
"Siapa yang akan di bully?" ucap sebuah suara memecah hiruk pikuk karena kedatangan Rena.
"Oh? Allan? Lama tidak berjumpa." Ucap salah seorang dari mereka.
"hem, ya! Bagaimana kabar kalian?" Tanya Allan.
'Terlambat Rena! Allan sudah datang!' bisik salah seorang teman Rena dan Allan.
"Kenapa?" Tanya Allan.
"Allan! Apakah kau masih ingat pada Rena?" Tanya salah satu teman Allan- Yugo, pria yang dulu sangat mengagumi Allan ini selalu mengompori Allan dulu waktu kecil untuk membully Rena kecil. Dan kelihatannya kebiasaannya dulu belum berubah sama sekali, bahkan terlihat antusias atas apa yang akan Allan lakukan.
"Tentu!" Ucap Allan mendekati Rena membuat teman- teman mereka tersenyum karena membayangkan apa yang akan terjadi. Terutama Yugo tentu saja.
“ tentu saja aku masih mengingatnya, ia adalah istriku." Ucap Allan merangkul pinggang Rena- membuat teman- tema mereka terkejut di buatnya. Bahkan tampak sebagian orang membulatkan maranya dan mulut mereka menganga lebar. Allan yakin, jika mereka membayangkan jika dirinya akan membully Rena. Karena memang tak ada yang tahu dengan siapa Allan menikah, waktu mereka menikah saja, hanya segelintir orang yang Allan percaya saja yang ia undang, Alan- istri dan puteri mereka. Patricia juga keluarga Rena tentu saja, Denny, Adam- ayah Rena dan Ellen- ibunda Allan.
"Ap! Apa?" ucap teman- teman mereka secara serempak.
"Kau jangan bercanda, Allan. Aku memang tau kau sudah menikah, tapi jangan bercanda dan mengakui wanita lain sebagai istrimu, anak- anakmu akan kecewa padamu." Ucap salah seorang dari mereka.
mereka memang tak tahu dengan siapa Allan menikah, namun sebagian dari mereka telah mengenal siapa anak- anak dari Allan.
tak heran, Ray menggantikan posisi Allan menjadi direktur begitupun dengan Emily yang sempat menggantikan Ray. Soal Erick, masih belum banyak yang tahu jika putra bungsu Allan adalah anak dari Allan juga.
"Siapa yang akan kecewa pada siapa? Tanya sebuah suara.
"Emily? Kau disini?" Tanya Allan.
"Ya, kebetulan aku memang mengadakan reuni disini kemarin, kami baru saja akan cek out saat melihat Daddy disini." Ucap Emily.
"Bukankah ini anak perempuanmu?" Tanya salah seorang dari mereka.
"Ya. Aku Emily." ucap Emily memperkenalkan diri.
"Emily. Apakah kau tahu? Daddy mu mengakui wanita lain sebagai istrinya." ucap salah seorang teman Allan mengadu.
"Benarkah?" Tanya Emily menatap Allan yang tertawa melihat kelakuan teman- temannya.
"Apakah Daddy bisa menduakanmu, mommy? Setahuku daddy adalah budak cintamu."Tanya Emily memeluk Rena.
"Siapa yang budak cinta?" Kata Allan- tidak terima.
"Kau Daddy." ucap Emily menunjuk Allan.
"Ka.., kalian.. jadi Rena benar- benar." ucap Teman- teman Allan tak percaya. bagaimana tidak? dulu, Allan adalah orang yang selalu membully Rena, tidak ada kata berhenti jika gadis itu tidak menangis- dulu.
siapa yang akan menyangka jika sang pembully seperti Allan akan menikahi Rena yang notabene korban dari pembully an Allan?
"Ya, bukankah kalian mengundangku dan satu keluarga Ashton? Kuperkenalkan, dia adalah Rena istriku, sementara ia adalah Emily putriku. Aku masih memiliki dua orang putra sayangnya anak laki- laki tertuaku sedang ada perjalanan bisnis di Indonesia sedangkan anak bungsu ku sedang di Swiss karena menangani masalah dengan sepupunya." ucap Allan merangkul kedua wanitanya.
"Ap..! apa! Tidak mungkin." ucap teman- teman Allan menutup mulutnya.
"Apa yang tidak mungkin?" ucap Alan baru datang dengan istri nya.
"Alan! Katakan kepada kami jika ini semua bohong! Kau ini teman baik Alan itu sebabnya kau pasti tahu kebenarannya." desak teman- teman Alan dan Allan.
"Ehem! Sayangnya apa yang ia katakan itu adalah kebenaran, mereka sepasang suami istri dan Emily adalah anak mereka. " ucap Alan menggaruk tengkuknya, sementara Allan sudah terpingkal- pingkal akan kelakuan teman- temannya.
" be...., benarkah?" ucap mereka tak percaya.
" ya, kami bahkan menjadi saksi pernikahan mereka. Jika kalian tak percaya, aku punya foto pernikahan mereka." ucap Alicia ikut menimbrung.
" bahkan adik kecil ku juga menikah dengan saudara sepupu Rena." tambah Alan.
sekali lagi tatapan tak percaya tampak jelas terlihat di teman- teman mereka dan Allan yang melihatnya tertawa terpingkal- pingkal melihat kelakuan teman- temannya.
ya, siapa juga yang akan percaya sang pembully akan jatuh cinta dengan yang di bully nya? Bahkan sampai menikah dan memiliki anak.
' sekarang kau tahu kan alasan aku tak pernah mengatakan hal yang sesungguhnya pada teman- teman kita.' bisik Allan pada Alan.
' kau benar, lihat reaksi mereka.' balas Alan.
😂😂😂😂