The Troblemaker Is My Boss

The Troblemaker Is My Boss
S2 menggantikan posisi wakl direktur



Sementara itu di belahan waktu lain, Ray sedang berkutat dengan laptop nya, karena Andre untuk sementara mungkin takkan masuk ke kantor dalam waktu yang tidak sebentar, akhirnya Ray memutuskan menyelesaikan pekerjaan sahabat juga saudara jauhnya itu.


“ brother, bagaiman perkembangannya?” tanya Emily.


“ seperti yang kau lihat, belum selesai sepenuhnya, karena Andre pergi, mau tak mau aku harus bekerja ekstra keras menyelesaikan pekerjaan kantor.” ucap Ray.


“ bukan pekerjaan kantor, bodoh!” ucap Emily.


“ lalu?” heran Ray.


“ hubunganmu dengan Berta.” ucap Emily.


“ tidak biasanya kau semangat bertanya soal orang selain keluarga kita.” ucap Ray menutup Laptopnya.


“ aku suka sifat Berta, sifatnya polos dan tulus tak seprti orang lain yang mendekati keluarga kita karena berusaha mencari muka di depan kita.” ucap Emily.


“ kau benar.” ucap Ray tersenyum.


“so?” tanya Emily lagi.


“ seperti yang  lihat. Kurasa akan sulit membuat kekasihnya mengatakan putus kepada Berta, pria itu sungguh keras kepala.” ucap Ray.


“ apa kau tidak bisa menyelidiki kekasih Berta? Siapa tahu selama Berta meninggalkannya kemari, pria tua itu bermain belakang?” tanya Emily.


“ aku sudah melakukannya.” ucap Ray menghembuskan nafas jengah.


“ lalu?” heran Emily.


“ kalau ia sudah bermain belakang, perkembanganku dengan Berta tak akan berhenti di tempat seperti ini.” ucap Ray.


“ lagi pula kau juga, harusnya kau lebih gencar mendekatinya, bukan hanya terpak pada Laptop mu itu.” ucap Emily.


“ mau bagaimana lagi, Andre sedang tidak ada di tempat dan Aunt Patricia sudah lama pensiun, tak mungkin aku meminta tolong padanya lagi.” ucap Ray.


“ apa boleh buat, aku akan membantumu.” ucap Emily.


“ kau terjun ke dunia Bisnis?” heran Ray.


“ jangan pernah remehkan aku, Brother. Aku tak pernah terjun ke dunia bisnis karena Daddy yang tak pernah memintaku terjun ke dunia bisnis ini apa lagi memaksaku.” ucap Emily.


“ tentu saja, daddy kita selalu menuruti keinginan anak- anaknya.” ucap Ray.


“ dan kebetulan dari kita bertiga yang menyukai dunia bisnis hanyalah kau.” ucap Emily.


“ ya..., dan kesukaanku membawaku pada wanita yang tak membuat Agoraphobia kambuh. Satu- satunya wanita yang bisa ku dekati.” ungkap Ray.


“ akupun berharap begitu” ungkap Ray sambil tersenyum.


 


*** Senin pagi. ***


 


“ hai, Berta.” sapa Emily.


“ astaga? Nona Emily.” ucap Berta yang terkejut melihat penampilan Emily yang menggenakan pakaian kantor.


“ kenapa kau memanggilku nona?” heran Emily.


“ saya dengar jika anda akan menggantikan kerja wakil direktur, dan berarti anda atasan saya, itu sebabnya saya memanggil anda Nona.” ungkap Berta.


Emily yang mendengar penjelasan Berta hanya menatap Ray.


“ dia juga memanggilku tuan dengan alasan yang sama, nona wakil direktur.” ucap Ray yang mengerti tatapan kakak kembarnya itu.


“ panggil aku dengan sebutan nama saja, Berta.” pinta Emily.


“ tapi di kantor saya adalah bawahan anda.” ucap Berta yang tak dapat di bantah Emily. Melihatnya Ray tertawa kecil, bagaimana tidak, ini kali pertama Ray melihat ada yang bisa mengalahkan keras kepala Emily.


0o0


hai! hai! hai!


penulis amatir disini


 cuma mau ingetin buat jangan lupa niggalin jejak.


like ama love- love nya juga jangan lupa


maaf jika upnya cuma sedikit lagi mikirin ide buat lomba karya menulis novel soalnya


^_^


jadi fokusnya ke karya author yang di ikutkan lomba


harap bersabar karena karya author ga cuma satu ya ^_^