
Happy reading
"Hiks hiks kakak dimana?" tangis Ella didekat pohon besar itu.
Ia tadi hanya mengejar badut yang lewat tapi sekarang ia tak tahu ada dimana.
"Kakak Ella takut disini gelap," tangisnya makin kencang.
Ella berjalan pelan kearah keramaian, ia berharap bisa mengemukakan kakak kakaknya.
"Kakak huhuuuuu kakak..."
Dari arah belakang ada seorang wanita yang melihat Ella berjalan sendiri itu mulai mendekatinya.
"Adek," panggil wanita itu pada Ella.
Ella menoleh dengan air mata yang terus mengalir, wanita itu cukup terkejut melihat Ella.
"Adek sama siapa ke sini? Kok nangis?" tanya wanita itu menggendong Ella kearah kursi taman.
"Sama kakak, tapi kakaknya gak ada huaaaaa."
Wanita itu memeluk Ella seraya menenangkan bocah cilik itu.
"Udah jangan nangis dulu, adek mau permen gak? Kakak ada nih tapi jangan nangis, kakak bisa bantu kamu cari kakak kamu," ucapnya mengeluarkan permen lolipop itu dari tasnya.
"Mau."
Ella menerima permen itu dan membuka permen itu. Gadis itu sudah mulai tenang dengan permen lolipop di mulutnya tapi tangan wanita itu masih mengelus rambut dan punggung Ella.
"Sekarang cerita sama kakak, kenapa kamu bisa ada disini sendirian hmmm? " tanya wanita itu dengan lembut.
Ella menatap wanita yang ada didepannya itu dengan senyum, suasana hatinya sudah membaik setelah mendapat perlakuan halus dari wanita didepannya ini, ia merasa kakaknya ada disini bersama wanita ini.
"Nama kamu siapa?"
"Ella, aku Ella. Kalau kakak?" tanya Ella pada wanita itu.
Wanita itu tersenyum gemas melihat Ella yang masih sangat polos jika saja tadi ada yang menemukan Ella bisa bisa diapa apain ni anak.
"Kamu bisa panggil kakak cantik, karena kakak memang cantik," jawab wanita itu mengecup kening Ella, entah kenapa ia suka degan anak ini.
"Sekarang jawab pertanyaan kakak, bagaimana kamu bisa kepisah sama kakak kamu?" tanya wanita itu pada Ella.
"Tadi aku sama kakak kakak main kuda putal telus setelah selesai aku lari sama kakak kembal aku meninggalkan kak Al. Tapi aku kepencal sama kakak saat aku melihat badut yang lucu dan sekalang aku tak tahu dimana kakak kakak-kakak Ella," jelas Ella yang membuat wanita itu berfikir dimana ada komedi putar dan ia baru ingat sesuatu.
"Kakak bantu cari kakak kamu mau?" tanya wanita itu dengan lembut.
"Mau kakak cantik," jawabnya dengan senyum.
Wanita itu menggendong Ella menelusuri pasar malam dengan santai, Ellapun masih menikmati permen lolipop yang diberikan kakak cantik tadi.
Setelah beberapa saat wanita itu sampai ditempat komedi putar.
"Permisi pak, apa bapak melihat laki laki yang tadi membawa anak ini?" tanya wanita itu pada petugas komedi putar.
"Oh ini nona yang tadi sama tuan muda kan? Astaga akhirnya ketemu. Kakaknya tadi bingung nyariin nona ini. Mungkin sekarang ada di depan, coba mbak kesana," jawab petugas itu dengan lega. Setidaknya komedi putranya tidak diambil oleh bodyguard yang tadi kesini.
"Kakak cantik mau gak jadi kakaknya Ella?" tanya Ella tiba-tiba.
"Hah!! Kenapa tanya gitu hmmm? Kamu boleh menganggapku sebagai kakakmu," jawabnya.
"Maksud Ella itu tinggal dilumah Ella, baleng sama Ella, Mama, Papa, Kakak kakak Ella juga," ujar Ella dengan senyum mengembang.
Wanita itu menatap gadis yang ada digendongannya itu dengan senyum.
"Kakak gak janji, tapi kalau kamu mau kakak bisa menjadi kakak kamu," ujarnya dengan senyum.
"Itu kakak kamu bukan?" tanya wanita itu pada Ella, ia menujuk ke arah Al anda kedua adiknya beserta beberapa bodyguard disana.
"Iya itu kakak Ella, ayo kak Ella kenalin sama mereka," ajak Ella pada wanita itu.
Wanita itu menggeleng dan menurunkan Ella dari gendongannya. Ia mengeluarkan berberapa permen lolipop itu dan memberikannya pada Ella.
"Ini permen buat kamu, sebagai tanda perkenalan kita," ujarnya dengan senyum. Ellapun menerimanya dengan senang hati.
"Boleh aku bagi sama kakak kakak aku?" tanya Ella polos.
"Terserah Ella kan itu udah jadi milik Ella."
Ella yang mendengar itu langsung memeluk tubuh wanita itu.
"Telima kasih sudah antal Ella kakak cantik," ucap Ella dengan senyum.
"Sama sama, sudah sana kasihan kakak kamu nungguin kamu," ujarnya dan duanggukkan oleh Ella.
Ella berlari menuju kakaknya dengan senang, tak lupa permen lolipop yang ia bawa. Sedangkan wanita itu sudah pergi entah kemana setelah memastikan Ella selamat sampai tempat kakaknya.
"KAKAK," teriak Ella.
"Ella."
Al memeluk Ella yang tampaknya baik baik saja itu, ia takut adik perempuan satu satunya mereka itu kenapa napa. Karena bisa dipastikan yang menjadi amukan Mama dan Papanya adalah ia sebagai kakak.
"Kamu darimana aja dek hmmm? Kamu tahu gak kalau kakak cemas saat kamu hilang?" tanya Al dengan lembut.
Ella menghapus air mata kakaknya.
"Ella tadi kejal badut lucu kak, telus Ella tersesat dak tahu dimana. Untung ada kakak cantik yang bawa Ella kesini. Kakak cantik juga kasih Ella permen," jelasnya memperlihatkan permen ditangannya.
Ella membagikan permen itu pada kakak kakaknya, ia bilang jika itu dari kakak cantik.
"Lain kali jangan hilang lagi ya, kalau kamu mau sesuatu kamu bisa bilang sama kakak," ujar Al dan diangguki oleh ketiganya.
"Siapa kakak cantik?" tanya Albian dalam hati.
Albian menatap permen yang ada ditangannya itu dengan raut bingung. Kenapa tidak mengantarkan Ella sampai ketempatnya?
Karena ada insiden Ella hilang, akhirnya Al memutuskan untuk pulang saja. Ia sudah takut jika adik adiknya hilang lagi. Jika iya mereka ditemukan oleh orang baik seperti kakak cantik itu jika tidak?
Walau sedikit mendapat protes dari adik adiknya tapi akhirnya mereka mengiyakan apa yang diucapkan sang kakak.
Bersambung