The Troblemaker Is My Boss

The Troblemaker Is My Boss
spesial story 5 bertugas menemanimu



“ aku akan memberimu bonus.” ucap Alan yang tak bisa di bantah Denny.


Akhirnya setelah perdebatan yang sia- sia, Denny kini telah siap menggunakan pakaian kerjanya, karena pakaian kerja Denny memang casual, pakai Jass dan kacamata hitam, seperti selayaknya bodyguard. Dan sejujurnya ini bukan fashion Denny, pria itu dulunya adalah pria yang bebas, berbeda dengan Rena yang polos, Denny bahkan pernah mencoba nicotine dan sedikit minum alcohol, meski semenjak ayah- nya meninggal, ia mulai meninggalkan itu semua.


Beruntung Patricia memilih berdandan dengan Rena sehingga Denny tak perlu repot menjemput di rumah Alan, dan cukup menunggu di kamar tamu rumah Allan.


‘ ck, cuma Reuni saja kenapa dandan- nya lama sekali?’ batin Denny yang tak sabar sudah menunggu cukup lama.


“ kenapa cuma Reuni saja, kau dandan lama sekali patricia?” pertanyaan yang mau di lontarkan Denny telah di tanyakan Alan.


“ kak, ini Reuni formal, tema nya party fool in door, aku harus memakai pakaian pesta.” ucap patricia dari dalam kamar Rena.


“ kenapa kau tidak minta Alicia yang mendadani- mu? Kau jadi tidak harus merepotkan Rena.”


“ kak, sis Rena sangat pandai berdandan, aku dengar dulu ia sangat culun dan sekarang dia secantik ini sampai membuat kak Allan jatuh cinta berarti dia bisa diandalkan dari pada sis Alicia, lagi pula jika aku meminta bantuan sis Alicia, bisa- bisa wajahku tambah cemong karena kelakuan Angelica.” ungkap Patricia, karena memang semenjak bisa berlatih berjalan, Angelica memang sangat nakal.


‘ kalau cemong, mah karena emang wajahmu yang jelek.’ batin Denny mendengar percakapan Alan dan Patricia.


‘ tapi harus kuakui perbedaan Rena waktu kecil dan sekarang berbeda.’ batin Denny yang ingat betul perubahan wajah Rena kecil dan sekarang.


Baru mau Denny membayangkan perubahan wajah Rena yang dulu dan sekarang, Denny di buat terperanggah akan perbedaan Patricia dalam balutan gaun.


Jika biasanya ia selalu memakai pakaian yang terbuka, Patricia yang berada dalam balutan gaun yang menutupi keseluruhan tubuhnya namun malah mencetak lekuk tubuhnya membuat patricia tampak lebih anggun di tambah hiasan Blaser. Rambut pirangnya yang mulai menampakkan rambut aslinya kini tampak lebih rapi dengan tambahan kelabang di sisi kiri dan kanan yang bersatu terikat rapi dengan pita. Jika biasanya Patricia tak pernah memakai polesan apapun, kini wajah cantiknya bertambah mempesona dengan olesan bedak tipis dan natural, menambah pesona- nya, di tambah lipstik yang cocok dengan kulit coklat- nya yang eksotis. Membuat berkali- kali Denny kesusahan menelan saliva- nya.


“ maaf lama.” ucap patricia membuyarkan rasa terpesona Denny.


“ apakah dia cantik, kak Denny?” tanya Rena.


‘ sial, Rena benar- benar pandai dalam mendadani orang.’ batin Denny.


“ aku memang jelek, ga usah liat aku kaya begitu.” ucap Patricia tampak malu, kelihatannya kata dandan baru pertama kali ia lakukan.


“ tidak kau cantik, koq. Benarkan kak Denny?” tanya Rena lagi, tanpa sadar Denny menganggukkan kepalanya.


“tapi aku tak menyangka jika gaun ini design sis Rena sendiri.” ungkap Patricia tak melihat anggukan denny yang samar- samar.


“ iya, aku iseng- iseng menggambar waktu kehamilan Emily dan Raymond, dan Allan melihatnya, dia berinisiatif membuat pakaian dari semua gambarku menurutnya ideku masih orisinil.” ucap Rena menjelaskan bisnis baru Allan.


“ begitu? Oh. Waktu Reuni sebentar lagi. Aku berangkat sekarang sis.” ucap Patricia memeluk Rena sebelum akhirnya melewati Denny menuju mobilnya.


“ kau yang menyetir?” tanya Patricia pada Denny.


“ ya.”jawab Denny santai.


“ aku harap kau tidak membuatku malu.”


“ aku hanya bertugas menemanimu. Jika aku sudah bisa masuk ke ruangan pesta aku hanya akan mengawasimu dari jauh.” ungkap Denny. Meski mengatakan dengan cuek namun berulang kali Denny melirik wajah Patricia yang telah terulas bedak.


