The Troblemaker Is My Boss

The Troblemaker Is My Boss
S2 Karma?



“ AP! Kau benar- benar pria kurang ajar!” ucap Ray tak percaya. Secara reflek tangannya memukul kepala dari sahabat sekaligus saudara jauhnya itu.


“ kenapa kau memukulku?” geram Andre memegang kepalanya yang terpukul oleh Ray.


“ kau pantas di pukul, kau pikir wanita itu barang? Hah!” geram Ray menangkap kerah leher Ray.


“ bro! Bukankah kau selalu tak masalah jika aku melakukan pada wanita di luar sana, kenapa sekarang kau marah kepadaku?” heran Andre.


“ kau bebas melakukannya dengan para wanita di luar sana, karena para wanita itu sama tak berharganya seperti mu, tapi berbeda dengan Tama. Ia wanita baik- baik. Dan kau malah merusaknya!” ucap Ray marah.


“ bro, aku dalam keadaan terkena pengaruh obat saat itu, dan aku tak mungkin melampiaskannya pada para Long itu, karena aku tahu ada niat jahat dari para petinggi Long jika aku melakukannya pada orang mereka.” ungkap Andre berkilah.


Ray menghempaskan Andre dan mengacak rambutnya kasar.


“ Besok! Aku beri waktu kau besok,segera minta maaf pada wanita itu.” ucap Ray dengan nada menahan amarah.


Andre menatap kepergian saudara jauh sekaligus sahabatnya itu menuju rumahnya. Setelah bayangan Ray menghilang, Andre menatap rumah Patricia, dimana ia yakin jika Tama masih berada di sana dan menenangkan dirinya di rumah itu. Andre lantas mengambil sebatang nicotine, menyalakannya dan menghirup dalam, menghempaskan tubuhnya pada dinding rumah Allan dan menatap langit malam.


‘ aku sendiri tak tahu kenapa aku sampai bisa melakukan hal itu, aku bahkan tak pernah merasakan hal ini sebelumya.’ batin Andre. Ia memilih membuang putung rokoknya dan menuju mobilnya. Melajukan mobil itu membelah jalanan malam menuju apartement pribadinya.


***


Sesuai janji, Andre kini di beri libur satu hari Ray untuk untuk meminta maaf pada Tama. Di tangannya ada sekotak coklat dan bunga mawar- biasanya itu selalu berhasil untuk membujuk wanita yang marah.


*


Melihat putranya yang langsung masuk ke rumah tanpa berkata apa- apa, Patricia hanya menggelengkan kepala.


“ kenapa anak itu?” tanya Denny melihat putranya tidak biasanya di rumah mereka- karena memang Andre jarang kerumah mereka jika tidak ada perlu, lebih sering berada di Apartement pribadinya, agar ketika ia bersama wanita, orang tuanya itu takkan mengomelinya.


“ sayang, apa ini karmaku karena dulu aku sering membuat onar dan membuat kak Alan khawatir dan resah hingga anakku selalu membuatku khawatir?” ucap Patricia mengeluh pada suaminya yang sedang menikmati sarapannya.


“ apa maksudmu berbuat onar? Kau itu hanya ingin mencari perhatian kak Alan- waktu muda dulu, aku tahu di balik itu kau memberi sebagian rejeki mu ke pada orang yang membutuhkan.” ucap Denny menggenggam tangan Patricia.


“ lalu kenapa anak kita selalu membuat kita resah dan khawatir seperti ini?” ucap Patricia.


“ setiap orang memiliki masa memberontak, sayang. Aku yakin anak itu akan berubah ketika menemukan wanita yang ia cintai.” ucap Denny memeluk pundak Patricia.


“ apa dulu, kau juga memiliki masa memberontak seperti ini?” tanya Patricia.


Uhuk! Tiba- tiba Denny terbatuk.


“ sayang, jangan terburu- buru makannya, ini air.” ucap Patricia mengelus pundak suaminya dan memberi air minum.


‘ benar, apa anak itu meniru aku, ya?’ batin Denny mengelap mulutnya- karena memang sejatinya semasa muda, Denny suka dekat dengan lawan jenisnya dan sedikit memberontak dengan teman- temannya, bahkan semasa muda- Denny juga pernah merasakan apa yang namanya Nicotine- meski ia langsung berhenti ketika ayahnya tiada dulu.