
Rencana pernikahan Jiro dan Zoya akan segera di lakukan. Ryu sebagai adik, sudah mempersiapkan segalanya termasuk tiket untuk mereka berdua bulan madu nanti. Hari ini Siena sebagai Ibu, sibuk mempersiapkan keperluan Jiro dan Zoya.
Lain lagi dengan Angel, putri bungsu Siena tidak terlalu sibuk ikut dalam peran serta persiapan pernikahan. Gadis itu sibuk dengan pacar barunya, Aranza.
Sementara di tempat lain, dua organisasi terlarang yang sudah mengakar kuat. Kini menyatukan kekuatannya untuk melawan Kartel Siloa. Kenzi sibuk memerintah anak buahnya untuk terus menelisik keberadaan markas tersebut. Sementara Hernet berusaha untuk memulihkan kondisi Laila. Tidak terima putrinya cacat. Berbagai cara ia lakukan tidak perduli seberapa besar uang yang di gelontorkan supaya putrinya bisa berjalan normal meski dengan kaki palsu atau kaki robot sekalipun.Tidak hanya itu, Hernet mempersiapkan Laila menjadi wanita tangguh tak terkalahkan untuk membalaskan dendam pada Siena.
Dengan menyewa jasa para ahli yang bisa membuat tangan atau kaki robot, dari Jepang dan Cina. Hernet merasa bangga dengan hasil kerja mereka yang hampir mendekati sempurna.
Laila wang
Laila wang setelah di renovasi, dari tangan yang bisa mengeluarkan senjata tersembunyi, hingga kaki yang tak tembus peluru dan senjata tajam.
"Hahahahahaha! Hernet tertawa terbahak bahak, kini ia merasa bangga dengan putrinya yang tidak hanya menjual kemolekan tubuhnya saja.
Livian yang hanya diam memperhatikan hanya tersenyum sinis. " Jangan puas diri dulu Hernet, kita belum tahu seberapa tangguh wanita bertopeng itu." Livian angkat bicara.
"Diam kau! saat ini hatiku sedang bahagia. Jangan kau rusak dengan kata katamu itu!" bentak Hernet pada Livian.
Sementara Kenzi sendiri hanya diam menatap datar Laila yang berjalan mendekatinya dan bergelayut manja di leher pria itu.
"Bagaimana sayang?" tanyanya manja.
"Bagus, aku suka." Kenzi menjawab datar.
"Bagus, kau persiapkan penyerangan ke markas itu besok." Kenzi menerintahkan.
"Baik Tuan!" jawab pria itu kemudian kembali keluar dari ruangan.
"Aku sendiri yang akan memimpin penyerangan itu." Kenzi menatap Hernet dan Livian.
"Aku ikut sayang, aku ingin melihat wanita yang telah menghilangkan kakiku."
****
Hari pernikahan Jiro dan Zoya tela tiba. Semua sudah siap, dan pernikahan akan di langsungkan di halaman rumah Ryu yang cukup luas. Ryu mengundang teman teman sejawatnya, dan Angela mengundang teman sekolahnya untuk memeriahkan momen yang membahagiakan itu.
Sementara Ryu dan kekasih barunya yang bernama Mei Mei tengah berada di kamar mempelai. Karena pernikahan akan di langsungkan pukul sepuluh pagi.
Siena terlihat cantik dan anggun duduk di meja rias dengan balutan gaun berwarna coklat muda. Rambutnya di sanggul tertata rapi. Tiba tiba ponsel miliknya berdering, lalu ia mengambil ponsel yang tergeletak di atas meja, membuka layar ponsel
"Joe," ucapnya pelan. Lalu ia menggeser icon berwarna hijau dan mendekatkan ponsel di telinganya.
"Halo," sapa Siena. Lalu wanita itu terdiam mendengus geram setelah mendengar banyak informasi dari anak buahnya tentang penyerangan yang akan di lakukan Kenzi dan Laila ke markasnya. Tak lama ia menutup telpon lalu ia berdiri menatap bayangannya di cermin.
"Ayo kita bermain main sayang," gumamnya pelan. Lalu ia mengambil tas berukuran sedang di bawah meja, Siena berjalan dengan anggun keluar dari ruangan menuju pintu belakang rumah.