THE MAFIA BRIDE 2

THE MAFIA BRIDE 2
MB 2



Sejak kejadian semalam, Angela tidak mau mengajak bicara Ryu, begitu juga Jiro. Entah apa yang ada di dalam pikiran mereka saat ini. Yang jelas Ryu tidak lagi merasakan kehangatan di dalam keluarganya, ia merasa benar benar asing. Sesekali Kenzi mengajak bicara Ryu meski tidak ada tanggapan sama sekali. Namun Kenzi terus berusaha membujuk Ryu untuk membuka hatinya lagi dan mau memaafkan.


Pada satu waktu, saat mereka tengah menikmati semburat oranye di ufuk barat. Di sebuah taman halaman rumah Dokter Ryu. Kenzi, Angela dan Jiro begitu juga dengan Zoya. Mereka semua tengah memperbincangkan tentang sikap Ryu yang benar benar keras kepala di mata mereka.


"Apa yang harus kita lakukan ayah? Lama lama Ryu bisa gila kalau terus terusan memikirkan Ibu yang entah ada di mana." Jiro membuka pembicaraan.


"Apa yang di katakan kakak benar, apa selamanya kita akan hidup di ujung kematian? aku juga mau hidup normal seperti orang lain." Angela membenarkan apa yang di katakan Jiro tanpa menimbang hal hal yang sudah di lewati sebelumnya.


"Selama ini, Ayah sudah mencurahkan tenaga dan pikiran untuk mencari ibu kalian, tapi sampai sekarang Ayah tidak menemukan keberadaannya. Entah sembunyi di mana, Ayah tidak tahu." Kenzi terdiam sesaat. "Hanya Ibumu yang mengerti segala hal tentang Ryu, Ayah tidak tahu harus dengan cara apa membujuknya."


"Kalau boleh saya saran, tuan."


Kenzi dan yang lain menoleh ke arah Mei Chan yang baru saja datang membawa nampan berisi minuman segar dan cemilan lalu di letakkan di atas meja taman.


'Silahkan.." sahut Kenzi.


"Sebaiknya kalian mengalah untuk sementara waktu, sampai tuan Ryu hatinya melunak. Jika kalian tidak mau mengalah untuk mengikuti apa maunya. Saya khawatir tuan Ryu menjadi depresi."


"Kau benar kak!" sela Angela.


Jiro dan yang lain menganggukkan kepala, membenarkan apa yang di katakan Mei Chan.


"Jika terus di biarkan, otak tuan Ryu bisa rusak karena berpikir keras kalau kalian melupakan ibunya. Dan berpikir saya akan merebut tuan Kenzi. Padahal tidak ada terlintas dalam pikiran saya. Saya benar benar tulus."


"Kau memang baik Mei.." ucap Kenzi. Mei chan tersenyum menundukkan kepala sesaat.


"Baiklah, mulai sekarang kita ikuti mau Ryu. Ayah khawatir juga dengan kondisinya yang semakin kurus dan berantakan."


Semua mengangguk setuju usul Mei Chan. Saat seorang pria sudah berjaya, banyak wanita yang mengaku tulus meskipun sebenarnya tidak. Hanya seorang wanita yang benar benar tulus saat pasangannya berjuang dari nol.


Setelah semua sepakat, saat malam tiba. Ryu baru saja pulang dari rumah sakit. Semua anggota keluarganya meminta maaf karena telah melupakan Siena. Dan mereka berpura pura mempercayai kata kata Ryu kalau dia pernah melihat Siena.


Kenzi dan yang lain terus berusaha merubah sikap dari hari ke hari karena khawatir Ryu depresi, mereka tidak akan menyerah hingga hati Ryu luluh. Kenzi dan yang lain kagum atas kebijakan Mei chan yang memberikan usul itu. Meski belum ada perubahan yang signifikan dalam diri Ryu. Namun Ryu terlihat lebih tenang dari sebelumnya dan tidak bersikap arogan lagi.


