
Satu minggu mereka ada dalam persembunyian, konflik di antara tiga remaja itu semakin tidak terkontrol. Persediaan makanan di tempat persembunyian semakin habis, Genzo dan Ariela berinisiatif untuk membeli makanan yang dibutuhkan selama mereka sembunyi.
Malam itu Genzo dan Joe, keluar dari persembunyian sementara Kitaro dan Ariela memilih menunggu di tempat persembunyian.
Dua minggu setelah kejadian melarikan diri, suasana di luar masih tetap belum kondusif. Polisi masih berjaga dan berupaya mencari ke empat tawanan yang di anggap *******. Kini, Genzo dan temannya masuk dalam daftar pencarian orang. Terlebih gedung penerintahan kota itu dua hari yang lalu di bom orang tak di kenal. Dan Polisi menyangkut pautkan masalam pemboman itu dengan ketiga remaja juga Joe.
"Paman, sepertinya malam ini kita harus berhati hati. Jangan sampai mereka melihat kita," ucap Genzo pelan.
"Kau benar, lihat berita di tv." Tunjuk Joe pada sebuah layar televisi yang terpampang di sebuah toko dan sedang di tonton oleh beberapa orang.
Genzo terhenyak menyaksikan berita dalam tv itu, tersiar kabar bahwa Genzo dan yang lain ikut terlibat dalam pemboman di salah satu gedung pemerintah. Yang lebih membuat mereka shok, Ryu dan Davira di tahan Polisi sebagai saksi atau bisa jadi tersangka utama dalang pemboman itu. Sementara Kenzi dan Siena di larikan ke rumah sakit akibat serbuan orang tak di kenal yang melakukan kerusakan di rumah Kenzi.
Melihat kabar di televisi, sontak membuat Genzo berteriak seraya membuka penutup kepala yang sengaja ia pakai supaya tidak di kenali.
"Ayaaaahhh!! Ibuu!!"" jeritnya, membuat orang orang mengalihkan pandangan pada Genzo dan Joe.
"Tangkap mereka!" salah satu anggota polisi yang berada tak jauh dari tempat itu langsung mengenali Joe dan Genzo.
"Lari!!" perintah Joe pada Genzo.
Keduanya berlari menyusuri jalan raya, dan di hujani dua peluru yang hampir saja mengenai kaki Genzo.
"Cepat ke arah kanan!" tunjuk Joe menuju gang gang sempit di kota itu.
"Aku antarkan kau ketempat persembunyianmu, jalan sini!" perintah pria tersebut lalu membawa Genzo berputar arah.
Tak lama kemudian mereka berdua telah sampai di tempat persembunyian, namun sesampainya di sana. Genzo menyaksikan Ariela dan Kitaro di gelandang oleh pihak kepolisian. Genzo terdiam lalu menjatuhkan tubuhnya di jalan aspal. Menatap mobil polisi membawa kedua sahabatnya menjauh dari tempat persembunyian.
"TIDAAAAAKKKK!!!
Genzo berteriak penuh dengan prnyesalan dan kemarahan yang memenuhi rongga dadanya.
"AYAAAAHHH! IBUUUU!!
Kepalanya tertunduk, air mata jatuh dengan derasnya, saat ini yang Genzo rasakan adalah kemarahan, penyesalan dan kebencian. Ia merasa semuanya tidak adil, bahkan dia mengutuk kehidupan yang tak pernah memberikan keluarganya kebahagiaan.
"AKU BENCI HIDUPKU! AKU BENCI SEMUA HAL, AKU BENCIII!!!!
Malam itu menjadi malam terakhir persahabatannya dengan Kitaro dan Ariela, malam terakhir kebersamaannya dengan Joe.
Genzo memutuskan untuk melanjutkan hidupnya.
"AKU BERSUMPAH AKAN MEMBALASKAN DENDAM AYAH DAN IBUKU! LANGIT DAN BUMI MENJADI SAKSI ATAS KETIDAK ADILAN PADA KELUARGAKU, AKAN KUHABISI KALIAN SEMUA!!"