. Aku hendak mencari keberadaan Denny karena aku tak nyaman berada di tengah orang- orang yang bahkan aku tak akrab.


“ mau kemana cantik?” ungkap seorang pria yang bahkan aku lupa namanya.


“ lepas, aku mau ke toilet.” ucapku sebagai alasan. Namun detik berikutnya tanganku di cekal oleh kedua pria di belakangku.


“ ayolah kita habiskan malam ini bersama.” ungkap pria itu dengan meneteskan air liur.


PLACK!! tamparan mendarat di pipiku. Aku masih berusaha memberontak.


“ Tolong!” ucapku pada teman- teman yang tadi memuji ku. Namun hanya sorak tawa ejekan yang kuterima.


“ Denny!” hanya nama itu saja sekarang yang bisa aku andalkan. Aku berharap pria itu tak melupakan tugasnya dan bersenang- senang dengan para wanita yang mengerubunginya.


Membayangkannya membuat air mataku mengalir. Dari pada sakit yang kurasa di pipiku. Hatiku lebih sakit saat memikirkan pria itu bersama dengan salah satu wanita yang mengerubunginya.


“akh!” teriakan secara sepontan datang dari mulutku saat rambutku di tarik paksa. Merasa tak terima aku menendang kaki pria yang menarikku. ARGH! Suara teriakan kesakitan datang dari pria itu.


“Rasakan!” ungkap pria itu lebih tak terima dan memukulku. Ia lalu kembali menyeretku.


“ Denny!” suaraku mulai habis karena aku sudah kehabisan tenagaku. Aku berharap pria itu akan menolongku. BUAGH! Akhirnya Denny datang, pria itu menolongku, baru mau aku bernafas lega, stiletto yang kugunakan patah dan aku terjatuh di kolam renang.


“ Denny! Tolong.., aku…, aku tidak bisa berenang.” karena memang begitulah yang terjadi. Aku tak bisa berenang. Sedari dulu kak Alan selalu melarangku dalam melakukan apapun bahkan termasuk berenang. Diumurku yang telah memasuki usia dewasa kak Alan bahkan selalu mewantiku agar selalu membawa pelampung ketika berenang. Alhasil aku tak bisa berenang hingga sekarang.


---


hai hai hai


maaf jarang update sekarang ini author lagi sibuk nyari kerja buat bli kuota biar bisa selalu update kan ga mungkin kan masa pandemi gini author nyari wiffi gratis😂