
Happy reading
"Astaga," kaget Ariana saat melihat banyak orang di ruamh itu menyambutnya dengan sang baby. Apalagi mansion itu di hias sedemikian rupa hingga ruangan itu nampak indah.
"Astaga cucu mantu kamu cantik sekali, tak salah cucuku menikahimu," ucap paruh baya dengan girang. Mungkin seusia omanya. Ariana hanya menatap mami dan mamanya bergantian.
"Anak mami, kenalin ini keluarga mami sama papi. Ini Oma Riska, Oma Kiran dan yang lagi ngobrol itu Opa Emanuel," ucap Mami Gloria memperkenalkan ibu dan ibu mertuanya.
"Ayo masuk dulu, kasihan Baby Bian kalau terus di sini," ajak Mama Mariana mengambil alih cucunya.
"Eh jeng aku juga mau gendong cucuku," ucap Mami Gloria saat Mama Mariana terlebih dahulu berlalu.
"Ariana oma," Ariana menyalami oma Kiran dan oma Riska.
"Kamu cantik, jaga Alex baik baik ya nak," pesan oma Riska dengan senyum di balik wajah keriputnya berbeda dengan oma Kiran yang wajahnya masih kencang.
"Iya oma, mari kita ke dalam," ajak Ariana pada kedua oma itu yang di ikuti oleh Alex di belakangnya.
"Kayak gak di anggap gue," batin Alex dengan senyum. Tak bisa dipungkiri jika ia juga senang saat istrinya diterima baik oleh neneknya.
Mereka semua berbincang bincang ruang tamu tapi ada dua orang yang tak ia lihat sedari tadi oma Karina dan opa Ryan tak ada di sini.
"Ma pa, oma sama opa dimana?" tanya Ariana pada mama papanya.
"Ini oma sama opa," ujar opa Emanuel dengan menggoda sang cucu mantu. Ia tahu jika Ariana mencari sahabat karibnya.
"Bukan opa, maksud Ria opa Ryan sama oma Karina," ucao Ariana menatap opa Emanuel.
"Oma sama opa ada di kamar, opamu sakit sudah berberapa hari ini dan oma yang turun tangan merawat opa," jawab Papa Zain yang sangat mengerti jika hubungan Ariana dan kakek neneknya sangat dekat dari kecil.
"Opa sakit!!" kaget Ariana saat baru tahu jika opanya sakit.
"Iya sayang kamu tenang oke, tadi oma pesen jika kamu sudah datang beliau nyuruh kamu buat nemuin mereka," ujar Mama Mariana pada sang putri.
Ariana yang mendengar itu langsung pamit pada mereka dan menitipkan anaknya pada sang ibu. Ariana mengajak Alex untuk ke kamar sang oma dan opa.
Sedangkan di dalam kamar oma dan opa terlibat perseteruan saat opa tak mau makan bubur buatan istrinya itu.
"Makan opa, jangan ngeyel jadi orang. Kalau sakit siapa yang susah ha?"
"Tapi aku mual oma, jangan maksa deh," jawabnya menolak suapan sang istri.
"Oh opa mau cara apa? Pakai mulut atau sendok?" tanya oma yang tak habis akal. Ia tahu suaminya ini masih menginginkan seperti saat ia masih muda dulu.
"Bibir," jawabnya.
"Kalau begitu opa merem dulu, malu tahu oma kalau opa bukan mata," ujar oma berpura-pura menyuapkan bubur ke mulutnya padahal tidak. Opa pun menutup matanya dan membuka mulutnya sedikit.
Tanpa basa basi oma menyuapkan bubur itu ke mulut opa sedikit banyak.
"Karina!!!" teriak opa Ryan saat bubur itu sudah di telan.
Cups
"Udah tua jangan marah-marah," ucap oma mengecup bibir opa singkat.
"Kamu juga bikin aku darah tinggi," ucapnya memeluk perut sang istri.
"Lagian kamunya juga susah di atur," balas oma mengelus rambut sang suami yang sudah beruban itu.
"Aku butuh di manja sayang, aku kangen itu," ujar opa pada sang istri.
"Hahaha jadi itu sebabnya kamu gak mau makan hmm? Cuma gara gara gak aku manjain itu burung hmm?" tanya oma dan diangguki oleh opa.
"Oma..." rengek opa.
"Hahaha nanti malam deh burung opa, oma service lagi," ucap oma yang diangguki semangat oleh opa.
Mereka berdua tak menyadari jika ada dua pasang mata dan sepasang telinga sedang melihat dan mendengar apa yang dibicarakan orang di dalam.
"Oma sweet ya yank," ujar Alex dan dianggukkan oleh Ariana.
"Walau mereka sering berantem tapi tak menutup hal jika mereka saling mencintai apalagi sifat oma yang dari dulu gak ada takut-takutnya sama opa," ujar Ariana.
"Aku juga mau gitu," ujar Alex memeluk perut Ariana dari belakang.
"Mau gimana?"
"Manjain burung!" jawabnya singkat.
"Pake tangan ya," ujar Ariana mengecup bibir Alex sekilas. Walau tak puas Alex tetap mengangguk.
Tok! Tok! Tok!
Kedua paruh baya itu menatap pintu dan Ariana masuk ke dalam kamar itu.
"Oma .... Opa ...."
"Cucu oma," Oma Karina memeluk cucu kesayangannya begitupun dengn Opa Ryan.
"Kamu sudah lama?" tanya Opa dan diangguki oleh Ariana.
"Maafin Ariana baru pulang," ujar Ariana pada opa dan omanya.
"Kami tahu apa yang kamu pikirkan kok, lagian siapa juga yang gak sumpek kalau di kurung terus. Asal kamu tahu ya oma dulu juga pernah kabur dari mansion ini, gara gara opamu kurung oma di kamar terus," curhat oma pada cucunya.
"Itu proses oma, kalau gak gitu gak akan ada Zain di hidup kita," elak opa Zain.
"Hmm."
"Oh ya oma, opa. Ini suami Ria namanya Alex pasti kalian sudah tahukan."
Ariana memperkenalkan Alex pada oma dan opanya. Kedua paruh baya itu mengangguk dan senyum terbit di nibir oma sedangkan opa hanya menatap datar.
"Kamu Alex, cucunya Kiran?" tanya oma dan diangguki oleh Alex.
"Iya oma, saya cucu beliau," jawab Alex seraya mengecup punggung tangan oma dan opa.
"Jaga cucu dan cicit oma ya," pesan oma Karina dan dianggukkan oleh Alex.
"Awas sampai kau mengecewakan cucu dan cicitku. Kamu akan mendapat akibatnya," ancam opa dengan posesif. Oma Karina menatap tajam suaminya yang seharusnya orang lain takut akan itu. Tapi tidak dengan Alex yang sudah biasa akan hal ini.
"Siap opa, lagipun aku sudah terlalu dalam mencintainya, " balas Alex dengan senyum.
Mereka berbincang sedikit dengan opa dan oma itu. Ariana bercerita tengan putranya yang baru seminggu itu pada opa dan omanya. Tentang perjalanannya saat ia kabur dari rumah. Sedangkan Alex hanya mengulum senyum ternyata sang istri pandai bercerita seperti ini.
Cerita mereka berhenti saat ada yang mengetuk pintu kamar itu dan mengatakan jika baby Bian menangis. Ariana pamit dari kamar itu dan membawa sang putra ke kamar sedangkan Alex masih ditahan oleh para tetua di sana.
Bersambung
Jangan lupa like + komen + vote dan masukkan ke daftar favorit kalian ya. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊
Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