
“ aku memang wanita polos. Namun aku bukan wanita bodoh yang bahkan tak tahu perasaanku sendiri.” Roberta Ayu.
**
Namaku Roberta Ayu dan aku besar bagai orang lain di keluarga ku sendiri. Tak heran, di saat semua orang di keluargaku suka berkumpul dan menyombongkan apa yang mereka miliki aku lebih memilih menyendiri dan menikmati kesederhanaan yang aku miliki.
Hampir semua orang di keluargaku mengira aku ini anak bodoh, idiot dan kata- kata kasar yang menggambarkan otakku yang jongkok. Tak heran, aku pernah 2 kali tinggal kelas, di kelas tak dapat menerima pelajaran yang di ajarkan tak pernah menduduki rangking di kelas. Padahal kedua saudaraku selalu mendapat nilai bagus bahkan kakak lak- laki ku saja selalu mendapatkan nilai sempurna.
Sejujurnya, bukan karena aku ini bodoh atau idiot atau apalah namanya. Karena aku merasa apa yang mereka- maksudku keluarga ku pilihkan bukanlah bidang yang sesuai dengan apa yang aku suka. Hidupku ini bagai boneka yang selalu di setir keluarga besar.
Yang harus melakukan segala sesuatu yang di ingini keluarga besar- yang tak boleh memalukan nama keluarga besar dan sebagai nya dan sebagainya. Aku lelah. Mungkin itulah yang membuatku tak bisa berpikir. Aku ingin melepaskan tali yang terikat di kedua tangan dan kaki ku kemudian lari menemukan mimpi ku sendiri- apa yang kuingini.
Aku ingin bebas. Dan di seni lah aku merasakan kebebasan- meski sejujurnya aku tahu bahwa itu bukan bakat ku. Aku hanya menemukan kebebasan di dalam seni dan aku merasa nyaman mengapresiasikan diriku di seni.
Namun sekali lagi, aku harus di setir keluargaku. Dan sekali lagi aku harus tersesat. Aku tahu jika aku bisa bebas di dalam dunia seni, namun ketika sekali lagi aku di setir oleh keluarga besarku aku seolah lupa akan arti kebebasan- lagi. Hanya ada kegelapan yang berada di depan langkah ku. Di satu sisi aku tak ingin lagi melangkah di dunia yang selalu di setir keluarga besar ku- aku ingin bebas.
Namun aku tahu, dengan kemampuan ku aku tak bisa melangkah sendirian.
Aku pikir dengan bertemu nya aku dengan Daniel- aku akan merasa kebebasan. Namun ternyata aku salah. Ia memang tipe orang yang bebas. Memiliki pertemanan yang banyak dan orang yang supel.
Namun aku menyadari jika Daniel memang tipe pria yang bisa di ajak berkencan namun tidak untuk berumah tangga. Ia memang orang yang bebas- namun terlalu bebas. Ia memang dewasa dalam segi umur- ketuaan malah, namun entah mengapa ia tak memiliki sifat dewasa sama sekali. Mungkin karena dunia nya yang bebas memuatnya tak bisa berpikir dewasa sama sekali.
Kerap ia terjatuh dalam masalah namun enggan menyelesaikan masalah yang ia buat. Ia lebih memilih lari atau tak menggubris masalah itu sama sekali. Aku pernah mengingatkan jika masalah adalah beban yang akan memberatkan rejeki nya. Namun hanya adalah kesalah pahaman ketika aku mengingatkannya.
Jenuh? Tentu saja jenuh.
Siapa yang takkan jenuh jika berkencan selama 7 tahun tanpa di beri kepastian sama sekali. Yang paling mengesalkan adalah ia tipe orang yang cuek dan kurang peka.
Cuek? Pernah sekali, maksudku berkali- kali ia tak mempedulikanku ketika aku datang kerumah nya dan bersamaan dengan teman nya yang datang. Ia lebih memilih membiarkan ku menjadi obat nyamuk dari pada menemani ku. Kalau sekali, mungkin aku bisa memahami. Bayangkan itu berkali- kali setiap kali teman nya datang aku yang di harus kan mengalah datang ke rumah nya tanpa di pedulikan dan saat teman nya pulang aku juga harus pulang karena setiap teman nya pulang pasti hari sudah petang.
Kurang peka? Oh astaga! Kalian para wanita pasti mengerti saat- saat dimana ada hari menyebalkan selama seminggu dalam sebulan sekali. Rasa sakit, tidak nafsu makan dan sebagainya terkadang menjadi pemicu mood ku. Dan yang membuatku heran adalah- saat aku melampiaskan amarah ku padanya ia tak mengerti jika aku sedang mengalami bloody moon dan ikut marah- marah padaku.
Hei! Sebenarnya siapa disini yang wanita? Dia atau aku? Kenapa aku yang jadi harus memahami perasaannya.
Dan puncak dari semua itu adalah..., permintaan sepele yang di minta nya.
...😂😂😂...
permintaan sepele apa yang diminta kekadih Berta
stay terus yu😄😄
jangan lupa like dan love nya yang banyak
berikan dukungan selalu kepada author biar author semangat upnya 😊😊😊😊