Tugas Denny hanya mengawasi Patricia, itu sebabnya saat ia sudah berhasil memasuki ruang pesta tersebut Denny langsung memisahkan diri mengawasi Patricia dari jauh. Tampak teman- teman Patricia mulai mengerubungi Patricia, kaget akan perubahan Patricia. Wanita yang terkenal urakan bisa menampilkan pesona dewasa dalam balutan gaun bewarna hijau lumut.


‘ wah Patricia sekarang, kamu cantik sekali.’


‘beberapa tahun tak bertemu membuatnya tampak berbeda.’ begitulah kata- kata yang terlontarkan oleh teman- teman Patricia, tampak para pria- pun mulai mengelilingi Patricia dan membawakan minum dalam gelas kaca yang di yakini itu adalah minuman yang mengandung Alcohol. Melihat Patricia tertawa riang bersama dengan teman- teman pria nya entah mengapa membuat hati Denny panas dan terbakar, padahal ia juga sedang di kelilingi para gadis yang penasaran padanya. Dengan kesal Denny memilih pergi ketoilet sebentar membasuh wajahnya.


---


Karena wilayah hotel ini baru pertama kali didatanginya, Denny sedikit tersesat belum keadaan kamar mandi hotel yang sedikit penuh kedatangan para tamu reuni yang datang bukan hanya para reuni namun orang luar, seperti pacar atau keluarganya bagi yang telah menikah dan memiliki anak, membuatnya sedikit berlama di kamar mandi.


Saat mau kembali terkejut- lah Denny melihat Patricia yang sedang di seret oleh salah satu pria yang Denny yakini pria itu tengah mabuk berat.


“ Denny!” teriak Patricia dengan suara parau, tampak air matanya telah membasahi seluruh wajahnya, beruntung cosmetic yang di bubuhkan di wajah Patricia waterproof sehingga tak terhapus oleh air mata yang membasahi wajah Patricia. Dengan geram Denny langsung menghampiri pria yang akan memaksa Patricia itu. Namun pukulan yang di lontarkan Denny membuat pria yang menyeret Patricia terkejut dan menjatuhkan Patricia ke dalam kolam renang. Niat hati masih ingin memberi pelajaran Patricia telah teriak meminta tolong.


“ Denny! Tolong.., aku…, aku tidak bisa berenang.” teriakan minta tolong dari Patricia membuat niat Denny untuk menghabisi teman- teman Patricia yang hanya tertawa menyaksikan Patricia akan di seret salah satu teman pria- nya terhenti, Denny memilih menghempaskan pria yang wajahnya telah bersimbah darah ini dan melepaskan jass- nya sebelum akhirnya terjun ke kolam renang.


Kemampuan renang Denny tak perlu di tanyakan lagi keluarga Rena sedari kecil selalu memberi les privat renang, itu sebabnya tak butuh waktu lama bagi Denny menemukan tubuh Patricia dan membawanya ke luar kolam.


“ Patricia.” ucap Denny tak mempedulikan puluhan pasang mata memperhatikan mereka. Denny menamati tubuh Patricia yang bergetar hebat, rambutnya yang acak- acakan karena di tarik paksa, beruntung gaun yang di gunakan lumayan tebal sehingga meski basah tak terlalu memperlihatkan lekuk tubuhnya.


Dengan tatapan marah Denny menggendong Patricia, sebelum akhirnya menutupi tubuh Patricia yang basah dengan jass- nya yang tak ikut tercebur kolam.


“ Robert, periksa seluruh teman Patricia, periksa juga CCTV yang di hotel X pada hari ini.”


‘ kau tahu sendiri hari ini di adakan Reuni disana Denny, bagaimana jika para orang tua menuntut perusahaan kita?’


“ itu sebabnya aku meminta kau memeriksa CCTV disana, mereka hendak melecehkan Miss Patricia, beruntung aku hanya meninggalkannya sebentar.”


‘ apa! Apa kau tak mengawasinya?’


“ aku sudah mengawasinya, namun Miss Patricia tak ingin dekat denganku itu sebabnya aku menjaga jarak dengannya, dan saat Miss patricia terlihat akrab dengan teman- temannya aku hanya meninggalkannya sebentar kekamar mandi.”


“ dengan bukti CCTV setidaknya ketika para orang tua menuntut kita, kita bisa memberi pembelaan, adukan juga pada boss Alan dan Mr Allan, dia pasti akan menangani ketika para orang tua menuntut perusahaan kita.” ucap Denny memutuskan intercom.


___


hallo lama tak berjumpa ^^


dari penulis amatir disini


jangan lupa berkunjung ke karya author yang lain


tinggalin coment juga saran yuk biar author semakin berkembang menuntaskan hasrat keinginan membaca kalian semua ><


ARIGATOU


THANK YOU


MAKASIH


MATUR NUWUN