THE MAFIA BRIDE 2

THE MAFIA BRIDE 2
MB 2



Sementara itu Kenzi yang berhasil menemukan keberadaan Siena di gedung tua markas Dareen. Berusaha untuk keluar dari dalam gedung. Sementara Yu menyerang mansion dan pasukan Dareen yang sudah siaga penuh menyambut ke datangan mereka.


Kenzi menarik tangan Siena menuruni anak tangga lantai 3 gedung.


"Ayo cepat sayang!"


Baru saja mereka sampai di lantai dua, seorang pria berjalan mengarahkan senjatanya pada mereka berdua. Kenzi langsung menarik tangan Siena memutar arah masuk ke dalam ruangan. Saat Kenzi membuka pintu menuju ruangan lain. Dareen sudah berdiri di hadapan mereka dengan senjata api mengarah ke kening Kenzi.


"Tidak semudah itu kau membawanya Kenzi."


Kaki Kanan Kenzi menendang perut Dareen hingga terjungkal. Lalu menarik tangan Siena kembali masuk ke dalam ruangan dan membuka pintu lain menuju ruangan lain. Dareen kembali bangkit dan mengejar mereka berdua.


"Ayo cepat sayang!" seru Kenzi terus berlari menggenggam erat tangan Siena.


"DOR DOR DOR!"


Peluru melesat ke arah pintu yang tertutup, Kenzi dan Siena berlari sambil merunduk menghindari peluru milik Dareen.


"Ayo cepat ke sini!" Kenzi membuka pintu ruangan lain, lalu menghalangi pintu menggunakan kursi, namun peluru milik Dareen terus di muntahkan. Kenzi merunduk melindungi tubuh Siena. Lalu mereka berdua kembali berlari.


"DOR DOR DOR!"


Kenzi mengangkat tubuh Siena melewati meja besar dan panjang, di ikuti Kenzi. Lalu mengambil senjata apinya ia arahkan pada Dareen.


"DOR DOR DOR!"


Peluru berseliweran memecahkan kaca jendela ada juga yang mengenai anak buah Dareen yang baru saja tiba.


"Ayo cepat sayang!"


Kenzi menarik tangan Siena lagi menuju anak tangga menuju atap lantai empat gedung. Karena jalan keluar gedung sudah di kepung musuh.


"BUKK!!


Siena tersandung anak tangga dan terjatuh, Kenzi merangkul bahu Siena dan memapahnya berlari naik menuju lantai empat gedung.


" DOR DOR DOR!"


Dareen terus berlari mengejar mereka berdua hingga sampai di atap gedung lantai empat Kenzi memeluk Siena perlahan berjalan mundur dengan senjata api mengarah pada Dareen.


"Tidak semudah itu bukan?" Dareen tertawa menyeringai menatap tajam Kenzi dengan senjata api terus mengarah pada Kenzi.


"Terserah apa katamu. Dareen," jawab Kenzi marah.


"Berikan Siena padaku." Perlahan Dareen melangkah mendekati mereka berdua.


"Tidak akan pernah, dia istriku."


"Hahahahahah! Dareen tertawa terbahak bahak menatap Kenzi.


Sementara Siena matanya menatap waspada ke arah Dareen mencari celah untuk melumpuhkannya. Siena langsung menubruk tubuh Dareen dan mencengkram tangannya yang memegang senjata. Tidak ingin menyia nyiakan kesempatan, Kenzi menunju wajah Dareen hingga terhuyung ke belakang.


" DOR!


Dareen menembak lengan Kenzi hingga senjatanya terpental bersamaa peluru Kenzi lesatkan mengenai lengan Dareen.


"BUUUKK!!


Siena menendang tangan Dareen hingga senjata apinya ikut terpental jauh.


Siena kembali melayangkan tinju ke wajah Dareen lalu berguling mengambil senjata milik Dareen langsung menembak dua anak buah Dareen yang baru saja datang.


"DOR DOR!


Ke dua pria itu langsung ambruk, darah memercik bersamaan nyawanya ikut melayang. Siena mengalihkan pandangannya memperhatikan Kenzi dan Dareen yang tengah baku hantam. Melihat Kenzi semakin terdesak hingga tepi atap gedung. Siena langsung mengarahkan senjatanya pada Dareen. Perlahan ia berjalan mendekati mereka berdua supaya tepat mengenai sasaran.


" DOR DOR DOR!"


Peluru melesat ke arah punggung Dareen. Namun pria itu terus memeluk erat tubuh Kenzi dan tak mau melepaskannya. Siena langsung memukul tengkuk Dareen berkali kali, namun genggaman tangan Dareen semakin kuat memeluk pinggang Kenzi. Hingga dua peluru terakhir, Siena lepaskan ke kepala Dareen.


"DOR DOR!!"


Perlahan tangan Dareen terlepas bersamaan dia mendorong tubuh Siena sebelum akhirnya ambru tak bernyawa lagi. Tubuh Siena terjatuh ke belakang bersamaan tangan Kenzi menggenggam tangan Siena yang tubuhnya menjuntai ke bawah.


"Siena!"


Siena tengadahkan wajahnya menatap Kenzi di atas atap telungkup menahan beban tubuh Siena.


"Sayang bertahanlah!" kedua tangan Kenzi menggenggam erat tangan Siena.


"Sayang, jangan lihat ke bawah. Lihat aku sayang." Kenzi terus berusaha mempertahankan genggaman tangannya.


Siena tersenyum melihat Kenzi berusaha untuk menyelamatkannya.


"Sayang, lepaskan. Aku sudah tidak kuat lagi!


Kenzi menggelengkan kepalanya, " tidak sayang, tidaka akan pernah!"


Kenzi terus berusaha menarik tubuh Siena. Yang semakin di rasa genggamannya semakin mengendur.


"Bertahan sayang, bertahan!


Sementara di bawah gedung, nampak Yu dan yang lain telah berhasil melumpuhkan lawannya. Semua menatap ke atas gedung, melihat tubuh Siena terjuntai ke bawah.


" IBUUUU!! Pekik Angela, Jiro dan Ryu bersamaan.


"Paman! lakukan sesuatu!" jerit Angela pada Yu.


Yu langsung masuk ke dalam gedung bersama Samuel. Sementara yang lain mencari sesuatu barang yang bisa di gunakan seandainya Siena jatuh.


"Ibu bertahanlah!" jerit Angela.


"Ibu, bertahanlah bu.." ucap Ryu terisak menatap ke atas gedung.


"IBUUUUUU! Pekik mereka bersamaan, saat satu tangan Kenzi terlepas dari genggaman Siena.


"Ibuuuuu, tidak! jerit Angela melihat tubuh Siena semakin merosot dari genggaman tangan Kenzi, tak lama mereka melihat Yu dan Samuel membantu Kenzi. Namun sayang, Siena tidak mampu lagi menggenggam erat tangan Kenzi. Perlahan tubuh Siena meluncur deras ke bawah.


"Sayaaaaaangggg!"


Terdengar Kenzi menjerit. Bersamaan putra putrinya ikut menjerit menahan napas melihat tubuh Ibunya meluncur ke bawah.


"IBUUUUUUUUU!!!!


" BRUUUUMMMM!!


Sebuah truk berisi dus dan kain melaju kencang dan berusaha mensejajarkan arah jatuhnya tubuh Siena.