
Sesuai yang dikatakan Allan, tak sulit membuat rumah mendiang ibu Rena pindah dari dari posisi awalnya sampai di sebelah rumah Allan, dalam sekejap mata rumah mendiang ibu Rena di pindahkan ke sebelah rumah yang ditempati Allan semasa kecilnya, ia tak perlu lagi pulang ke apartement mewahnya karena telah berdamai dengan ibunya dan tak lagi pusing mendengar omelan ibunya soal perjodohan ataupun cucu karena tak lama lagi Allan akan memberikan cucu sesuai yang di idamkan ibunya.
Dan disinilah Rena, berbalut gaun putih memanjang yang menampilkan lekuk tubuhnya, perutnya yang semakin besar tak meluruhkan pesonanya di balik balutan gaun pengantin yang mewah. Di sebelahnya ada ayahnya yang mengantarnya menuju calon suaminya yang tengah menunggunya di depan altar dengan balutan jas dan tuxedo yang sama- sama putih membuat wajahnya semakin terlihat tampan, di tambah senyum yang tak pernah luntur di wajahnya- meski masih menyisakan raut wajah yang sedikit pucat karena perjalanan panjang pulang kembali ke negaranya dan mengikut sertakan rumah kami ikut terbang memindahkan dari tempatnya semula, belum termasuk segala persiapan pernikahan yang di adakan dengan tergesa- gesa mengingat perut Rena yang semakin membesar.
Pernikahan yang di saksikan langsung oleh ayah Rena, Denny, Patricia, Alan, Alicia dan putri kecil mereka; Angelica. Dan para karyawan yang patah hati karena melihat seketaris dan Boss yang menjadi incaran dan idaman mereka ternyata menikah. Miss Vanessa yang telah berangsur membaik dari kelumpuhannya kini juga menyaksikan kebahagiaan mereka duduk dengan senyum bahagia di kursi rodanya di dorong oleh pria yang pernah di tugaskan merawat Miss Vanessa. Bertemu dari ketidak sengajaan dari yang awalnya membantu untuk sembuh, memberi semangat berjalan menuju kasih sayang.
“ Saya; Allan Ashton, menerima Rena Ayu Puspita sebagai istri dalam suka dan duka, dan susah dan senang.” janji suci di ucapkan oleh Allan sambil menautkan cincin lambang cinta mereka yang terbuat dari emerald dengan berlian di tengah cincin nya- ke jari manis Rena.
“ Saya, Rena Ayu Puspita, siap menerima Allan Ashton sebagai Suami dalam suka dan duka, dam susah dan senang.” ucap Rena juga sama- sama menautkan cincin lambang cinta mereka di jari manis suaminya, di lanjutkan dengan ciuman lambang jika mereka telah menjadi suami istri sesungguhnya, di persatukan oleh oleh Allah dan tidak bisa di ceraikan manusia.
Siapa yang menyangka jika sang pembully akan jatuh cinta pada korban yang di bully- nya?
Happy Ending
( Allan Allison)
cocok ga jadi pemeran Allan? terlihat sebagai seorang pembully dengan kulit putih susu, rambut hitam panjang yang melewati garis matanya ^_^
ga ketemu sosok wanita Indonesia yang pas karena author membuat karakter Rena berdasarkan pribadi Author >_<. tapi sosok yang murah senyum juga polosnya cocok ga ya? koment pliss.
belum nemu karakter Patricia sama Alan mungkin ada yang mau ngasih ide?
DI PERSATUKAN OLEH ALLAH TIDAK BISA DI PISAHKAN MANUSIA.
ini belum The End ya masih ada spesial story dari kacamata Patricia jadi yang awalnya su'udzon sama Patricia setelah bab ini akan membahas soal Patricia so stay terus juga dukung dengan like love dan follow author ya biar author semangat upnya.
setelah ini juga akan ada karakter baru jadi di spesial Story nanti peran Rena juga Allan hanya sebagai kilasan atau tambahan ajah !!!
salam sayang dari penulis Amatir ^_^ !!!