THE MAFIA BRIDE 2

THE MAFIA BRIDE 2
Blind heart



Semua di awali. "Bos, hari ini Nona Angela akan di habisi sepulang sekolah."


Siena menutup ponselnya langsung lalu ia bergegas menuju kamarnya, ia mengganti pakaian tidurnya dengan menggunakan celana jeans ketat dan kaos berwarna hitam


Tidak lupa ia menyelipkan senjata api di balik jaketnya. Kali ini ia tidak memakai topeng, Siena sudah tahu pada akhirnya mereka akan mengetahuinya. Wanita itu bergegas keluar rumah untuk menemui Angela.


Sementara itu di tempat lain, Angela dan Kyo tengah berjalan menuju kedai mie. Rencananya Angela dan sahabatnya hendak menikmati mie ramen langganan mereka sebelum pulang ke rumah.


Namun baru saja mereka berdua hendak masuk kedai, tiga pria yang tak lain anak buah Siena langsung menarik tangan Angela dan Kyo untuk masuk ke dalam mobil.


"Kalian siapa?!" tanya Angela menatap tiga pria itu.


"Tenang Nona, kami tidak akan menyakitimu. Kami di perintah Ibumu untuk membawamu pulang." Salah satu pria itu menjelaskan.


"Kalian pasti bohong!" Angela masih tidak percaya


"DOR! DOR! DOR!! Angela terpekik kaget saat mobil yang ia tumpangi di tembak dari arah belakang. Kyo memeluk Angela erat.


" Gel, aku takut." Tubuh Kyo menggigil ketakutan


"Lihat Nona, mereka menginginkan nyawamu."


Angela terus merunduk sembari memeluk Kyo, sementara mobil terus melaju dengan kecepatan tinggi untuk menghindari musuh. Dua anak buah Siena kepalanya menyembul melesatkan peluru ke arah mobil dan motor yang mengejar.


"Ya Tuhan, tolong selamatkan kami.." ucap Kyo.


"Diam kau, berisik!" bentak Angela.


"DOR!


Dari arah depan sebuah motor menghadang langsung menembak pria yang melajukan mobil.


" Tidaakkk!! Pekik Angela dan Kyo saat mobil yang di tumpangi oleng ke kiri dan kenana, tapi pria itu berusaha meraih kesadarannya lalu menepikan mobil sebelum akhirnya dia pingsan. Mereka langsung keluar dari pintu mobil.


"Nona lari!!" seru salah satu anak buah Siena, mereka berdua langsung menghadapi musuh yang tak imbang, dan akhirnya kedua anak buah Siena ambruk bersimbah darah.


Sementara Angela dan Kyo terus berlari sekencang kencangnya.


"Ya Tuhan, Ya Tuhan!" Kyo terus berlari sambil mulutnya terus bicara. Melihat lari sahabatnya lambat, Angela menarik tangan Kyo lalu menyeretnya paksa supaya larinya lebih kencang.


"Angelaa, kau gilaaa!" pekik Kyo.


"BUKKK!


Kaki Kyo tersandung kakinya sendiri, akhirnya mereka berdua terjatuh ke jalan aspal. Angela dan Kyo berjalan merangkak saat melihat Kenzi sudah berdiri di hadapannya.


" Mau lari kemana kau!" bentak Kenzi pada Angela. Dari arah belakang dua pria mencengkram kerah baju Angela dan kyo supaya berdiri.


"Matilah aku, matilah aku." Kyo terus meracau saking ketakutannya.


"Bukkk!!


Dari arah belakang tubuh Kenzi di dorong seseorang hingga terhuyung ke depan.


" Brengsek! apa yang kau lakukan pada adikku!" seru Ryu yang tak sengaja lewat melihat adiknya di keroyok, ia langsung turun meski ia sendiri tidak memiliki kemampuan apa apa.


"Kakak! pekik Angela.


Kenzi balik badan, ia terperangah melihat sosok putranya ada di depan mata, namun ia teringat anak buahnya yang mengatakan kalau Dokter Ryu itu cacat.


"Rupanya kau cari mati! Kenzi menatap tajam Ryu.