Ryu yang sudah lama tidak mau makan satu meja dengan keluarganya, pagi itu ia tergesa gesa dan langsung duduk di kursi makan. Kenzi dan yang lain bisa bernapas lega karena usaha mereka berhasil.


Seperti biasa, Mei Chan menyiapkan sarapan pagi untuk semuanya. Sementara Ryu sibuk membuka file di atas meja seperti sedang mencari data yang ia lupa. Mei Chan menghampiri Ryu dengan percaya diri. Menyodorkan roti bakar di atas piring dan segelas susu.


"Tuan sarapan dulu.." sapa Mei Chan.


Ryu tengadahkan wajahnya menatap Mei Chan cukup lama. Detik berikutnya ia tertawa terbahak bahak membuat Kenzi dan yang lain menatap bingung pada Ryu.


"Kau pikir, aku tidak tahu rencana busukmu wanita murahan." Ejek Ryu.


"Ryu! Kenzi berdiri menatap marah pada Ryu. "Jaga mulutmu!" ucap Kenzi dengan nada tinggi.


Ryu menoleh dan membalas tatapan Kenzi, tidak ada lagi tatapan kagum apalagi hormat terhadap Kenzi.


"Oh, kalau begitu. Jaga sikapmu untuk tidak terpedaya lagi, pria lemah," ucap Ryu tegas dan pedas nyelekit ke dalam hati Kenzi. Untuk pertama kalinya ia benar benar tidak berharga di depan putranya sendiri. Untuk pertama kalinya ia di hina oleh darah dagingnya sendiri.


Kenzi berjalan mendekati Ryu dan menekan bahu Ryu untuk membungkuk pada Mei Chan sebagai permintaan maaf telah mengatai Mei Chan murahan.


"Aku yang bodoh, atau kau yang bodoh sejak dulu Kenzi? atau memang Ibuku sebenarnya yang seorang mafia hebat." Sindir Ryu.


"Minta maaf, cepat!" Kenzi membentak Ryu, ia tidak dapat bersabar lagi menghadapi Ryu.


"Sampai mati, aku tidak akan pernah meminta maaf pada wanita murahan ini," Ryu menatap tajam Mei Chan yang mulai menangis karena merasa di lecehkan. Entah itu tangisan sesunghuhnya atau hanya pura pura, atau hanya perasaan Ryu saja yang sudah kadung benci?


"Aku pernah melakukan kesalahan, tapi pantang bagiku untuk mengulangi kesalahan yang sama. Dan kau 'trollop' jangan harap aku percaya pada mulut manismu."


Mendengar kata 'trollop' Mei Chan langsung berlari ke kamarnya sembari menangis. (Trollop, kata lain dari kupu kupu malam).


"Kau benar benar keterlaluan!" Kenzi mengangkat tangannya hendak menampar Ryu, namun Samuel mencengkram tangan Kenzi. Selama ia mengabdi pada Kenzi. Untuk pertama kalinya ia menentang sikap Kenzi.


"Cukup Bos!"


Kenzi menatap tajam Samuel. "Kau.."


"Maaf bos.." Samuel menurunkan tangan Kenzi.


"Kali ini saya membela tuan Ryu, dia tidak gila dan berhalusinasi. Saya sendiri saksinya melihat Nyonya Siena, dan dia masih hidup."


"A, appa?" Kenzi menatap ke arah Ryu. Namun Ryu berlalu begitu saja meninggalkan ruang makan di ikuti Samuel.


Kenzi menjatuhkan tubuhnya di atas kursi. "Siena, kalau kau masih hidup. Kenapa kau tidak menemui anak anakmu? aku tahu kau marah padaku. Tapi setidaknya temui anak anakmu.." ucap Kenzi pelan.


"Sudahlah ayah. Jika ibu masih hidup, tentu dia akan datang di hari ulang tahunku. Menjenguk cucunya. Tapi apa buktinya? tidak ada bukan? bisa saja Paman Sam bersekongkol dengan kak Ryu!'


Kenzi menoleh ke arah Angela, ia tidak tahu apakah Siena benar masih hidup atau tidak. Apa yang di katakan Angela masuk akal.