THE MAFIA BRIDE 2

THE MAFIA BRIDE 2
Dinner



Hari ini adalah hari ulang tahun Angela yang ke 18. Siena berencana untuk merayakannya dengan makan malam di luar rumah.


Siena dan semua anggota keluarganya, dengan di kawal anak buahnya langsung meluncur ke jalan 2f, Grand Lisboa Hotel Avenida de Lisboa, Macau. Restoran khas chinese.


Sesampainya di lokasi, mereka semua langsung masuk ke dalam restoran. Sementara anak buah Siena berjaga di luar. The Eight restoran yang menggunakan desain interior tradisional khas chinese.


Setelah Siena memesan makanan Stir-friedBoston, Lobster wirh egg, Minced Pork and Black Bean, dan Chilled mango Pudding with Figh's Honey. Mereka berbincang dan mengucapkan selamat ulang tahun pada Angela, untaian doa mereka sematkan untuk Angela.


"Wah wah wah, kalian sedang merayakan hari ulang tahun anak tiriku rupanya."


Siena dan yang lain menoleh ke arah suara lembut namun terdengar mencemooh.


"Lailla?" sapa Siena tersenyum, matanya melirik ke arah Kenzi yang berdiri di belakang Laila dengan tatapan tajam ke arah Siena.


"Apa? aku putrimu? hiyyy amit amit deh! punya Ibu Iblis macam kau!" hardik Angela begidik, lalu meludah di depan Laila.


Ryu menggenggam tangan Angela supaya tenang dan tidak membuat keributan, Angela kembali terdiam.


"Hai Siena, kasihan sekali kau ini." Cemooh Laila pada Siena. Namun wanita itu tetap tenang dan tersenyum ramah pada Laila.


"Tidak mengapa, kami cukup bahagia." Siena menjawab lalu berdiri mendekati Kenzi. Melihat Siena mendekati Kenzi. Laila langsung memutar tubuhnya ke arah mereka berdua.


"Halo sayang, apa kabarmu?" tanyanya berbisik di telinga Kenzi sembari terus memutar tubuh Kenzi dengan satu tangan ia letakkan di dada Kenzi. Membuat pria itu janyungnya berdegup kencang seperti awal dia mengenal Siena.


"Baik, kau sendiri?" ujar Kenzi berusaha bersikap santai di depan Laila seolah dia tidak memiliki rasa lagi pada Siena.


"Oh.." bisik Siena di telinga Kenzi. Membuat Laila berjalan menghampiri lalu menarik tangan Siena supaya menjauh dari tubuh Kenzi. Namun kali ini Siena tidak mau mengalah, tangannya langsung mencengkram lengan Laila dengan sangat kuat.


"Sabar Laila, aku belum puas menatap wajah mantan suamiku ini, oh tidak! bekas ya bekas aku." Siena tertawa cekikikan melihat raut wajah Laila merah padam.


Bibir Siena mendarat di bibir Kenzi di luar dugaan Kenzi dan Laila.


"Sudah, ambillah!" Siena melepaskan cengkraman tangannya lalu mendorong tubuh Kenzi ke arah Laila.


"Kurang ajar! kau pikir suamiku barang bekas?" ucap Laila geram.


"Bukankah begitu sayang?" tanya Siena menatap Kenzi yang hanya diam, tapi senang mendapatkan ciuman dari Siena. "Dia bekas aku dulu, sekarang ambillah aku sudah tidak butuh lagi."


Siena mengambil tas yang tergeletak di atas meja, lalu mengajak anak anaknya untuk pindah tempat.


"Kenapa Bu?" tanya Angela.


"Di sini ada sampah bekas, Ibu kehilangan selera makan." Siena menjawab dengan santai, lalu ia berjalan melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu.


Anak anak Siena langsung berdiri dan menyusul langkah Siena. Ryu paling akhir berdiri menatap ke arah Kenzi dan tersenyum lebar. Lalu ia balik badan menyusul Siena dan yang lain.


"Sombong!" sungut Laila kesal.


"Sudahlah, bukankah apa yang di katakan dia benar? kau memilikiku setelah dia puas." Kenzi menimpali membuat hati Laila semakin panas.


"Kau!"


"Sudahlah, aku sudah menjadi milikmu sesuai kesepakatan, apalagi?" sahut Kenzi datar.


Laila mendengus kasar, lalu melanvkahkan kakinya mengikuti langkah Kenzi.