THE MAFIA BRIDE 2

THE MAFIA BRIDE 2
MB 2



Pasukan di bagi menjadi tiga bagian. Kenzi bersama Yu menyerang ke sebelah timur. Samuel, Keenan dan Ryu ke sebelah utara, Zidan, Rei dan Angela juga Jiro menyerang ke sebelah barat. Setelah mereka membuat strategi perang dengan baik, semua pasukan langsung meluncur ke markas Triad, sementara Kenzi menyerang mansion mikik Dareen yang tak jauh dari markas.


Sesampainya di markas Triad, mereka langsung terpecah menjadi tiga bagian. Zidan, Angela dan Jiro langsung memberikan komando untuk menyerang markas bagian barat.


"Serang!" perintah Jiro.


Jiro dan pasukannya langsung menyerbu markas. Angela dan Zidan melepas tas kecilnya di punggung lalu mengambil dua bahan peledak, secara bersamaan mereka melemparkannya ke arah gedung tempat penyimpanan senjata ilegal.


"DUARRR!!!"


"DUARRR!!!"


Sesaat mereka berdua menatap ke arah gedung yang meledak bersamaan dengan suara pekikan dari pihak musuh yang tumbang terkena ledakan. Angela menoleh ke arah Zidan dan menganggukkan kepalanya. Mereka berdua berlari menyusul Jiro.


"DOR DOR DOR!


Peluru berseliweran berdesing memekakkan telinga.


"Habisi mereka semua!" komando dari pihak musuh mulai bertebaran mengepung dan saling membunuh.


"DOR DOR DOR!!


" DUARRR!!


Suara ledakan mobil terdengar sangat kencang, api mulai menyebar membakar gedung tempat senjata.


'Kakak awas!" pekik Angela menatap ke arah musuh yang berada di atas gedung lainnya tengah mengarahkan senjatanya pada Jiro. Namun Angela lebih dulu mengetahuinya.


"DOR DOR!!


"BRAKKK!!"


Pria di atas gedung itu terjatuh menimpa mobil. Jiro menoleh ke arah Angela mengacungkan jempolnya, lalu kembali berlari.


"DUARRR!!!


Kembali Angela dan Zidan melemparkan bahan peledak ke arah musuh yang baru saja datang dan terus menyerang.


" Ahkkk!!


"Angela lari!"


Zidan menatap ke arah musuh yang melemparkan bahan peledak ke arahnya, dengan sigap Zidan menarik tangan Angela dan berlari kencang.


"DUARRR!!"


Angela dan Zidan terpental cukup jauh hingga membentur mobil di depannya


"Bukkkk!!


" Ahhkk! Angela mengerang kesakitan lalu memuntahkan hkan darah kental begitu juga dengan Zidan. Melihat istrinya terluka, ia langsung bangun dan menghampirinya


"Kau tidak apa apa?" tanya Zidan, menoleh ke depan melihat kedatangan musuh.


"DOR DOR DOR!!


" Ayo bangun!" Zidan merangkul bahu Angela lalu membawanya sembunyi di balik mobil.


"Dor Dor!!


" Prankk!!


"Aku tidak apa apa, kau tidak perlu khawatir." Angela tersenyum menatap bibir suaminya yang di penuhi noda darah.


"Kita harus menang, harus!" Zidan terus memberikan semangat pada Angela.


Angela tersenyum dan mengangguk. "Pasti kita menang!"


"DUAR!


"DUAR!!"


"DUARR!!"


"Paman Rei!! seru Angela.


Ia tertawa lebar, lalu keluar dari persembunyian berlari ke arah Rei yang baru saja datang dengan pasukan lebih banyak lagi, menyerang tanpa ampun pihak musuh. Mayat bergelimpangan, asap hitam membumbung ke udara, bau anyir darah menyengat hidung.


" Kalian tidak apa apa?" tanya Rei


"Tidak paman!" sahut Zidan.


"Di mana Jiro?" tanya Samuel tidak melihat keberadaan Jiro.


"Di dalam gedung paman!"


"Ayo kita ke sana!"


Rei dan yang lain langsung berlari masuk ke dalam gedung mencari keberadaan Jiro, sementara musuh di luar berhasil mereka kalahkan.


"Kakak awas!! pekik Angela menubruk tubuh Jiro.


" Dor!!


Peluru melesat mengenai lengan Angela.


"BUKKK!!


Angela dan Jiro terjatuh ke lantai.


"Dor Dor!!"


Rei melesatkan dua peluru ke arah penembak Angela.


"Ahhk! pria itu tumbang, darah menercik ke lantai.


"Nak, kau tidak apa apa?" Samuel langsung berlari ke arah Angela dan Jiro.


"Sayang! kau tidak apa apa! seru Zidan yang baru saja tiba karena terkendala musuh yang tersisa.


" Tidak apa apa." Angela meringis memegang lengannya. Zidan merobek pakaiannya lalu mengikat lengan Angela.


"Terima kasih!"


"Angela, terima kasih sayang. Kau sudah menyelamatkanku." Jiro memeluk Angela sekilas.


"Iya kak!"


"Kita pergi dari sini cepat!" perintah Rei.


Zidan memapah Angela keluar dari gedung di ikuti Jiro. Sementara Rei terdiam sesaat memperhatikan mereka yang sudah lebih dulu keluar dari gedung, kemudian ia membuka tas kecilnya dan mengeluarkan beberapa bahan peledak melemparkan satu persatu sembari berlari kencang keluar gedung.


"DUAR!!


"DUAR!!


"DUAR!!


Jiro dan yang lain menoleh ke arah gedung yang meledak, bersamaan Rei keluar dari pintu gedung dan terpental jauh.


"Paman!" pekik mereka serempak berlari ke arah Rei.


"Paman! kau tidak apa apa!"


"Uhuk uhuk! Samuel memuntahkan darah dan tersenyum lebar memperlihatkan giginya yang berwarna merah darah.


" Kita berhasil!"


Angela dan yang lain tertawa lebar, lalu semuanya menatap ke arah gelimpangan mayat dan gedung yang terbakar.


"Kita ke utara sekarang, membantu Keenan dan yang lain. Cepat!" perintah Rei.


Rei berdiri di bantu Jiro, kemudian mereka bergegas ke arah utara untuk membantu yang lain.