
Happy reading
"Ini beneran tempatnya bukan sih pak RT?" tanya salah satu warga yang bernama Iken itu. Wanita 34 tahun itu sudah memakai kebaya moderen itu.
Dari desa sana mereka menyewa bus untuk 26 orang beserta Andrian dan Siska yang ikut rombongan mereka.
"Rumahnya besar banget kayak istana, ini bener rumahnya bukan sih?" tanya orang orang.
"Cih paling juga nyewa," Siska berpenampilan berlebihan dengan gaun ketat hingga dadanya menyembul gampir keluar. Berharap agar Alex nanti terpesona padanya.
Pak RT sebagai pemimpin menanyakan pada satpam disana, tak lupa undangan yang sudah mereka terima
(Anggap aja itu undangannya)
"Gimana pak?" tanya Siska dan diangguki oleh Pak RT.
"Benar ini tempatnya, dan kita di suruh untuk langsung masuk," ujarnya pada mereka.
Mereka ber-26 masuk kedalam sana dan langsung disuguhkan oleh dekorasi yang sangat wah bagi orang desa yang kampungan ini.
"Gila ini rumah apa istana gede banget," batin Siska menatap ruangan ini.
Merek semua disambut oleh pengawal Alex yang kemarin sudah berkata jika ada tamu dari desa. Tamu silih berdatangan dan mengambil tempat masing-masing.
"Cek cek....
"Apa kabar kalian semuanya? Semoga selalu sehat sehat ya!!!
Seperti yang sudah kalian tahu acara kali ini adalah acara resepsi Alex Bara dan Ariana Delta. Yang tak lain adalah putri kandung saya sendiri," ucap Papa Zain seolah menjadi MC. Padahal ia yang memaksa MC untuk menyerahkan mikrofon itu padanya.
"Kalian pasti bertanya kapan Alex dan Ariana menikah?"
"Mereka menikah 11 bulan yang lalu, bahkan mereka sudah memiliki anak yang sangat menggemaskan."
"Lucu? Ya, saya pribadi dan keluarga juga tak tahu akan pernikahan mereka. Tapi saya bahagia karena anak semata wayang saya mendapatkan suami yang baik seperti Alex, anak sahabat saya sendiri."
Setelah berberapa lama Zain menyerahkan mikrofon itu kepada MC yang bertugas dan kembali ke tempatnya bersama sang ibu dan ayah disana.
"Oke... setelah pidato singkat dari bapak Zain yang tak lain adalah CEO Delta Group. Sungguh gabungan yang bedar untuk Delta Group dan Bara Group yang mana dua perusahaan besar yang sudah diakui di Asia."
Perkataan demi perkataan dari MC itu mrmbuat orang yang dulu menghina dan merendahkan Alex terkejut. Ternyata kebenarannya membuat mereka syok 7 turunan, 7 tanjakan, dan 7 belokan.
"Jadi mereka beneran kaya?" batin mereka.
"Dan inilah yang Kalian tunggu-tunggu, kita panggilkan artis kita pagi ini. Tuan Alex dan Nona Ariana!!"
Ariana yang mendengar suaranya dipanggil itu langsung berdiri. Luna yang tadi pagi sampai dari desa itu ikut mendampingi sang sahabat.
"Sekali lagi gue ucapin selamat ya friend, maafin gue karena saat baby lahir gue gak ada," ucap Luna memeluk tubuh sang sahabat.
"Dengan adanya lu disini aja udah buat gue seneng Lun, dan kamu juga bisa main sama baby Bian sampai puas," ucapnya pada sang sahabat.
Mereka keluar dari kamar itu diikuti oleh berberapa MUA dan bertepatan dengan Alex, Nicola dan Sekretaris Vito yang keluar dari kamarnya.
"Sayang/Mas," ucap keduanya kaget. Penampilan Ariana begitu wah dimata Alex sekarang. Begitupun Ariana yang terpesona akan penampilan sang suami.
Lain halnya dengan Nicola yang mendapati wanitanya diwajah Luna.
"Lex... Sahabat kita Lex!!" Nicola menepuk pundak Alex hingga Alex pun menatap Luna.
Deg
"Caca.."
"Sayang dia siapa?" tanya Alex pada sang istri seraya menunjuk Luna.
"Oh ini aku lupa mau kenalin sama kalian. Dia Luna sahabat aku dari desa dia juga belerja diperusahaanmu Kak Nic," ujar Ariana menjelaskan.
"Wajahnya mirip Caca, Ar. Dia Cacaku," ucap Nico hendak memeluk Luna tapi wanita cantik itu langsung menghindar.
"Dia siapa?" tanya Luna.
"Dia Nico, dan ini suamiku Alex namanya," jawab Ariana.
Alex masih bisa menormalkan detak jantungnya karena melihat wajah sahabatnya dulu.
"Nanti kita bicara, ayo sayang orang-orang sudah nunggu dinawah," ajak Alex mengulurkan tangannya dan digapai dengan senang hati Ariana.
Luna yang tak mau berlama-lama dengan orang tak jelas ini langsung berlalu mengikuti Ariana bersama satu MUA.
"Dia Cacaku," batinnya.
Tak! Tak! Tak!
Para tamu langsung terkesima melihat siapa yang turun dari lantai atas itu. Pasangan yang sangat serasi yang laki-laki ganteng dan yang perempuan cantik.
"Di-dia Ariana dan Alex," gugup Sinta melihat Ariana yang sangat cantik itu.
"Heem," nyali Andrian menciut saat mengetahui siapa Alex dan Ariana sebenarnya. Padahal dulu ia berharap Alex hanya orang biasa tapi ternyata Alex luar biasa.
Pak RT, warga desa, Bu Tutut, Bu Retno, Bu Sinta, Pak Ahmad dan istri pak Ahmad. Mereka semua terkejut ternyata Alex bukan orang biasa dan juga buka sopir taksi.
"Nyesel pernah gibahin mereka," ucap Bu Retno dengan memainkan gelang emas ditangannya.
"Aku malah seneng dengan adanya penggrebekan mereka dulu kontrakan aku ditempati dua pewaris itu," ujar Bu Sinta tak bisa menyembunyikan senyumnya.
"Ihhh norak kalian, yang lalu biarlah berlalu," ujar Bu Tutut seraya menyuapkan kue yang tadi ia ambil.
"Tapi bener juga kaya Bu Sinta, kalau dulu kita gak grebek mereka pasti sekarang kita gak disini," ujar Bu Ningsih menyetujui ucapan Bu Sinta.
"Eh inget gak sih waktu mereka ehem ehem, sumpah teriakan Ariana saat itu masih terngiang untung ada suami yang siap sedia," ucap Bu Retno.
"Hahahaha bener-bener, dan lihatlah hasilnya lucu banget."
"Hmm secara tak langsung kita juga sudah membantu mereka buat bersama," ucap Bu Sinta.
Ya begitulah kumpulan ibu-ibu gosip, tak kenal tempat entah itu ditukang sayur atau dihajatan. Kalau sudah mengomentari hidup orang lain pasti seru.
Bersambung
πNafsu Atau Cinta (On going) Kisah Mami Gloria dan Papi Arthur.
Curhat nih ya sedih uthor lihat narang barang mewah kek gitu, apalagi gaun yang dipakai Ariana beuhh iri bat uthor niπ’π’π’
Jangan lupa like + komen + vote dan masukkan ke daftar favorit kalian ya. Share juga novel ini ya. Makasihπππ
Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.ππ