The Troblemaker Is My Boss

The Troblemaker Is My Boss
s2 kenapa kau menangis?



Keesokan harinya.


‘ memaafkan, ya?’ batin Tama melamun.


Namun sebuah teriakan keras membuyarkan lamun Tama. Tampak jika pria yang kemarin mengamuk datang kembali ke rumah praktek dokter Tama.


“ kalian pikir, kalian bisa meremehkan aku? Huh!” ucap pasien pria itu.


“ tuan Lion! Saya sama sekali tidak meremehkan anda.” ucap Dr Anna yang langsung meminta para pasien lain untuk meninggakan rumah prakteknya.


“ tidak meremehkan? Tatapanmu bahkan tampak sangat meremehkan aku!” ucap pasien pria itu.


“ saya bahkan tak mengerti maksud anda!” ucap Anna berusaha untuk tetap tenang.


“ Mr Lion, saya harap anda tenang.” ucap Tama berusaha maju melindungi Anna.


“ huh! Semua perempuan sama saja, jika tidak suka dengan ketampanan para pria muda kalian sangat suka akan harta! Iya kan! Kalian tak ada bedanya dengan mantan istriku.” ucap pasien pria itu mengeluarkan pistol dari saku jass nya.


“ ah.., aku salah! Maksudku mendiang mantan istriku.” ucap pasien itu menampilkan smirk smile yang membuat Anna juga Tama merinding.


BUAGH!! sebuah suara hantaman terdengar dari tubuh Andre yang berusaha menghalau tangan pasie pria itu yang tengah memegang pistol tersebut.


“ Andre?” ucap Tama juga Anna bersamaan.


“ siapa kau?” gertak pasien pria itu, berusaha melawan tubuh Andre.


“ aku adalah calon suami dari wanita muda yang membantu Dr tempat kau berkonsultasi, pia tua!!” ucap Andre bersusah payah.  Pria itu berusaha membuat pasien pria itu keluar dari rumah praktek Dr Anna.


‘ tenaga dari orang gila sungguh luar biasa!’ batin Andre yang kesusahan mengambil pistol dari tangan pria pasien pria tua tersebut.


“ kau! Kau passti selingkuhan mantan istri ku kan? Kau kemari karena aku tak menguburkannya dengan layak, huh?” ucap passien tua itu merancu aib nya sendiri.


“ aku tak tahu menahu soal apa yang kau katakan, tuan Lion, tapi pernyataan yang kau katakan cukup untuk membongkar kejahatan dan kegilaanmu.” ucap Andre berhasil merampas pistol yang di gengam pasien pria tersebut. setelahnya Andre melempar Pasien Pria itu hingga terpental menjauh dari Andre.


“ kau tak apa- apa, Tama.” ucap Andre menatap Tama dan tak melihat jika pasien pria itu masih menyembunyikan sebilah pisau di tangannya dan langsung berhambur menuju Andre.


“ANDRE!!” pekik Tama melihat Andre yang tertusuk oleh pisau tersebut.


Tampak Andre memegangi perutnya yang telah penuh akan darah. Melihat jika pasien pria itu menuju Tama juga Anna, seketika Andre menarik pisau dari perutnya dan berusaha menusuk kaki pria tersebut.


BRUK!! pasien pria itu terjatuh, dengan teriakan yang memekik. Dengan cepat Andre menduduki perut pasien pria tersebut dan memukul wajah pasien pria itu.


“ aku sudah bilang jika ia calon istiku! Jangan berani- berani kau melukai nya!” ucap Andre memukul bertubi- tubi pasien pria yang sudah meminta ampun tersebut.


“ Stop!! hentikan Andre! Kita harus cepat ke rumah sakit! Luka mu perlu segera di obati!!” ucap Anna menghentikan aksi Andre. Namun seketika itu juga Andre terjatuh karena darah yang di keluarkan pria itu cukup banyak bahkan kemeja yang awalnya bewarna putih telah berubah warna akan merahnya darah pria itu.


Tampak jika tangan pria itu terulur menghapus air mata Tama.


“ kenapa kau menangis, Hem?” tanya Andre lemah.


“ kenapa aku menangis, huh? Bagaimana aku bisa tidak menangis melihatmu- seorang casanova yang sok itu tergeletak dengan bersimbah darah! Harusnya kau pulang waktu aku meminta mu pulang!” pekik Tama histeris.


“ lalu aku akan membiarkanmu menggantikan aku bersimbah darah disini?” tanya Andre lemah. Tama tak menjawanya, dan hanya fokus menghentikan pendarahan Andre.


“ maafkan aku!” pinta Andre sekali lagi.


“ kenapa kau terus mengatakan itu!” ucap Tama- kesal.


“ karena aku bersalah padamu, lagi dan lagi aku terus membuat mu menangis, padahal aku mengatakan jika aku mencintai mu.” ucap Andre dengan nafas tersengal- sengal. Tama hanya menangis.


“ kau tahu Tama? Sedari dulu aku sudah mencintaimu. Mungkin dari pertama mommy ku membawamu ke padaku.” ucap Andre lemah dan mulai mengenang masa lalu.


“ namun aku terus mengingkarinya karena aku berusaha menganggapmu sebagai saudari ku. Itu sebabnya aku menggunakan para wanita di sekelilingku sebagai pelampiasanku karena mu. Dan tepat pada saat mommy ku mengatakan akan menjodohkan mu padaku, seketika itu juga aku dengan berani mengakui perasaanku, Tama.” ucap Andre semakin lemah.


Tama hanya menatap Andre yang tersenyum padanya, tangan pria itu terulur untuk menarik wajah Tama dan mulai memberi kecupan lembut di bibir Tama.


“ aku mencintai mu, Tama Wijaya.” ucap Andre sebelum menutup matanya.


*


“ Halo! APA!” ucap Ray memekik setelah mendapat panggilan telephone.


“ ada apa?” tanya Emily juga Allan.


“ Berta, undur lagi perjalanan proyek kita menuju Indonesia.” ucap Ray terlihat panik.


“ ada apa, son? Kenapa kau terlihat panik?” tanya Allan.


“ Andre tertikam di perutnya! Sekarang ia sedang di rumah sakit menunggu untuk operasi darurat, Erick langsung terbang kesana begitu di kabari oleh rumah sakit di Swiss.” ungkap Ray tampak panik.


“ APA!” ucap Allan terkejut.


“ kabari aunt Patricia juga uncle Denny, Ray.” ucap Emily yang sama terkejutnya.


“ jangan! Lebih baik kita kabari Uncle Denny dulu dan jangan langsung mengabari Aunt Patricia, aku takut, ia takkan kuat mendengar kabar ini. Dad, siapkan jet pribadi mu!” pinta Ray.


“ saya akan disini selama anda menjenguk wakil direktur Andre tuan.” ucap Berta, melakukan tanpa di perntah. Ray hanya menggangguk.


0o