
Rasa senang tak terkira tentu saja di rasakan oleh Berta, ingin hati menelpon ayahnya, mengabari kabar gembira yang di rasakan nya saat ini, namun ia takut, ketika sudah mengatakan kepada ayahnya, semua itu hanya angan juga janji manis. Karena memang selama ini begitulah nasib mempermainkan Berta, ketika ia sudah yakin akan hasilnya, namun kenyataan lagi- lagi membuat Berta merasa ia tak di tak di takdirkan untuk bahagia, seolah Nasib selalu bersikap tidak adil kepada Berta.
‘ mungkin nanti ketika aku sudah benar- benar bekerja sebagai seketaris.’ batin Berta menatap layar ponselnya.
***
Ketika tahu ia akan menjadi seorang seketaris pribadi direktur, Emily mengajaknya untuk membeli baju dan beberapa kosmetik.
“ Astaga Emily, baju yang kau belikan ini sangat mahal.” ucap Berta sungkan.
“ oh, ayolah, sebentar lagi kau akan menjadi seketaris pribadi adikku, kau akan menemaninya kemanapun dan kapanpun jadi jangan membuatnya malu.” ucap Emily.
“ apa sebelumnya bajuku memalukan?” ucap Berta sedih.
“ bu.., bukan begitu, hanya saja..., hadiah! benar, anggap ini hadiah karena kenaikan tingkatmu, lagi pula kau bisa menggantinya ketika kau gajian nanti.” ucap Emily yang terkejut akan reaksi Berta, jika biasanya orang lain yang dekat dengan keluarganya karena memang ingin di belikan barang- barang mewah, ini kali pertama Em bertemu dengan wanita yang bahkan tak menyukai barang mewah.
‘ selain berbakat, dan cantik- dia sangat tulus, tak heran adikku yang memiliki agoraphobia bisa tertarik wanita ini.’ batin Emily menyukai sifat Berta.
“ lho, Emily? Tumben aku melihatmu belanja di sini.” ucap Sebuah suara.
“ mommy?” heran Emily.
“ apa yang mommy lakukan disini? Aku pikir kau sedang di pulau JJ dengan daddy.” ucap Emily memeluk Rena- Ibunya.
“ memang, tapi mommy rindu dengan kalian.” ucap Rena mencium pipi Emily.
“ apa kabar mu, Em, anak daddy.” ucap Allan mengelus rambut Emily.
“ baik daddy.” ucap Emily memeluk Allan.
“ ngomong- ngomong siapa dia Em?” heran Rena.
“ dia? Dia temanku, juga...” ucap Emily terjeda dan mendekat ke telinga ke dua orang tuanya.
“ wanita yang aku ceritakan- dia yang di sukai Ray.” ucap Emily berbisik.
“ dia” heran Allan.
“ yap.” ucap Emily mantap.
“ astaga, anakku yang membenci wanita bisa jatuh cinta dengan wanita.” ucap Rena terharu.
“ sst.., mommy. Dia tak tahu jika Ray itu menyukai nya, dia itu polos seperti mammy tapi pandai.” ucap Emily agar Rena tak berbicara dengan keras.
“ daddy jangan sampai jatuh cinta dengan Berta, ya! Dia itu milik Ray.” ucap Emily menjewer telinga Allan.
“ aw.., aw.. kamu ini! Durhaka tahu, menjewer orang tua!” ucap Allan tak terima.
“ takkan durhaka jika aku melakukan ini untuk mommy juga adikku.” ucap Emily menjulurkan lidah.
“ sudah! Sudah! Berta, ini sudah jam makan siang, bagaimana jika kau makan dengan kami?” ucap Rena lembut.
Entah mengapa, melihat kebaikan dan kelembutan Rena membuat keengganan di hati Berta- seolah menemukan sesosok ibu yang tak pernah didapatnya dari ibu kandungnya yang selalu memaksa- kan pendapatnya tanpa bertanya apa yang diinginkannya.
“ te.., tentu.” ucap Berta membungkukkan kepala.
“ tak usah sesopan itu, aku dengar kau juga berasal dari Indonesia seperti ku.” ucap Rena mengelus kepala Berta.
“ aunt berasal dari Indonesia?” ucap Berta tak percaya.
“ ya, karena semenjak menikah aku di boyong kemari, alhasil kulitku menjadi halus seperti ini, kau tahu? Sebelumnya, kulitku sangat gelap.” ungkap Rena jujur.
“ bagiku, meski kulitmu gelap, kau tetap cantik.” ucap Allan memeluk pinggang Rena.
“ ya, jika mommy tidak cantik mana mungkin membuat daddy yang arogan, pembuat onar serta dingin ini jatuh cinta.” ungkap Emily.
“ dari mana kau mendengar kata- kata itu?” ucap Allan tak terima.
“ uncle Alan.” ucap Emily gampang.
‘ sial, aku akan menghajarnya nanti ketika bertemu.’ batin Allan.
Hatsyi!! suara bersin yang cukup keras terdengar memenuhi ruangan di lain tempat.
“ kenapa sayang? Masuk angin?” ucap Alicia, melihat suaminya yang tiba- tiba bersin.
“ entah, aku merasa ada yang membicarakanku.” ucap Alan mengelus hidungnya.
0o0
hai! hai ! hai!
sang penulis amatir hadir untuk memberi tahu untuk jangan lupa memninggalkan jejak ya,
coment juga saran kalian sangat berharga, lho ^_^