THE MAFIA BRIDE 2

THE MAFIA BRIDE 2
MB 2



Jiro dan yang lain menuai kemenangannya, namun berbeda dengan Samuel, Rei juga Ryu. Pentolan Triad kedua dari pihak Dareen mengetahui serangan yang di lancarkan Kenzi.


Kini posisi Samuel dan yang lain sudah di kepung pihak musuh. Mereka berada dalam lingkaran musuh dengan senjata mengarah ke mereka.


"Hahahaha! kau pikir aku bodoh, Sam!" seru Jou liam. "Selamat datang kembali Sam!"


Samuel mendengus geram menatap pria yang tengah nengajak bicara padanya. Keenan dan Ryu hanya diam dengan tatapan waspada. Mereka berpikir inilah akhir hidup mereka. Namun dari arah gedung terdengar ledakan yang sangat dahsyat, semua yang ada di lapangan terbuka itu menoleh ke arah gedung yang meledak.


"DUAAAAAARRRR!!!


Samuel dan yang lain tak ingin menyia nyiakan kesempatan. Mereka langsung mengarahkan senjata apinya ke arah musuh.


" DOR DOR DOR!!


"Ryu lari!!" pekik Keenan mendorong tubuh Ryu.


"Dor Dor Dor!!


Jiro dan Angela datang menembaki musuh. Sementara Rei dan Zidan meledakkan gedung dan gudang senjata musuh.


" Kakak!" pekik Ryu menubruk punggung Jiro.


"Dor!


Satu peluru melesat menembus paha Ryu karena menyelamatkan Jiro. Jiro langsung balik badan dan berguling menembaki pria yang telah menembak Ryu.


" Matilah kau! seru Jiro geram.


Namun dari arah belakang Jou Lim mengarahkan senjatanya ke arah punggung Jiro yang berusaha bangkit, melihat kakaknya dalam bahaya. Ryu berlari dengan tertatih menubruk Jou lim hingga peluru mengarah ke udara.


"Dor!


Jou Lim mendorong tubuh Ryu hingga berguling ke tanah. Lalu ia berdiri tertawa menyeringai sembari mengarahkan senjatanya pada Ryu


" Hebat, kalian keluarga saling melindungi satu sama lain. Tapi sayang, hari ini juga kalian semua akan mati!"


"Dor!


"Angela!" pekik Ryu menatap wajah adiknya yang memeluknya erat, melindungi tubuh Ryu dari serangan Jou lim. Peluru menembus punggung Angela.


"Kakak.." ucap Angela pelan. Darah segar mengalir dari sudut bibirnya.


"Matilah kau brengsek!!" jerit Jiro.


"DOR DOR DOR!!!


" Ahkkkkk!!!


Jou Lim ambruk bersimbah darah. Jiro masih belum puas, ia berlari ke arahnya lalu menginjak pinggang Jou Lim berkali kali hingga terdengar bunyi.


"Krekk!!


" Dor dor dor!!


"Brengsek, cuih!!" Jiro meludahi tubuh Jou Lim yang sudah tidak bergerak lagi.


"Tenang Kakak, aku tidak akan mati hari ini." Angela tertawa samar.


"Angela, jangan bicara seperti itu. Kita akan pulang dengan selamat," sela Ryu sembari terisak.


"Angela!"


Jiro menoleh ke arah Zidan yang berlari ke arahnya dengan luka tembak di bahu.


"Kau kenapa sayang?" Zidan mengangkat tubuh Angela lalu memeluknya erat.


"Aku tidak apa apa sayang."


"Ayo kita cari tempat aman." Zidan mengangkat tubuh Angela supaya berdiri, lalu memapahnya ke tempat aman. Di ikuti Ryu dan Jiro.


"Kalian cari tempat aman, biar aku membantu yang lain!" Jiro berlari ke arah mobil yang tak jauh dari tempatnya berdiri membantu Samuel dan yang lain.


Tak ingin membuang waktu, Samuel dan Jiro menghabiskan bahan peledak yang tersisa ke arah musuh. Begitu juga Keenan dan Rei, saling melindungi dan bekerjasama dengan kompak menghabisi musuh.


"Paman, kita berhasil!" seru Jiro kegirangan.


Samuel, Rei dan Keenan menoleh ke arah Jiro dan mengacungkan jempol. Mereka bertiga menghampiri Jiro.


"Di mana yang lain?" tanya Keenan.


"Di sana!" tunjuk Jiro ke arah mobil yang masih tersisa satu tidak terkena ledakan.


"Kita ke sana!" ajak Rei.


Mereka semua menghampiri Angela, Ryu dan Zidan. "Ryu, kau tidak apa apa?" tanya Samuel menatap paha Ryu yang terus mengeluarkan darah. "Aku keluarkan pelurunya."


Samuel merobek pakaiannya lalu mengikat luka di paha Ryu. "Kau tahan ya."


Samuel membelah satu buah peluru lalu di taburkan bubuk mesiu di atas lukanya, Ryu menjerit kecil lalu menarik kerah baju Jiro dan menggigitnya kuat. Sementara itu Samuel menyalakan pematik dan membakar bubuk mesiu di luka Ryu, lalu mencongkel peluru di dalam daging. Hingga Ryu memejamkan mata dan menjerit sambil menggigit kerah baju Jiro.


"Selesai! ucap Samuel menatap peluru di atas tanah. Ryu melepaskan gigitannya dan menyeringai kesakitan.


" Sekarang kau, Angela!"


"Baik paman," sahut Angela duduk membelakangi Samuel.


Samuel melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan pada Ryu. Angela hanya bisa memeluk Zidan dengan erat, sembari menggigit pakaiannya. Saat Angela menjerit, Zidan ikut berteriak karena bahunya di gigit dengan kencang oleh Angela. Jiro dan yang lain berusaha menahan ketaea melihat mereka berdua, namun pada akhirnya mereka tertawa lepas.


"Maafkan aku." Angela tersenyum mengusap bahu Zidan.


"Sakit sayang, tapi tidak apa apa. Yang penting kau baik baik saja." Zidan meringis kesakitan.


"Sam, kita harus segera menyusul Kenzi," ucap Rei dan Keenan.


"Kau benar," sahut Samuel. "Jiro, Ryu dan kalian betdua, sebaiknya kalian tidak usah ikut."


"Tidak paman, ini perang kami juga." Mereka menjawab bersamaan.


Samuel menghela napas panjang, dan akhirnya mengizinkan mereka untuk ikut ke arah timur membantu Kenzi dan kakak Yu.