
Tidak mudah seorang remaja yang masih labil di usianya harus menghadapi kenyataan, harus berhadapan dengan pihak berwajib dan para mafia. Nyawanya atau bahkan keluarga terdekatnya akan mendapat imbasnya.
Tetapi tidak bagi Genzo, darah Kenzi dan Siena mengalir dalam dirinya. Ia tumbuh menjadi anak pemberani dan tidak takut dengan tantangan yang akan di hadapinya kelak.
Begitu juga dengan Ariela. Gadis remaja yang akhirnya terlibat demi membantu sahabat sekaligus orang yang di sukai. Gadis itu tak kalah beraninya seperti Genzo.
Namun tidak bagi Kitaro. Ia di besarkan oleh keluarga baik baik pada umumnya keluarga. Di antara Genzo dan Ariela, hanya Kitaro lah yang mengalami guncangan mental. Meski di awal dia mengaku siap, tapi setelah ia sadar kalau sudah menjadi buronan pihak berwajib dan harus berhadapan dengan mafia.
Konflik kecil terjadi diantara mereka bertiga, Kitaro menyalahkan semuanya pada Genzo dan menuding kalau semua ini terjadi karena Genzo. Perselisihan, perdebatan dan keras kepalanya Kitaro membuat perjalanan mereka terhambat.
Saat ini, persahabatan, tanggungjawab, dukungan satu sama lain sangat di butuhkan. Joe sebagai penengah diantara mereka tidak bisa berbuat lebih menghadapi sikap Kitaro.
Di persimpangan jalan, Joe menghentika. mobil Polisi yang ia gunakan lalu meninggalkannya di tepi jalan raya. Kemudia mereka menyusuri tepi jalan raya menghindari mobil itu dan mencari tempat persembunyian yang aman.
Setiap toko terlihat di televisi ramai memberitakan tentang tahanan yang melarikan diri yaitu Genzo dan yang lainnya. Dalam sekejap, wajah mereka tersebar dan beberapa orang terlihat waspada memperhatikan Genzo dan yang lainnya.
Sempat Joe mampir kesebuah supermarket untuk membeli makanan dan minuman, sementara Genzo dan dua sahabatnya menunggu di luar. Karena wajah mereka sudah di kenali, salah satu pelayan toko menghubungi polisi diam diam.
Tak lama kemudia Joe keluar dari supermarket dengan membawa dua kantong plastik sedang di kedua tangannya. Tiba tiba dari kejauhan terdengar riuh suara sirine dari mobil Kepolisian.
"Genzo?!" teriak Joe mengulurkan tangan supaya mendekatinya ke arah mobil dan bersembunyi.
"Polisi Uncle! ucap Genzo memberitahu.
Tepat iringan mobil Kepolisian mendekat, bersamaan dengan Joe melajukan mobil curiannya.
"Brumm! Brummm!!
Joe menginjak gas lalu menabrak dua mobil Polisi yang ada di depannya hingga mobil Polisi itu menyingkir ke kiri dan ke kanan menghindari tabrakan.
Dengan kecepatan tinggi Joe melarikan mobil itu menuju ke utara. Sementara di dalam mobil terjadi keributan kecil, namun Joe tetap fokus ke jalan raya.
" Semua ini gara gara kau!" tunjuk Kitaro pada Genzo yang menoleh ke arahnya.
"Kau tenanglah, buka saatnya saling menyalahkan!" Ariela menarik tangan Kitaro supaya duduk kembali dengan tenang.
"Bagaimana aku bisa tenang!" sungut Kitaro kembali duduk dengan gelisah memperhatikan mobil Polisi yang mengejar mereka dari belakang.
Ariela kembali terdiam dengan tatapan terus ke belakang, begitu juga Genzo. Sementara Joe masih tetap fokus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia membiarkan keributan kecil di antara mereka berdua dan memilih menyusun rencana mencari tempat aman untuk sembunyi sementara waktu.
Masa depan, masa remaja, persahabatan dan keluarga tengah mereka pertaruhkan. Akankah tiga remaja ini mampu menaklukkan dirinya dan bersatu menyelesaikan masalah?
Di tunggu kisah selanjutnya ya kak.