
...Ariana Delta...
...Alex Bara...
Oke sesuai yang pernah Author tulis sebelum sebelumnya jika visual Ariana dan Alex ada di eps 20. Untuk tokoh tokoh pembantu nanti uthor siapkan sendiri yes. Jika kurang puas dengan visual itu kalian boleh imajinasikan semenarik mungkin dan bayangin jika yang di cerita ini tokohnya itu.
Happy reading
Grep
"Eh kamu ngagetin aja, kalau panci ini melayang ke kepala kamu gimana?" geram Ariana karena selalu dikagetkan oleh Alex yang memeluknya dari belakang.
"Gak apa-apa selagi kamu yang rawat, aku mah ikhlas lilahi ta'ala," jawab Alex yang masih memeluk Ariana.
"Gombal, kalau aku gak mau rawat dan malah tinggalin kamu?" tanyanya dengan santai.
"Kamu bakal aku rantai di dekat aku hingga kamu gak bisa kemana mana, cuma bisa dekat aku aja," jawab Alex sedikit terkejut akan pertanyaan Ariana.
"Terserah apa kata suami aku aja, bicara sama kamu gak akan pernah ada habisnya," ujar Ariana mengaduk sup ayam yang ia buat.
"Ada kok yank, saat kita main di kamar. Aku jamin langsung habis kata kata aku, selain desa han dan era ngan."
Alex tetap Alex yang entah kenapa menjadi semesum ini, tapi hanya dengan sang istri.
"Aku gak sabar pengen ada dia di sini," ucap Alex mengelus perut rata sang istri.
"Aku juga, tapi jika Allah belum mau kasih ya gimana?"
"Kita yang rajin buatnya, jangan ada jeda sayang. Tiap hati tiap jam tiap menit kalau bisa," balas Alex yang masih mengelus perut sang istri.
"Kamu mau bunuh aku kalau tiap menit atau tiap jam, dasar suami jahara."
"Biar cepat jadi sayang, jadi kita harus rajin rajin buat."
"Kalau kamu mau tiap menit kawin aja sama sapi, aku gak kuat ya layani nafsu kamu yang besar itu, apalagi kamu sekali tancap berberapa kali," kesal Ariana melepaskan pelukan itu
"Sadis banget jadi istri, emang kamu mau suami kamu yang tampan ini kawin sama sapi hmm? Kalau anakonda gak suka tempatnya gimana?" tanya Alex mengikuti sang istri.
"Ya itu resiko kamu."
"Tega sungguh tega."
Setelah pembicaraan absurd tadi dan dilanjutkan dengan makan sore, Ariana dan Alex tengah bersantai seraya menonton tv yang ada di kontrakan itu.
"Al," panggil Ariana pada suaminya.
"Iya sayang kenapa?" tanya Alex seraya menyibakkan rambut panjang sang istri ke samping.
"Make up sama lotion di nakas ruang tamu itu punya siapa?" tanya Ariana yang ingat akan make up ratusan juta tadi.
"Punya kamu," jawabnya santai.
"Apa!!" kaget Ariana langsung membalikkan tubuhnya.
"Kamu gak salah Al? Harga make up itu bukan harga yang murah buat sopir taksi. Jangan bilang kamu nyuri?" tanya Ariana.
"Shitt gue gak tahu berapa harganya lagi!! Gue harus bilang apa sama Ria?" tanyanya dalam hati.
"Itu tadi promo besar besaran sayang, dan aku pikir kamu suka kalau aku memberikan make up untukmu. Tapi ternyata aku salah bahkan kau menuduhku mencuri," dengan sendu Alex bersandiwara.
"Aku bukan menuduhmu. Kamu tahu harga satu make up itu lebih dari cukup untuk membeli taksi baru. Aku tidak percaya ada promo sebesar itu. Sekarang jawab kau dapat darimana semua make up dan lotion itu?" tanya Ariana lagi.
"Dari bosku," jawabnya bohong. Alex tak tahu lagi harus bilang apa.
"Bos mana yang memberikan make up seharga langit itu padamu Al?"
"Bosku sayang, yang sudah menawariku pekerjaan sebagai sopir taksi. Itu milik istrinya yang sedang ngidam tapi istri bosku itu mual saat mencium aromanya dan yah berakhir ditangan aku," jawab Alex meyakinkan sang istri.
"Baginya uang segitu tak ada harganya sayang, jadi jangan mikir tang tidak-tidak. Suamimu ini tak akan mencuri percayalah." Alex menggenggam tangan Ariana.
"Kamu gak bohongkan? Kamu gak coba rayu aku kan?" tanya Ariana pada sang suami.
"Enggak sayang."
"Maaf sudah bohongi kamu, maaf."
"Oke aku percaya tapi awas sampai kamu bohong," ancam Ariana pada Alex yang reflek mengangguk.
"Jangan marah marah lagi oke," lembut Alex mengelus rambut Arian yang kembali kepangkuannya.
"Itu bukan balasan sayang," rengek Alex seolah melupakan kejadian tadi.
"Iya aku udah gak marah," jawabnya sedikit lembut.
