
Senin pagi
Tampak jika Berta bersenandung ringan karena merasa senang dan tak menghiraukan tatapan sinis dari rekan sejawatnya yang merasa iri pada dirinya. Bukan karena bisa naik jabatan yang membuat Berta merasa senang menghadapi senin pagi- yang biasanya hari yang menyebalkan bagi sebagian pegawai, namun karena akhir pekan yang di lalui nya dengan keluarga Emily yang terlihat ramai dan menyenangkan seolah Berta merasakan suasana keluarga sesungguhnya di dalam keluarga Ashton.
“ pagi.” sapa Ray waktu melihat Berta memasuki Lift yang sama dengannya.
“ pagi, Rick.” sapa Berta sambil bersenandung.
“ kau terlihat senang, apa yang membuatmu senang hari ini?” tanya Ray.
‘ apa ia begitu senang akan bekerja denganku- mulai hari ini?’ batin Ray.
“ tidak, kemarin aku bersama dengan temanku.” ucap Berta jujur.
‘ jadi bukan karena akan sekantor denganku?’ batin Ray.
“ lalu? Apa yang membuatmu senang- hingga kau terus bersenandung?” ucap Ray penasaran.
“ sebenarnya waktu bersama temanku aku tanpa sengaja bertemu dengan keluarganya. Dan di sana entah mengapa aku merasakan suasana keluarga yang menyenangkan dari mereka.” ucap Berta.
“ apa kau tak pernah memiliki keluarga?” tanya Ray.
“ tentu saja punya, tapi keluargaku tak seperti mereka. Bukannya aku menjelek- jelakkan keluargaku, namun hanya karena uang panas- keluargaku sudah seperti musuh dalam selimut yang dari depan mendukung namun dari belakang menusuk dan setiap bertemu- para orang tua itu yang di bicarakan hanyalah menyombongkan apa yang di miliki anak- anaknya. Dan aku paling tidak tertarik dengan pembicaraan itu dan lebih suka asyik dengan dunia ku sehingga aku seperti merasa asing dengan keluargaku sendiri. Kau tahu? Aku bahkan tak tahu dengan pasti nama lengkap para saudara jauhku dan hanya tahu nama panggilan mereka saja.” ucap berta dengan raut wajah sedih. Jika pintu lift tidak terbuka dengan segera mungkin Ray akan menghibur wanita yang hanya terpaut dengannya 2 tahun ini dengan memeluknya.
Namun sayangnya lift terbuka tepat di saat Ray hendak memeluk Berta, Berta langsung keluar bersamaan dari Lift sebelum lift nya menutup kembali dan Ray segera mengikuti langkah kecil Berta.
“ ah.., maaf aku malah mencurahkan isi hatiku padamu, padahal aku baru mengenalmu.” ungkap Berta merasa tak enak.
“ tak apa, anggap saja kau curhat dengan teman mu.” ucap Ray tersenyum.
“ ngomong- ngomong kau mau kemana?” tanya Berta.
“ ruang Direktur.” ucap Ray jujur.
“ wah, aku juga akan kesana, apa kau ada perlu dengan direktur utama?” tanya Berta yang masih tidak mengenali Ray, ia bahkan tak menyadari tatapan para pegawai yang melihatnya karena berjalan bersama dengan direktur mereka.
“ tidak.” ucap Ray membuka pintu direktur untuk Berta.
“ akulah direkturnya.” ucap Ray setelah mereka berdua sampai di ruangan Direktur.
Tampak Berta yang terdiam sejenak sebelum tertawa kecil mendengar ucapan Ray.
“ oh, ayolah, bercandamu sangat lucu. Aku memang tak tahu wajah direktur kita, tapi setahuku nama direktur sekaligus pewaris utama itu bernama Raymond Ashton sementara kau..” ucap Berta menggantung karena sebuah suara memanggil Ray.
“ Ray.” panggil Andre membuka pintu ruangan direktur.
“tuan Andre. Dimana direktur?” heran Berta karena tak ada orang lain kecuali dirinya dan pria yang ia kenal dengan nama Rick.
“ kau?” ucap Berta tak percaya. Ray hanya tersenyum.
(“ ma.., maafkan ketidak sopanan saya, tuan.” ucap Berta seketika menunduk dan menggunakan bahasa sopan.
“ hei, ayolah jangan seformal itu! Bukankah kita ini teman?” ucap Ray yang terkejut melihat Berta seketika menunduk.
“ itu karena saya tidak tahu jika anda ini direktur, saya minta maaf pernah mengatai anda.” ucap Berta takut.)
begitulah apa yang di pikirkan Andre, namun apa yang di bayangkan ternyata sangat berbeda.
Berta menunjuk Ray dan seketika meneriakinya.
“ kau!” tunjuk Berta.
“ kau membohongiku.” ucap Berta tak terima.
“ aku tidak membohongimu, aku kan tidak mengatakan jika aku bukan direktur dan bertanya apa pendapatmu soal direktur utama.” ucap Ray tertawa melihat reaksi Berta yang di luar ekspetasi- nya.
“ tapi kau mengaku jika namamu Rick!”ucap Berta tak terima.
“ itu juga bukan bohong, Rick adalah nama pen name -ku ketika membantu daddy ku saat beliau masih memegang perusahaan ini- secara online, iya kan. Andre.” ucap Ray menahan tawa.
“ anda juga ikut bekerja sama?” ucap Berta tak terima menunjuk Andre.
“ woo o, aku hanya di mintai tolong, nona.” ucap Andre terkejut hingga melambaikan kedua tangannya.
‘ bro, wanita yang kau suka ini memang berbeda dengan wanita lain.’ bisik Andre.
‘ apa kubilang?’ ucap Ray tertawa.
‘ that’s my grills.’ batin Ray.
0o0
hai! hai! hai!
penulis amatir disini.
maaf kalau jarang up, soalnya Author lagi ada keperluan sehingga jarang menyentuh kaangan author jadi banyak karangan author yang terbengkalai.
tapi author bakal usahain up sehari sekali lho >_<
jadi dukung terus author juga jangan lupa ninggalin jejak jika kalian pernah mampir ke karya Author ya ^_^