
Tiga puluh menit berlalu, akhirnya Kenzi terbangun. Kemudian ia mengajak Kenzi menuju rumah sakit, untuk mendampingi Ryu selama pengobatan hingga sembuh.
Janji Siena kepada Ryu terbayarkan sudah, hari demi hari melihat keberadaan Kenzi dan Siena ada di sampingnya membuat kondisi Ryu semakin membaik. Hingga Dokter mengizinkan Ryu di bawa pulang ke rumah. Kedatangan Ryu dan Kenzi di sambut gembira oleh putra putri Kenzi. Meski Angela masih terkadang ketus terhadap Kenzi. Pada akhirnya Angela bisa menerima kehadiran Kenzi sebagai ayahnya.
Hingga suatu hari, Siena meminta waktu anak anaknya untuk berkumpul di ruang tamu. Karena ada sesuatu hal yang harus Siena sampaikan pada mereka termasuk Kenzi.
Mereka semua terkejut melihat Siena keluar dari kamar dengan mendorong satu koper berukuran besar. Lalu ia duduk di kursi, menatap satu persatu putra putrinya.
"Ibu? ibu mau kemana? tanya Angela. Semua orang yang ada di ruangan itu memiliki pertanyaan yang sama dengan Angela.
Siena menghela napas panjang, lalu tersenyum menatap mereka semua sebelum bicara.
" Nak, Ibu sudah melakukan apa yang Ibu janjikan pada kalian semua. Menjaga kalian, mengembalikan Ayah kalian, merawat kalian. Ibu tunaikan semua janji Ibu." Siena terdiam sesaat menghela napas panjang.
"Seluruh hidup Ibu, perjuangan Ibu. Semuanya untuk kalian. Kebahagiaan kalian, hidup aman seperti yang kalian inginkan. Ibu tidak meminta kalian untuk membalas apa yang sudah ibu lakukan untuk kalian. Melihat kalian bajagia itu sudah cukup buat Ibu." Siena menundukkan kepala sesaat lalu kembali melanjutkan ucapannya, sementara mereka terdiam mendengarkan dengan seksama.
"Selama ini Ibu tidak meminta apa apa dari kalian, tapi kali ini Ibu punya satu permintaan yaitu izin kalian untuk membiarkan Ibu pergi dari rumah ini."
"Apa!" sahut mereka serempak.
"Tidak Ibu, tidak akan kuizinkan!" sela Ryu.
"Tidak Siena, dari pada kau yang pergi. Lebik baik aku saja," imbuh Kenzi merasa tidak enak.
"Tidak, Ryu membutuhkanmu. Begitu juga yang lain." Siena rersenyum pada Ryu.
"Tidak Ibu, aku butuh kalian berdua.." ucap Ryu pelan.
"Tidak sayang, keputusan Ibu sudah bulat. Tolong hormati keputusan Ibu." Siena berdiri, di ikuti yang lain.
"Jiro, jaga adik adikmu dengan baik. Angela, giat belajar supaya kau bisa meraih cita citamu. Zoya, Ibu minta maaf tidak bisa merawatmu saat melahirkan nanti. Tapi percayalah, di manapun Ibu berada. Ibu selalu menyayangi kalian semua."
"Aku titip anak anakku padamu." Siena menoleh ke arah Kenzi yang menundukkan kepalanya. "Ingat, di luar sana musuh diam, tapi bukan berarti mereka menyerah."
"Ibu jangan pergi..." Angela berlari ke arah Siena dan memeluknya erat.
"Kau sudah dewasa sayang, jadilah pribadi yang kuat dan mandiri. Ibu selalu menyayangimu." Siena melepas pelukan Angela, lalu mendorong kopernya
"Selamat tinggal, jaga diri kalian baik baik." Siena tersenyum lalu balik badan melangkahkan kakinya keluar dari rumah tanpa menoleh lagi. Meski Angela dan Ryu berusaha untuk mencegahnya.
"Ibu!" jerit Angela menangis dalam pelukan Kenzi. Sementara anaknya yang lain hanya diam tanpa bicara apa apa lagi. Mereka sangat terkejut dengan keputusan Siena yang tak ingin kembali lagi pada Kenzi. Hingga akhirnya anak anaknya tidak dapat mencegahnya lagi.