Alex memeluk Ariana dari belakang l, ia takut Arianna meninggalkannya jika ia jujur. Alex tak siap kehilangan Ariana untuk kedua kalinya. Namun, tanpa Alex sadari hal itu nanti pasti akan membuat Ariana kecewa karena merasa dibohongi.
"Sstt Alex," desis Ariana saat pundaknya digigit oleh sang suami.
"Aku mau sayang," bisiknya di telinga Ariana kemudian menggigit daun telinga itu.
"Jangan di sini Al," cegah Ariana saat tangan Alex sudah masuk ke dalam bajunya mencari sesuatu yang sangat disukai Alex.
Dengan cepat Ariana bangkit dari duduknya dan berlalu ke arah kamar, Alex yang melihat itu hanya tersenyum. Istrinya masih saja malu jika melakukannya tidak di kamar.
Ceklek
Glek
Dengan berat Alex menelan ludahnya saat melihat istrinya berpose bak model di kasur sana bedanya, Ariana hanya memakai bra dan CD senada saja.
"Kau terlalu menggoda sayang, jangan salahkan aku jika anakonda tak ingin keluar dari sarangmu," ucap Alex mencium ganas bibir menggoda Ariana.
"Emmpp."
Ariana mengalungkan tangannya keleher sang suami seraya membalas ciuman Alex tak kalah ganas.
Ciuman Alex semakin haus, pria 27 tahun itu menurunkan ciumannya kearea leher yang masih tersisa kiss marknya semalam dan kini ia menambahnya lebih banyak.
Tangannya mere mas buah dada yang sedari tadi menggodanya itu, Alex melepas pengait bra sang istri dan matanya kabut saat melihat dua buah dada yang padat dan kencang apalagi cococips berwarna merah muda itu.
"Alexsss, emmmp."
"Aku menyukai ini sayang," ucapnya disela kegiatannya.
Ariana tak tinggal diam, tangannya membuka baju yang dipakai Alex begitu juga celana yang menyesakkan itu.
Alex yang kian hari makin lihai itu membuat Ariana melayang ke atas awan, Ariana mengingikan lebih lebih dari yang diperbuat Alex sekarang.
"Ahh," cairan bening itu keluar dari sarang milik Ariana, bahkan tanpa jijik Alex menjilat dan memainkan Area itu.
"Kenapa dia se nikmat ini, ohh sayang kau membuatku gila," racau batin Alex.
"Sayang kau tak mau memainkan anakondaku dulu sebelum masuk?" goda Alex memberlihatkan anakondanya yang sudah menantang itu.
Ariana yang tahu maksud Alex langsung menyambar bibir tebal suaminya hingga posisi itu berbalik. Dengan lincah Ariana mengecup dan mengulum anakonda itu dengan sensual.
"Ahh sayang lebih lebih cepat lagi, ouhh yah begitu," racau Alex tak malu karena kenikmatan yang diberikan bibir Ariana sunggung nikmat.
"Sepertinya cukup aku bermain, kau akan ketemu dengan satangnya. Cups," sentuhan bibir terakhir Ariana yang mulai mengarahkan anakonda itu ke sarangnya. Alex hanya tersenyum geki melihat kekonyolan sang istri tapi ia tak mengelak jika hal ini sungguh nikmat.
Bless
Anakonda menancap penuh ke sarangnya, rasa sesak itu sungguh memabukkan Ariana. Ariana mulai menggerakkan tubuhnya, Alex yang tak mau ketinggalan itu mengangkat sedikit bokong sang istri hingga pemainan itu belih panas.
"Ahh ahh ouhh sayang kau sangat nikmat," des ah Alex dengan memainkan buah dada sang istri.
"Hmmm, anakonda yanghh kau pelihara ahh ouhh juga mematikan Al. Hahhah aku bisa gila jika terus seperti ini haha hah emmp," Ariana menggigit bibir wajahnya karena teriakannya bisa mengubdang para tetangganya.
Alex menatap mata Ariana hingga mereka saling tatap, ciuman panas itu tak terelakkan, kecapan dan punggutan keduanya menambah sensasi bercint* mereka.
"Arrghhh." Erang keduanya. Alex dan Ariana saling tersenyum dengan nafas beradu saat merasakan pelepasan bersama itu.
Ariana merasa rahimnya menghangat, geli, penuh, sesak tapi juga enak. Entahlah ini sangat memabukkan untuknya.
"Kau sangat nikmat sayang, aku mencintaimu," ucap Alex memeluk erat sang istri hingga anakonda yang masih ada di dalam sarang itu semakin dalam.
"Akhhhh."
"Kau mau lagi hmm? Baiklah karena aku orang yang baik aku akan mengabulkannya."
Bugh
Alex mengungkung sang istri yang masih bernafas itu, dan permainan kedua dimulai dengan Alex yang menjadi pemimpin jalannya permainan.
Bersambung
(Kasih pemanis dulu sebelum ke konflikπ π )
Jangan lupa Like + Komen + Vote dan difavorit kalian. Share juga novel ini yaπ
Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.ππ