"Aku bukan Ayahmu! dengar, aku tidak pernah memiliki putra cacat sepertimu!"


"DEGGG!!


Dada Ryu terasa di tonjok pakai palu godam. Hatinya hancur dan kecewa mendengar pernyataan Kenzi yang tak mengakuinya dan malah menghinanya. Perlahan Ryu berdiri, air matanya mengalur deras.


" Ayah boleh mencampakkanku karena kucacat! Tapi Ayah tidak bisa menyakiti putrimu sendiri!" jerit Ryu kecewa.


"Putriku? hahahahaha! Kenzi tertawa terbahak bahak. Ia berpikir kalau mereka tengah melakukan drama untuk menjebak Kenzi.


" Kau pikir aku bodoh?" tanya Kenzi menatap tajam Ryu dan Angela.


"Ya, kau bodoh tuan Kenzi! kau pecundang!" pekik Angela.


"Kau terlalu bodoh melupakan keluargamu, istrimu! kau lebih percaya cecunguk ini dan istrimu yang sundal itu!" ucap Angela, air matanya tidak dapat ia bendung lagi.


"Tutup mulut kalian, biar kuantarkan kau ke tempat yang indah." Kenzi mengarahkan senjata apinya pada Ryu dan Angela.


"Klikk!


" Sekali saja, kau berani melukai putra dan putriku. Aku tidak segan segan mencabut nyawamu saat ini juga, tuan Kenzi."


Kenzi melirik ke arah samping, nampak Siena sudah berdiri dengan senjata api mengarah ke pelipisnya.


"Oh, jadi kau Ibunya?" ucap Kenzi mencemooh.


"Lepaskan mereka atau dia mati! ancam Siena pada dua anak buah Kenzi. Lalu mereka melepaskan Kyo dan Angela beserta Ryu.


Siena berjalan ke arah depan berhadapan dengan Kenzi dengan senjata terus mengarah pada pelipis Kenzi.


"Jangan janagn, kau wanita yang bertopeng itu?" Kenzi mengarahkan senjatanya ke wajah Siena. Mereka saling menarik pelatuk senjatanya masing masing.


"Klikk!


"Bukan urusanmu, brengsek!" sungut Siena.


"Ayah cukup, dia istrimu!" seru Ryu sedih mengapa keluarganya bisa sehancur ini.


"Tutup mulutmu, istriku tidak seperti dia!" potong Kenzi, meski hati kecilnya meragukan apa yang di katakan Hernet, Laila dan Livian.


"Ayah, percayalah. Dia istrimu.." ucap Ryu terisak. Ryu terus berusaha mengingatkan masa masa indah duku, saat saat mereka bersama di mana momen momen penting yang hampir saja Kenzi lupakan.


"Jika kau istriku, katakan padaku. Tiga hal kebiasaanku saat bersamanya." Kenzi masih meragukan kata kata Ryu, meski semua yang di katakan Ryu itu benar. Saat ini, Kenzi tidak tahu siapa yang benar.


"Katakan jika kau istriku, Siena."


Namun Siena sudah terlanjur sakit hati dan kecewa, ia sudah menganggap Kenzi mati. Siena memilih diam tidak menjawab meski Ryu terus berusaha supaya Siena mengatakannya.


"Bu, katakan Bu.." ucap Ryu akhirnya menyerah.


"Aku tidak perlu mengatakan apapun pada pria brengsek ini."


Kenzi langsung tertawa, keraguannya hilang. Ia yakin kalau mereka bukan keluarganya. Lalu Kenzi memerintahkan anak buahnya untuk melenyapkan Siena dan yang lain.


Anak anak Siena dan Kyo mundur ke belakang tubuh Siena. Mereka berdua saling tatap tajam. Kehidupan sudah merubah alur hidup mereka berdua, kenyataan telah memporak porandakan keteguhan yang selama ini mereka perjuangkan.


Berpisah lalu bertemu saling membawa sekerat wajah sepenggal kenangan yang tersisa, semua tersaput tipu daya. Seketika putih mata, buta hati, kelam sekelam mentari yang tertutup awan hitam setelah sekian lama beku dan membatu.


"Tegakah Kenzi membunuhku dan anak anaku?"