Stuck Marriage (Season 1 & 2)

Stuck Marriage (Season 1 & 2)
3 jahitan



Happy reading


"Mami makan dulu yuk," ujar Papi Arthur membawakan bubur ayam kesukaan Mami Gloria.


"Bubur lagi? Papi sayang. Mami gak sakit keras kenapa makanannya bubur terus," kesal Mami Gloria.


Ia hanya mendapat 3 jahitan dilenga kanannya dan Papi Arthur memperlakukannya seperti orang sakit keras, makanpun selalu bubur.


"Hei Mami sayang, kamu memang sakit. Aku bahkan harus mengecek sendiri apa yang kamu makan," ujarnya.


"Bosen Papi, dari kemarin bubur terus!"


Mami Gloria kembali berbaring dan membelakangi suaminya. Ia memang bosan jika terus menerus makan bubur itu.


Papi Arthur hanya menghela nafasnya kasar, jika sudah begini akan lama membujuknya.


"Mi, makan yuk. Biar cepat pulih," bujuk Papi Arthur memegang pundak istrinya.


"Gak mau pi, bosan."


"Ya sudah kamu mau apa? Biar aku beliin asal yang gak berminyak."


"Mau martabak Pi, yang topingnya penuh."


"Kamu belum makan nasi loh Mi, masa mau makan martabak?"


"Emm sup ayam," jawabnya malas.


"Hmm."


Papi Arthur mengambil ponselnya dan meminta asistennya untuk menyiapkan sup ayam dan martabak.


"Kenapa bukan Papi yang buat?" tanya Mami Gloria kembali menatap suaminya.


"Nemenin kamu lah, ngapain capek capek buat sendiri kalau ada yang siap sedia," ujar Papi Arthur ikut naik keatas ranjang itu.


Mami Gloria memang mau dirawat di mansion daripada di rumah sakit entah apa alasannya.


"Masih sakit?" tanya Papi Arthur.


"Udah mendingan," jawabnya masih ketus. Suasana hatinya belum sepenuhnya membaik.


"Ya sudah, Papi mau tidur dulu kalau makanannya sudah datang kamu bangunin," ujarnya bodo amat akan sikap istrinya.


"Papiii ih gak peka banget," gumamnya tapi masih didengar oleh Papi Arthur.


"Kenapa lagi Mami? Papi ngantuk, dari malam tadi gak tidur," ujarnya seraya menguap.


"Emang kenapa gak tidur?" tanya Mami Gloria.


"Banyak kerjaan Mi, jaga kamu juga, apalagi hari ini aku gak masuk kerja. Pasti Papa ngomel nih di kantor," jawabnya memeluk perut istrinya.


"Kenapa papi harus bolos kerja? Kan Mami gak apa-apa," ujarnya ikut berbaring dan menghadap suaminya.


"Emmm."


"Malah tidur," ucapnya sedikit kesal tapi gak apa-apa ia tahu tugas suaminya bukan hanya mengurus dia tapi juga perusahaan apalagi Alex gak ada.


Tangannya terulur untuk mengelus rambut hitam suaminya dengan lembut. Papi Arthur yang merasakan usapan itu semakin mengeratkan pelukannya hingga dada istrinya kini justru malam menggodanya.


Matanya terpejam tapi tangannya menelisik membuka kancing baju Mami Gloria, sedangkan sang istri yang melihat apa yang dilakukan suaminya itu hanya menggeleng pelan. Kebiasaannya tak berubah.


"Haus hmm?" tanya Mami Gloria mengelus rambut suaminya.


"Heem."


Bahkan usianya yang sudah menginjak kepala 5 kelakuannya masih sama. Tak heran kenapa Papi Arthur begitu. Di sini sekarang Mami Gloria yang tersiksa apalagi terong suaminya terasa sudah bangun dan mengusik pahanya.


"Tahan tahan," batinnya.


Ia mengecup kening suaminya berulang kali, hingga Papi Arthur puas akan apa yang dilakukannya.


Tok! Tok! Tok!


Papi Arthur terbangun dan menatap istrinya dehgan senyum.


Cups


"Makasih," ujar Papi Arthur mengecup bibir istrunya. Ia bangun dan membuka pintu kamar itu.


Sebelum menyuruh istrinya makan, Papi Arthur terlebih dahulu memeriksanya dan aman.


Papi Arthur menyuapkan makanan itu ke mulut Mami Gloria. Sedangkan pandangan Mami Gloria tertuju pada martabak yang masih hangat itu.


"Udah Pi, Mami mau makan martabak aja," ujarnya mengambil piring yang berisi martabak itu.


"Ya sudah, yang penting Mami mau makan nasi," ujarnya meletakkan sup yang tinggal setengah itu dinakas.


Mami Gloria mengangguk dan dengan lahap memakan martabak itu. Entahlah Mami Gloria sangat suka dengan yang namanya martabak sejak kecil. Bahkan tak ada rasa bosan dirasanya.


"Pelan-pelan aku gak akan ambil kok," ujar Papi Arthur tersenyum melihat istrinya.


"Hmm."


Drrrtttt


Ponsel Papi Arthur menyala dan memperlihatkan nomor Alex disana.


"Siapa pi?"


"Alex Mi," jawabnya.


"Tumben dia telepon papi."


"Bukan telepon Mi, tapi video call."


"Jangan bilang kalau Mami sakit," ujarnya pada sang suami.


Alex akan sangat marah jika Gloria atau keluarganya yang celaka. Papi Arthur mengangkat panggilan video itu dan memperlihatkan wajah mereka.


"Tumben," ujarnya.


"Kata Mama Mariana, Mami kena sayatan dilengan iya pi?" tanya Alex dengan emosi.


Papi Arthur tak menjawab tapi mengarahkan kearah Maminya yang masih asik memakan martabaknya dengan tangan kirinya. Sopan gak sih?


"Mami kenapa bisa sampai luka?" tanya Alex yang membuat Mami Gloria tersedak. Dengan sigap Papi arthur memberikan air putih pada istrinya.


"Kamu sih, kalau mami kenapa-napa gimana?" ujar Papi dengan kesal.


Wajar jika mereka berdua sangat mengkhawatirkan Mami Gloria. Karena bagi kedua lelaki beda umur ini mami Gloria adalah mentari mereka sebelum Ariana datang menjadi bintangnya.


"Mami gak apa-apa, mami juga masih bisa makan dengan baik walau pakai tangan kiri," ujarnya menenangkan anaknya.


"Papi juga kenapa gak lindungi mami?" tanya Alex menyalahkan Papinya.


"Papi kerja boy, untuk mami kamu juga," ujarnya malas.


"Udah ya kalian puasin aja honeymoonnya mami oke kok disini. Papi juga rawat mami dengan baik," jawab Mami Gloria.


Hmmm


Akhirnya percakapan yang sedikit menguras emosi Alex pun berakhir, Ariana yang melihat suaminya masih emosi itu hanya bisa menenangkan.


"Sabar Mas! Mami udah gak apa-apa. Lagian juga orang yang lukain Mami, udah dihukum papi."


"Iya yank, makasih sudah tenangin mas," ujarnya dan dianggukkan oleh Ariana.


Bersambung


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, RATE, KASIH HADIAH SEIKHLASNYA AJA. FAVORITKAN JUGA YA.


📌Nafsu Atau Cinta (On going) Cerita Mami Gloria dan Papi Arthur