The Troblemaker Is My Boss

The Troblemaker Is My Boss
S2 pijat



“ hari ini wakil direktur tak masuk, apa terjadi sesuatu padanya?” heran Berta pada Ray.


“ biarkan saja, aku memberinya ijin satu hari untuk menyelesaikan masalahnya.” ucap Ray terlihat kesal- ia bahkan tak menjahili Berta seharan ini.


“ anda kenapa?” heran Berta.


“ apanya?” heran Ray.


“ anda terlihat tak semangat, apa ini ada hubungannya dengan wakil direktur?” heran Berta.


“ tidak ada apa- apa. Mungkin aku hanya lelah.” ucap Ray bersandar pada kursi kebesarannya.


“ anda mau saya pijat?” ucap Berta melihat Ray yang tak sesemangat biasanya. Berta tak menanyakan masalah Andre karena ia tahu ini ada masalah pribadi antara Direktur nya dengan wakil direktur yang ia tahu adalah saudara jauh dari Ray itu sendiri.


“ pijat?” tanya Ray.


“ ya, biar anda lebih rilex, mungkin.” tanya Berta.


“ boleh.” ucap Ray menuju kursi panjang di ruang Ray yang gunanya jika ada tamu penting yang datang ke perusahaan mereka dan berbaring di kursi panjang itu.  Melihatnya, Berta langsung duduk di sebelah Ray dan mencoba memijat kepala Ray.


“ kau mengingatkanku pada mommy ku, ia juga sangat pandai memijat, daddy ku bahkan sangat suka saat mommy memijat daddy.” ucap Ray menikmati pijatan Berta.


“ ya, kekasihku sering memujiku juga.” ungkap Berta. Seketika membuat Ray membuka matanya- setelah sebelumnya memejamkan matanya untuk menikmati sentuhan pijatan Berta.


“ aku penasaran bagaimana kau bisa bertemu dengan kekasihmu?” tanya Ray memancing.


“ dia hanya teman saya semasa kuliah. Saya dan dia sudah menjalin hubungan selama 7 tahun.” ucap Berta masih memijat Ray.


“ 7 tahun? Itu waktu yang lama. Kau tak ada niat untuk erm..., menikah?” heran Ray meski di tengah- tengah ia sedikit ragu untuk berucap.


“ ha ha, tidak.” ucap Berta tertawa.


“ kenapa?” heran Ray- meski dalam hati ia bersyukur karena Berta tak memiliki niat untuk menikahi kekasihnya itu.


“ ia memang tipe yang asyik untuk di ajak berkencan, namun untuk ber- rumah tangga aku rasa dia sendiri belum siap.” ucap Berta.


“ belum siap? Tapi umurnya sudah termasuk tu erm..., maksudku matang.” ucap Ray terbata memikirkan kata yang pas namun tak menyinggung.


“ ya, memang. Dia sendiri sering mengajak saya menikah- tapi saya selalu menolaknya. Dia memang sudah dewasa dalam segi umur namun tidak dewasa dalam bersikap, anda bisa lihat sendiri bagaimana dia saat aku berdekatan dengan lawan jenisku- bukannya aku tak menyukai saat ia cemburu, namun ia sedikit protektif bahkan terlalu protektif. Terkadang cemburunya berlebihan, bahkan ia pernah melempar barangku sebagai pelampiasan, yah meski aku akui ia takkan melukai ku. Terkadang ia juga kerap menyalahkanku ketika mengalami masalah kenapa tak membantunya.” ungkap Berta.


“ dia memanfaatkanmu?” geram Ray.


“ tidak bisa di bilang memanfaatkan, ia biasanya menjanjikan mengambalikannya. Aku tak pernah memintanya mengembalikannya, terkadang aku hanya ingin ia mengantinya dengan mengajakku pergi ke suatu tempat- seperti kencan, namun ketika ia tak bisa dan aku menagih janjinya ia selalu menyuruhku mengertinya. Dan itu selalu setiap saat.” ucap Berta lagi.


“ wooo, dia pria yang sangat menyebalkan.” ucap Ray.


“ ya.” ucap Berta menghela nafas berat.


“ kenapa kau er..., tak putus dengannya.” ucap ray memancing, ia bahkan melupakan masalah Andre dengan Tama.


“ inginnya.” ucapan Berta membuat Ray bangun untuk menatap Berta.


“ kenapa tak kau lakukan? Maksudku ermm..., putus dengannya? Aku yakin kau akan mendapatkan pasangan yang lebih baik.” ucap Ray.


“ anda takkan percaya sudah berapa kali aku meyakinkan kekasihku untuk berpisah.” ucap Berta tertawa kecil.


“ kekasihmu tak mau?” heran Ray.


“ ya, meski saya bisa mengerti, waktu 7 tahun bukan hal yang sebentar bukan? Anda tahu? Aku sudah mencoba mengatakan dari yang lembut hingga kasar namun ia tak juga mengerti.” ucap Berta.


“ lembut dan kasar?” heran Ray.


“ ya, lembut, tentu saja mengatakan hati- hati jika aku ingin hubungan kita berakhir.” uap Berta.


“ dan yang kasar?” heran Ray penasaran.


“ aku mendekati pria, berkenalan dengan lawan jenisku hanya untuk meyakinakan jika aku tak lagi ingin berhubungan dengannya.” ungkap Berta membuat Ray tak percaya.


“ ya...., meski aku tak nyaman dengan itu semua, aku hanya ingin kekasihku tahu jika aku ingin mengakhiri hubungan ini setelah kita berakhir tentu aku akan berhenti mendekati pria dan memilih berada di rumah- mendesign dan berkarya.” ucapan Berta membuat Ray menghembuskan nafas lega, ia pikir Berta sama dengan wanita kebanyakan. Ternyata ia melakukan itu hanya untuk bersandiwara.


“ dan kekasihmu tak mengerti itu?” tanya Ray.


“ ya, seperti yang anda duga, ia hanya memarahi saya tanpa mau mengakhiri hubungan namun malah memaki saya dengan perkataan yang menyinggung hati. Itu sebabnya saya memilih bekerja di LN- padahal di Indonesia juga memiliki cabang Ash- group yang baru berdiri tahun lalu.” ungkap Berta.


Mendengrnya Ray hanya tersenyum, karena baginya ini merupakan sebuah kesempatan baginya. Ia hanya harus tetap di samping Berta dan ketika kata putus meluncur dari kata kekasihnya- meski hanya sekedar ancaman, Ray akan menggunakan kesempatan itu untuk langsung melamar Berta.



penampakan Raymond Ashton


0o0


 hai! hai ! hai!


penulis cuma mau ngingain jangan lupa ninggalin jejak ya ^_^


love ama like nya juga ^_^ ^_^ ^-^