THE MAFIA BRIDE 2

THE MAFIA BRIDE 2
buy one get two



Hari berlalu, kabar pernikahan Kenzi dan Laila semakin dekat. Tersisa satu hari lagi untuk Siena mempersiapkan segalanya yang sudah dia rencanakan di hari pernikahan Kenzi dan Laila.


Dadanya bergemuruh menahan amarah, hatinya panas serasa di bakar, dunia serasa berhenti berputar. Itu yang Siena rasakan saat ini, jika bukan karena Angela putrinya yang masih sangat membutuhkannya, ia memilih mati dari pada harus menyaksikan itu semua. Malam ini Siena tengah duduk di sebuah jembatan di mana dulu mobil Kenzi terjatuh ke dalam laut. Di tangannya memegang botol wine.


"Di sini, aku pernah menyerahkan nyawaku hanya untukmu, tapi rupanya Tuhan tidak menginginkan aku mati dengan cara seperti itu." Siena menatap tajam ke bawah jembatan.


Kembali ia menenggak minumannya. "Di sini, aku berpikir kau meninggalkanku membawa serta cintaku." Lagi lagi ia menenggak minumannya sampai habis.


"Tapi aku salah besar!" pekiknya sembari melempar botol itu ke bawah jembatan.


"Kau pengkhianat! aku membencimu! aku benci Kauuuuuuu!" jerit Siena. Lalu ia membenturkan keningnya ke besi yang ia pegang.


"Duk! Duk Duk!


Hingga ia menyadari keningnya tertahan sebuah tangan kekar, Siena tengadahkan wajahnya menatap sosok pria yang sudah berdiri di sampingnya.


"Avram?"


"Ya aku." Avram tersenyum lalu duduk di sebelah Siena.


'Kenapa kau selalu mengikutiku? apa tidak ada pekerjaan lain?" tannyanya dengan kesal.


"Tentu ada, tapi aku tidak akan membiarkan seorang wanita cantik menyakiti dirinya sendiri." Avram tertawa kecil.


"Halah! Siena mengibaskan tangannya di wajah Avram. Namun pria itu menggenggam tangan Siena erat.


" Apapun masalahmu, jangan kau lukai dirimu sendiri."


"Lepas! Siena menarik tangannya. "Terserah kau, mau bicara apa." Wanita itu berdiri, ia sudah hilang kepercayaan pada siapapun, apalagi terhadap pria setelah pengkhianatan Kenzi. Lalu ia berdiri dan melangkahkan kakinya. Avram ikut berdiri menyusul Siena.


"Kau mau kemana?"


"Aku tahu siapa kau sebenarnya, Siena," gumam Avram. "Tapi kau tidak akan mengenaliku sama sekali." Avram tersenyum, sesaat menundukkan kepalanya.


"Sudahlah, biarkan saja dia tidak mengenaliku." Avram memutar tubuhnya, berjalan menuju mobil yang terparkir di tepi jalan.


***


Pagi 7,30


Setelah anak anak Siena kembali beraktifitas. Wanita itu langsung meluncur ke markas untuk mempersiapkan semua rencana hang sudah dia atur.


"Kalian sudah siap!" seru Siena.


"Siap Bos!" jawab mereka serempak. Semua anak buah Siena menyamar sebagai pelayan hotel untuk masuk ke dalam acara pesta pernikahan Kenzi dan Laila. Ada juga yang menggunakan setelan jas layaknya tamu undangan yang akan hadir di acara pesta pernikahan. Sementara Siena sendiri menggunakan penutup wajah supaya tidak ada yang mengenalinya, karena wanita itu yang akan mengeksekusi targetnya.


"Kalian berangkat, jangan sampai menimbulkan kecurigaan. Jangan berbuat hal bodoh!" perintah Siena.


"Baik Bos!" jawab mereka serempak.


Kemudian anak buahnya meninggalkan markas menuju gedung tempat pernikahan akan di langsungkan.


Siena menatap tajam pedang yang berukuran sedang, jarinya menyusuri tepi pedang.


"Bagaimana rasanya hidupmu cacat? bagaimana rasanya kau hidup tidak ada gunanya? Siena tertawa menyeringai.


" Membunuh kalian itu hal mudah, tapi saat ini aku ingin bersenang senang melihat kalian semua menderita!" Siena mengayunkan pedangnya ke udara.


"Srettt!


" Bersiaplah menyambut hari kelam kalian brengsek!" pekik Siena tersenyum sinis