THE MAFIA BRIDE 2

THE MAFIA BRIDE 2
MB 2



Siang itu Siena dan dua sahabatnya tengah beristirahat di mansion milik Dareen. Salah satu anak buah Dareen memberi kabar pada Siena. Bahwa wanita yang ada di rumah Dokter Ryu yang tak lain Laila yang menyamar telah tewas di tangannya. Sore ini akan di lakukan pemakaman Mei Chan atau Laila oleh keluarga Kenzi sendiri.


Siena tidak percaya begitu saja sebelum menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri. Lalu ia meminta Dareen untuk mengantarkannya ke pemakaman.


Dareen menyetujui permintaan Siena, sebagai bukti bahwa dia tidak berbohong dan serius menjalin kerjasama dengan Siena.


Sore itu juga Dareen mengantarkan Siena ke pemakaman Laila, dengan pengawalan ketat. Sementara Rei dan Keenan menunggu di mansion.


Tak butuh waktu lama mereka telah sampai di pemakaman. Siena dan Dareen keluar dari pintu mobil. Mereka berdua berdiri menatap ke depan. Rupanya proses pemakaman telah selesai. Siena tersenyum puas, akhirnya musuhnya satu persatu tewas. Perlahan Siena melangkahkan kakinya lebih dekat. Mendekati Kenzi dan Jiro yang masih berdiri di depan pusara Mei Chan.


"Kau menangisi wanita iblis itu, Kenzi?"


Kenzi langsung balik badan, mendengar suara yang sangat ia rindukan. "Siena?"


"Ibu? Jiro tidak menyangka bertemu Siena, ia berpikir selama ini Ibunya sudah tiada.


" Ibu!" seru Jiro berjalan mendekati Siena hendak memeluknya. Namun Siena mencegah Jiro untuk mendekat.


"Cukup Nak, diam di tempatmu." Siena tersenyum menatap Jiro.


"Aku kecewa padamu Jiro, apa salah Ibu padamu Nak? apakah aku bukan Ibu yang pantas kau banggakan Nak?" ucap Siena halus tapi cukup menampar dada Jiro.


"Bu, bukan itu maksudku-?"


"Cukup! potong Siena. " Untuk apa kau menangisi wanita itu?" tanya Siena pada Jiro dan Kenzi.


"Ibu, dia baby sitter putriku. Dia wanita baik baik." Jiro menjelaskan siapa Mei Chan pada Siena.


Siena tertawa lebar menatap Kenzi sesaat lalu beralih menatap Jiro sesaat.


"Bodoh!" seru Siena.


"Dia Laila! wanita gila yang telah selingkuh dengan dia!" tunjuk Siena pada Kenzi.


"Apa?" Kenzi dan Jiro terkejut.


"Ya, kalian sudah di perdaya. Mudah sekali kau percaya, dasar laki laki! ejek Siena.


"Ibu, aku benar benar tidak tahu. Maafkan aku Ibu.." Jiro berjalan satu langkah mendekati Siena.


"Kenzi, hubungan kita sudah berakhir sejak kau berkhianat. Jangan harap aku kembali padamu. Lebih baik kau jaga anak anak kita dengan baik." Siena balik badan hendak melangkah. Namun ia melupakan sesuatu, lalu ia memutar tubuhnya kembali menatap ke arah Kenzi.


"Jika kau mau menikah lagi, aku izinkan. Asalkan bukan dengan perempuan iblis itu. Jadi, menikahlah biar kau tidak kesepian."


"Siena, tidak bisa kah kau maafkan aku?" Kenzi berjalan mendekati Siena.


"Cukup, aku sudah memaafkan dan mengizinkan kau untuk menikah lagi."


"Tapi Siena-?"


Siena meletakkan satu jari di bibirnya, lalu tersenyum. "Selamat tinggal Nak.."


Siena langsung balik badan dan melangkahkan kakinya menuju mobil di mana Dareen berada.


"Ibuu!"


"Siena!!"


Kenzi dan Jiro berlari menyusul Siena, namun langkah mereka terhenti saat melihat Dareen dan anak buahnya yang mengawal. Kenzi hanya diam menatap Siena dengan sedih. "Siena, apakah tidak ada maaf lagi buatku.."


"Ibu, maafkan aku bu.." ucap Jiro pelan. Menatap ke arah Siena masuk ke dalam mobil.


Sekilas Siena melambaikan tangannya pada mereka saat mobil melaju meninggalkan pemakaman.


"Ayah, pria itu siapa?" tanya Jiro terus menatap ke arah iring iringan mobil.


"Dareen, aku masih ingat dengan dia. Dulu sewaktu Ayah masih aktif di organisasi. Dareen masih sangat remaja." Jelas Kenzi, hatinya terasa panas melihat Siena bersama pria lain.


"Ayah, kau tidak boleh tinggal diam. Ayah harus merebut kembali hati Ibu.." ucap Jiro terisak.


"Iya sayang.." jawab Kenzi pelan.


"Berjanji padaku Ayah, bawa kembali Ibu padaku, pada Ryu. Aku tidak mau semua ketenangan ini jika harus Ibu berkorban sendirian." Jiro semakin terisak dan menyesali telah menganggap Siena tiada.


"Kau benar Nak, Ayah pasti bawa Ibumu kembali. Sekarang kau harus izinkan Ayah untuk kembali ke dunia hitam dan membawa Ibumu lagi." Kenzi memegang bahu Jiro.


"Tentu Ayah, aku izinkan."