THE MAFIA BRIDE 2

THE MAFIA BRIDE 2
MB 2



Dareen menghempaskan tubuh Siena ke kursi. Membungkukkan badannya dengan kedua tangan mencengkram kursi. Tatapannya tajam menatap kedua bola mata Siena. Sifat asli Dareen kembali ia perlihatkan. Dareen merasa Siena mulai mengingkari janjinya dengan diam diam membantu Kenzi.


"Kau sudah mengingkari janjimu sendiri, Siena."


"Aku tidak mengingkarinya, kau lihat? aku masih di sini." Siena mendorong wajah Dareen supaya menjauh darinya. Namun Dareen menolaknya, ia tepis tangan Siena dan mencengkramnya dengan kuat.


"Kau tahu?" Dareen terdiam memperhatikan wajah Siena. "Aku mulai menyukaimu."


Sesaat Siena terdiam namun detik berikutnya ia tertawa terbahak bahak. Dareen mengerutkan dahinya, berdiri tegap menatap Siena tajam.


"Ada yang salah?" tanya Dareen.


Siena menurunkan volume suara tertawanya, lalu berdiri berhadapan dengan Dareen.


"Mungkin kau menyukaiku, karena aku terlihat muda saja. Tapi kau tahu berapa usiaku? sepantasnya aku menjadi Ibumu."


Kini Dareen yang tertawa terbahak bahak mendengar pernyataan Siena.


"Kenapa?" tanya Siena.


"Aku tidak perduli, sekalipun kau harus menjadi nenekku. Aku menyukaimu."


Siena tertawa kecil, lalu berjalan menuju jendela ruangan yang terbuka, menatap jauh ke depan.


"Itu bukan cinta, tapi kau hanya terbawa perasaanmu saja Dareen!"


"Grep!"


Siena terkejut saat Dareen memeluk pinggangnya dari belakang.


"Aku mencintaimu.."


"Tidak, kau tidak boleh mencintaiku. Di luar sana masih banyak gadis yang pantas kau cintai. Aku hanya partnermu saja."


Siena melepaskan tangan Dareen yang melingkar di pinggangnya, lalu ia balik badan dan mendorong tubuh Dareen supaya menjauh.


"Jaga sikapmu, Dareen. Aku lebih tua darimu, dan aku ada di sini karena terikat kontrak denganmu." Ancam Siena.


Namun pria itu tetap bersikeras dengan obsesinya untuk memiliki Siena.


"Berarti kau sudah melanggar perjanjianmu sendiri, dengan begitu aku bisa bebas pergi sesuka hatiku."


"Tidak akan pernah!"


Dareen menarik tangannya, lalu berdiri membelakangi Siena.


"Jika kau berani melangkahkan kakimu keluar dari mansion ini. Aku pastikan dua sahabat, dan keluarga kecilmu tidak akan menemukan kedamaian lagi!" ancam Dareen lalu melangkahkan kakinya keluar ruangan.


"Sial! rutuk Siena.


***


Sementara di rumah Dokter Ryu. Kenzi yang telah dari luka tembak dan sayatan pedang di dadanya. Tengah duduk di ruang tamu bersama putra putrinya.


" Ayah, terima kasih kau telah menjadi Ayah kami kembali," ucap Ryu.


"Harusnya Ayah yang berterima kasih padamu sayang, kalian semua mau memaafkan dan menerima Ayah lagi." Kenzi tersenyum menatap mereka semua. Sesekalu mengusap cucunya yang masih bayi di pangkuan Zoya.


"Lalu apa rencanamu selanjutnya Bos?" tanya Samuel.


Kenzi menoleh ke arah Samuel.


"Kali ini aku benar benar harus waspada dan teliti, Dareen orang yang terkenal berbahaya. Aku tidak mau kejadian buruk di masa lalu terjadi lagi.' Jelas kenzi.


" Kau benar, Bos."


Sesaat mereka semua diam, tidak tahu apa yang harus di lakukan.


"Ayah, lakukan apa yang menurut Ayah baik. Jangan terlalu khawatirkan kami. Ayah dan ibu harus bahagia, harus bahagia. Habiskan waktu bersama," sela Ryu.


"Terima kasih sayang, kau sudah mempercayai Ayah.'


Ryu mengangguk senang, keluarganya telah kembali bersama saling menguatkan, ia tidak perduli jika harus di bayang bayangi kematian dari pada hidup damai tapi hanya kepalsuan.


"Mungkin Ayah akan menyerang mansion Dareen dua hari mendatang, aku dengar di sana akan di adakan pertemuan penting."


"Siap Bos, kita atur semuanya dengan matang. Supaya bos bisa membawa pergi Nyonya." Samuel sangat mendukung ide Kenzi.